Kanal24, Malang – Banyak mahasiswa rela mengikuti tren pakaian terbaru atau membeli tas yang sedang viral, tetapi justru mengabaikan satu barang yang dipakai hampir setiap hari: sepatu. Padahal, aktivitas kuliah yang padat, mulai dari berpindah gedung, praktikum, hingga mengikuti organisasi, membuat alas kaki yang nyaman menjadi kebutuhan, bukan sekadar pelengkap penampilan.
Memilih sepatu kuliah kini tidak lagi hanya soal gaya. Mahasiswa semakin mempertimbangkan kenyamanan, bobot sepatu, hingga material yang digunakan agar kaki tidak mudah lelah meski harus beraktivitas dari pagi hingga sore. Tak heran jika model sneakers, slip-on, hingga loafers dengan desain minimalis semakin banyak dipilih karena mampu memadukan fungsi dan tampilan dalam satu produk.
Baca juga:
Sehari di Ranu Regulo, Tujuh Destinasi Menanti
Sneakers Masih Menjadi Andalan
Sneakers tetap menjadi model yang paling banyak digunakan mahasiswa. Desainnya yang sederhana membuat sepatu ini mudah dipadukan dengan berbagai jenis pakaian, mulai dari jeans, kulot, rok, hingga celana bahan.

Selain tampil lebih kasual, sneakers umumnya memiliki bantalan yang lebih empuk sehingga mampu mengurangi tekanan pada telapak kaki ketika harus berjalan jauh di area kampus. Karena alasan itu pula, model ini hampir selalu menjadi pilihan utama bagi mahasiswa yang memiliki mobilitas tinggi.
Slip-On dan Loafers Jadi Alternatif
Tak semua mahasiswa menyukai sneakers. Sebagian memilih slip-on karena lebih praktis dipakai tanpa perlu mengikat tali. Model ini cocok bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi dan menginginkan sepatu yang ringan untuk aktivitas sehari-hari.

Sementara itu, loafers masih menjadi pilihan bagi mahasiswa di program studi yang menerapkan aturan berpakaian lebih formal. Desainnya yang rapi membuat sepatu ini tetap terlihat profesional tanpa mengorbankan kenyamanan saat digunakan dalam waktu lama.
Jangan Tergiur Tren Semata
Media sosial sering menghadirkan tren sepatu baru yang terlihat menarik. Namun, sepatu yang sedang viral belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk digunakan kuliah setiap hari.
Kenyamanan tetap harus menjadi prioritas. Perhatikan material sepatu, ketebalan bantalan, fleksibilitas sol, hingga ukuran yang sesuai dengan bentuk kaki. Memilih sepatu hanya karena desainnya menarik justru berisiko membuat kaki cepat pegal, lecet, bahkan memicu nyeri apabila digunakan terlalu lama.
Bahan seperti mesh dan kanvas umumnya memiliki sirkulasi udara yang baik sehingga kaki tidak mudah gerah. Sementara itu, outsole yang fleksibel dan insole yang empuk membantu menopang langkah ketika harus berjalan cukup jauh di lingkungan kampus.
Merek Lokal Tak Kalah Berkualitas
Pilihan sepatu kuliah kini semakin beragam. Selain merek internasional, banyak brand lokal menghadirkan produk dengan kualitas yang kompetitif dan harga lebih ramah di kantong mahasiswa.
Beberapa merek lokal seperti Compass, Ventela, Patrobas, Geoff Max, hingga Aerostreet menawarkan berbagai model sneakers kasual yang banyak digunakan mahasiswa. Di sisi lain, merek seperti Adidas, Nike, Puma, New Balance, maupun Skechers tetap menjadi pilihan bagi mereka yang mengutamakan teknologi bantalan dan kenyamanan untuk penggunaan jangka panjang.
Keberagaman pilihan tersebut membuat mahasiswa dapat menyesuaikan sepatu dengan kebutuhan sekaligus anggaran yang dimiliki.
Investasi untuk Aktivitas Sehari-hari
Sepatu kuliah bukan sekadar pelengkap gaya berpakaian. Alas kaki yang tepat akan membantu menjaga kenyamanan selama menjalani aktivitas akademik maupun organisasi yang sering kali berlangsung seharian.
Pada akhirnya, sepatu terbaik bukanlah yang paling mahal atau paling viral di media sosial, melainkan yang mampu menopang setiap langkah dengan nyaman. Ketika kaki tetap nyaman, mahasiswa bisa lebih fokus mengikuti perkuliahan, lebih leluasa bergerak, dan menjalani aktivitas kampus tanpa harus terganggu rasa pegal sebelum hari benar-benar berakhir. (ern)













