Kanal24, Malang – Perubahan cara generasi muda memperoleh informasi turut mengubah pola mereka dalam menyampaikan aspirasi. Kondisi ini mendorong perlunya ruang komunikasi yang mampu mempertemukan suara generasi muda dengan pemangku kebijakan secara adaptif dan berbasis data.
Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) merespons kebutuhan tersebut melalui Diskusi Publik “Cakapolitika Town Hall 2026” sekaligus rilis hasil survei generasi muda Kota Malang. Kegiatan bertajuk “Suara Muda, Kebijakan Tepat: Membaca Perilaku Politik Gen Z Kota Malang untuk Kebijakan Publik Berbasis Data” digelar Kamis (24/9/2026) di Aula Gedung A Lantai 4 FIA UB.
Baca Juga:
Workshop Riset Survei FIA UB dan Indopol Bekali Skill Praktis Mahasiswa
Cakapolitika Buka Ruang Dialog Generasi Muda
Kepala Laboratorium Politik dan Tata Pemerintahan FIA UB, Dr. Ike Wanusmawate, S.Sos., M.AP., menjelaskan Cakapolitika merupakan bagian dari riset dalam skema program Globalizing UB. Kegiatan tersebut dikembangkan untuk membaca sekaligus mengonfirmasi temuan riset mengenai generasi muda Kota Malang.
Diskusi digelar secara hibrida dengan melibatkan peserta secara luring dan daring melalui siaran YouTube. Forum tersebut juga menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, KPU hingga unsur akademisi.

“Harapannya ini adalah untuk mengkonfirmasi hasil riset yang sudah dilakukan oleh tim kita Cakapolitika untuk mendapatkan respon tanggapan dari Gen Z dan dari para stakeholder,” ujar Ike.
Menurutnya, Cakapolitika tidak hanya diarahkan sebagai forum diskusi. Program tersebut juga mendorong integrasi partisipasi pemuda ke dalam ruang digital.
Ike menyebut hasil akhirnya akan dikembangkan menjadi platform Cakapolitika UBID. Platform tersebut nantinya mengemas suara pemuda, warga, serta pemangku kepentingan sebagai bahan dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis data.
Perkuat Komunikasi Warga dan Pemimpin Politik
Mitra GUB dari Indopol Survey & Consulting, Ratno Sulistyanta, M.Ikom., mengatakan Cakapolitika telah dikembangkan selama tiga tahun. Program tersebut berangkat dari temuan mengenai adanya ruang digital yang dapat dimanfaatkan untuk mendekatkan warga dengan pemimpin politik.
“Cakapolitika ini satu program yang diinisiasi oleh Globalizing UB beserta mitranya yaitu Indopol Survey and Consulting untuk menjembatani persoalan komunikasi politik antara warga dengan pemimpin politik,” jelas Ratno.
Menurut Ratno, Cakapolitika sebelumnya juga dikembangkan melalui aplikasi yang memungkinkan warga menyampaikan pengaduan, kritik, dan masukan kepada pemimpin politik.
Wakil Rektor 4 UB, Prof. Andi Kurniawan, S.Pi., M.Eng., D.Sc., mengatakan hasil riset Cakapolitika menunjukkan perlunya penyesuaian dalam pendidikan kewarganegaraan dan politik.
“Secara substansi sebenarnya mereka punya, tapi bagaimana mendapatkan informasi dan mengekspresikannya itu sudah berbeda dari satu dekade yang lalu,” kata Andi.
Menurutnya, generasi muda memiliki kepedulian terhadap isu pemerintahan dan persoalan sosial. Tantangannya berada pada kemampuan memilah informasi sebelum menyampaikan pendapat maupun aspirasi.
Dorong Platform Digital Berbasis Data
Pengembangan platform digital menjadi salah satu tindak lanjut yang disiapkan melalui Cakapolitika. Platform tersebut diharapkan menjadi ruang pertemuan antara suara masyarakat dan pemimpin politik.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Malang, Noer Rahman Wijaya, ST, MM., menyambut hasil riset tersebut sebagai masukan bagi pemerintah daerah. Menurutnya, data mengenai generasi muda dapat membantu pemerintah memahami dinamika masyarakat secara lebih baik.
Ia juga mendorong adanya kesinambungan antara akademisi, generasi muda, dan Pemerintah Kota Malang melalui kegiatan lanjutan.
Anggota DPRD Kota Malang Komisi C Fraksi NasDem, Dito Arif Rakhmadi, S.AP., MAP., menilai temuan penelitian dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan publik. Sejumlah isu seperti transportasi publik, kemacetan, parkir, tata ruang, dan banjir menjadi perhatian generasi muda.

“Ini bisa menjadi feedback bagi kami dalam merencanakan maupun juga menyusun kebijakan publik ke depan di Kota Malang,” tutur Dito.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Malang, Muhammad Tayyib, S.HI., menilai hasil riset dapat membantu lembaganya menyusun pendidikan pemilih yang sesuai dengan karakter generasi muda.
“Kami merasa mendapat kontribusi data bagaimana kami memahami Gen Z melakukan pendidikan pemilih yang tepat sasaran dan presisi dengan metode yang tepat sesuai dengan karakter masing-masing,” ungkap Tayyib.
Melalui Cakapolitika Town Hall 2026, FIA UB mendorong ruang dialog yang tidak berhenti pada diskusi. Hasil riset dan aspirasi generasi muda diarahkan untuk menjadi bagian dari pengembangan platform digital serta bahan rekomendasi kebijakan publik berbasis data. (ndr)















Comments 1