Kanal24, Malang – Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) memperkenalkan kekayaan herbal Indonesia melalui Workshop Pembuatan Jamu dalam rangkaian International Summer School of Pharmacy 3 (ISSP 3). Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (5/8/2026) di Laboratorium Histologi, Farmasi Biomedik Lantai 2 Belakang Gedung A FK UB.
Mengangkat tema translational research yang berfokus pada herbal, workshop ini menjadi ruang pembelajaran bagi peserta dari berbagai perguruan tinggi untuk memahami pemanfaatan bahan alam Indonesia melalui pendekatan farmasi. Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga pengalaman langsung dalam mengenal proses pembuatan jamu sebagai bagian dari warisan herbal Indonesia.
Baca Juga:
Dosen HI UB Bekali Siswa Hadapi Tantangan Global
ISSP 3 Dorong Pemanfaatan Herbal melalui Perspektif Farmasi
Ketua Pelaksana ISSP 3, Dr. apt. Adeltrudis Adelsa D., M.Farm.Klin., menjelaskan bahwa workshop pembuatan jamu menjadi salah satu bentuk pengenalan potensi bahan alam Indonesia kepada peserta internasional.

Menurut Elsa, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar sehingga perlu dikenalkan melalui pendekatan ilmiah, khususnya dalam bidang farmasi.
āTema tahun ini dari summer school kita adalah translational research yang fokus pada herbal. Indonesia memang negara yang sangat kaya akan bahan alami, sehingga dari kami farmasi ingin membuat kegiatan yang menonjolkan pemanfaatan bahan alam, salah satunya sebagai obat tradisional yaitu jamu,ā ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan berbagai bahan herbal yang dapat dimanfaatkan sebagai jamu, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai bagaimana produk tradisional dapat dikembangkan sesuai perkembangan zaman.
Melalui ISSP 3, peserta mendapatkan wawasan mengenai hubungan antara riset farmasi, pemanfaatan bahan alam, serta pengembangan produk herbal Indonesia.
Kolaborasi FK UB dan UMKM Hadirkan Praktik Pembuatan Jamu
Dalam pelaksanaan workshop, FK UB menggandeng Herbani Jamu Tradisional Indonesia untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai proses pembuatan jamu.
Founder Herbani Jamu Tradisional Indonesia, Nara Nabhan, hadir sebagai pemateri praktik yang membagikan pengetahuan mengenai pengolahan bahan herbal hingga pengembangan produk jamu yang lebih mudah diterima masyarakat.
Elsa menyampaikan bahwa kolaborasi dengan pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Melalui kolaborasi ini, peserta dapat melihat bagaimana pengembangan jamu dilakukan dari sisi akademik maupun industri.
āKami mengundang salah satu narasumber yang memang sebagai owner UMKM dan juga yang meracik jamu-jamu tersebut supaya bisa melatih peserta ISSP bagaimana cara membuat jamu yang lebih modern,ā jelasnya.
Ia berharap kerja sama antara perguruan tinggi dan pelaku usaha herbal dapat terus berkembang, terutama dalam mendukung kegiatan riset dan pengabdian masyarakat berbasis bahan alam.
Peserta Internasional Pelajari Warisan Herbal Indonesia
Workshop Pembuatan Jamu ISSP 3 diikuti oleh mahasiswa dari berbagai institusi, di antaranya Universitas Diponegoro, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Universitas Brawijaya.
Salah satu peserta, Cindy Aurelia Salim dari Universitas Diponegoro, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru karena peserta dapat melihat bagaimana jamu dikembangkan dengan konsep yang lebih menarik.
āMenarik banget karena kita bikin jamu, tapi jamunya dikombinasikan dengan bahan-bahan modern seperti milk, matcha, dan sebagainya. Jadi untuk teman-teman internasional yang mungkin kurang suka dengan rasa jamu yang kuat bisa lebih menerima,ā katanya.
Peserta dari Universiti Kebangsaan Malaysia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut membuka wawasan baru mengenai jamu Indonesia. Mereka menilai jamu tidak hanya berkaitan dengan tradisi, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk herbal yang dikenal lebih luas.
Melalui Workshop Pembuatan Jamu ISSP 3, peserta internasional mendapatkan pengalaman langsung mengenai kekayaan herbal Indonesia sekaligus melihat potensi pengembangan bahan alam melalui pendekatan akademik dan inovasi. (gal/ndr)













