Kanal24, Malang – Pertukaran pelajar Indonesia dan Jepang dalam Culture Exchange SMA Brawijaya Smart School (BSS) ft. Joto High School tidak berhenti pada pengenalan budaya. Di balik pertemuan siswa kedua negara, terdapat isu lingkungan yang menjadi perhatian bersama, terutama persoalan sampah plastik dan upaya mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
Semangat tersebut menjadi bagian dari rangkaian Culture Exchange yang berlangsung Kamis, 6 Agustus 2026, di Aula Algoritma lantai 2 FILKOM Universitas Brawijaya (UB) dan SMA BSS. Selain welcome ceremony dan classroom experience, siswa SMA BSS dan Joto High School dijadwalkan berdiskusi mengenai persoalan lingkungan serta mengikuti workshop kolaborasi recycle PET bottle.
Baca Juga:
FK UB Ajak Mahasiswa Tiga Negara Dalami Pengobatan Herbal Lewat International Summer School
Sampah Menjadi Isu Bersama
Ketua Pelaksana, Atik Mudiatus Samawat, S.Hum., menjelaskan bahwa aspek lingkungan menjadi salah satu latar belakang penting dalam program pertukaran tersebut. Siswa tidak hanya belajar mengenal kebudayaan Indonesia dan Jepang, tetapi juga berbagi praktik baik dalam pengelolaan lingkungan.

“Yang melatarbelakangi acara ini adalah semangat kami dalam membangun semangat generasi muda untuk berbagi praktik baik dalam pengelolaan lingkungan, juga untuk belajar budaya antarnegara. Dalam hal ini adalah Indonesia dan Jepang.”
Bagi siswa SMA BSS, isu sampah menjadi persoalan yang dekat dengan kehidupan sekolah. Genian Aura Prema Ramadani, siswi kelas 11 SMA BSS, melihat Jepang sebagai salah satu negara yang dapat menjadi sumber pembelajaran dalam pengelolaan sampah.

“Yang membuat tertarik adalah adanya program ini kita bisa exchange, ya, maksudnya kita bertukar pikiran, bertukar budaya juga, bertukar hal-hal inovasi dari Jepang dan Indonesia juga, dan begitu sebaliknya.”
Menurut Genian, pertukaran tersebut memberikan kesempatan bagi siswa untuk melihat cara pengolahan sampah dari perspektif berbeda. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman, tetapi dapat diterapkan di lingkungan sekolah.
Belajar Recycle dari Pengalaman Langsung
Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian program adalah workshop kolaborasi untuk recycle PET bottle. Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang bagi siswa untuk memahami bahwa sampah plastik dapat diolah kembali menjadi benda yang memiliki manfaat.
Genian menyebut pengalaman serupa telah dilakukan sebelumnya melalui pembuatan pot dari sampah plastik botol Pokari. Pengalaman tersebut menjadi contoh bahwa kreativitas dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi sampah plastik.
“Yang kami mau pelajari lebih lanjut adalah dalam pengolahan sampah itu karena di Indonesia kan pengolahan sampah tuh masih minus ya. Sampah plastik juga masih banyak sekali.”
Ia menilai siswa memiliki peran untuk mendorong perubahan dari lingkungan terdekat. Sekolah menjadi salah satu tempat yang dapat digunakan untuk membangun kebiasaan baru dalam mengurangi dan mendaur ulang sampah plastik.
“Di sini kami generasi bangsa harus, setidaknya sebagai contoh lah ya, untuk membantu teman-temannya dalam recycle sampah ini gitu. Dan juga karena Indonesia masih tinggi sekali sampahnya, terus di sekolah kita juga masih banyak yang menggunakan sampah plastik. Nah, kita harus menghentikan itu.”
Diskusi Lingkungan Indonesia-Jepang
Dari Joto High School, isu lingkungan juga menjadi bagian penting dalam kunjungan ke SMA BSS. Guru Bahasa Inggris Joto High School Tokushima, Sayaka Kubo, mengatakan siswa kedua sekolah akan berdiskusi dan menyampaikan presentasi mengenai persoalan lingkungan.

“Setelah kegiatan ini, kami akan berdiskusi mengenai permasalahan lingkungan. Baik Joto School maupun BSS School akan menyampaikan presentasi dan juga berdiskusi mengenai isu-isu lingkungan.”
Kolaborasi tersebut menunjukkan pertukaran pelajar dapat dikembangkan menjadi pembelajaran berbasis persoalan nyata. Siswa tidak hanya mengenal perbedaan budaya, tetapi juga diajak melihat persoalan lingkungan dari perspektif Indonesia dan Jepang.
Dengan pendekatan tersebut, Culture Exchange SMA BSS dan Joto High School menjadi ruang untuk membangun kesadaran lingkungan sejak sekolah. Pertukaran pengalaman diharapkan dapat mendorong siswa menerapkan kebiasaan pengelolaan sampah secara lebih bertanggung jawab di lingkungan masing-masing. (ndr)














