Kanal24, Malang – Ribuan mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB) angkatan 2026 memulai langkah pertamanya sebagai bagian dari sivitas akademika melalui Opening Ceremony Raja Brawijaya Candrasena 64. Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus sekaligus membangun kebersamaan sebelum menjalani aktivitas perkuliahan.
Opening Ceremony Raja Brawijaya Candrasena 64 berlangsung di Gedung Rektorat Universitas Brawijaya pada Senin (10/8/2026). Kegiatan diikuti mahasiswa baru dari berbagai fakultas dan dihadiri jajaran pimpinan UB. Selain seremoni penyambutan, kegiatan juga dimeriahkan sejumlah penampilan, flash mob, serta parade fakultas yang menjadi bagian dari rangkaian pengenalan kehidupan kampus.
Baca juga:
UB Hadirkan Milkotester Digital, Harga Susu Peternak Kini Lebih Akurat

Persiapan Candrasena 64 Dirancang Matang
Pelaksanaan Raja Brawijaya Candrasena 64 tidak lepas dari persiapan yang dilakukan panitia. Shendy Kautsar Risa, Panitia Pengawas Dewan DPM UB sekaligus Ketua Komisi, mengatakan persiapan telah dilakukan secara menyeluruh dengan skema yang dirancang sebelum kegiatan berlangsung.
“Oke. Baik. Untuk persiapan Raja Brawijaya di tahun 2026 ini, persiapannya sudah 100% matang dan kami sendiri sudah merancang sedemikian rupa dengan skema-skema yang sudah kami tentukan sebelumnya, gitu,” ujar Risa.
Kesiapan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan rangkaian kegiatan mahasiswa baru berjalan sesuai dengan konsep yang telah ditentukan. Panitia tidak hanya mempersiapkan aspek teknis, tetapi juga menghadirkan sejumlah agenda yang membedakan Candrasena 64 dari pelaksanaan sebelumnya.
Flash Mob dan Parade Fakultas Jadi Pembeda
Salah satu pembaruan dalam Raja Brawijaya Candrasena 64 adalah hadirnya flash mob yang melibatkan mahasiswa dari FILKOM dan FEB. Selain itu, panitia menghadirkan parade fakultas sebagai bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru.
Rangkaian tersebut juga melibatkan mahasiswa internasional. Mereka ikut ambil bagian dalam parade sekaligus menggunakan bahasa Inggris dalam salah satu bagian kegiatan. Keterlibatan tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa baru untuk melihat keberagaman yang menjadi bagian dari kehidupan akademik di UB.
“Nah, untuk pembeda dari tahun lalu daripada tahun ini, yang pertama yaitu ada flash mob dari Gedung FILKOM, FEB dan juga ada yang namanya parade fakultas. Selain itu juga kita mengikutsertakan mahasiswa internasional untuk nantinya ikut parade, juga ikut speak English juga nantinya, gitu,” jelas Risa.
Kehadiran parade fakultas sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan identitas masing-masing fakultas kepada mahasiswa baru. Sementara keterlibatan mahasiswa internasional memperlihatkan lingkungan kampus yang semakin beragam.
Antusiasme Maba Warnai Pembukaan
Sejak pagi, antusiasme mahasiswa baru terlihat dari kehadiran mereka di lokasi kegiatan. Mahasiswa mengikuti arahan yang telah ditentukan panitia dan membawa perlengkapan sesuai ketentuan. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator kesiapan mahasiswa baru mengikuti rangkaian Raja Brawijaya Candrasena 64.
Risa menilai mahasiswa baru tahun 2026 menunjukkan antusiasme yang tinggi. Menurutnya, hal tersebut terlihat dari kedatangan mahasiswa hingga ekspresi mereka saat mengikuti kegiatan. Sejumlah mahasiswa juga tampak didampingi orang tua ketika tiba di kampus.
“Oke, melihat kondisi yang saat ini, bahwasanya yang saya nilai juga mahasiswa baru di tahun 2026 ini memiliki antusias yang sangat tinggi. Bisa dilihat dari mungkin dari kedatangan maba itu sendiri, dari persiapan barang bawaan yang telah ditentukan oleh panitia,” ungkapnya.
Rangkaian Raja Brawijaya Candrasena 64 kemudian menjadi pintu awal mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan UB. Tidak hanya mengenalkan kehidupan kampus, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membangun relasi, mengenal keberagaman fakultas, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap almamater sejak awal perjalanan akademik. (ndr)














