Kanal24, Malang – Kemudahan mengakses layanan keuangan digital membuat masyarakat perlu semakin cermat dalam mengambil keputusan finansial. Tanpa pemahaman yang cukup, tawaran pinjaman online ilegal hingga praktik judi online dapat menjadi risiko yang berdampak pada kondisi ekonomi keluarga.
Persoalan tersebut menjadi perhatian Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) Kelompok 64 bersama Bank Jatim melalui Sosialisasi Literasi Keuangan 2026 di Kantor Kepala Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Kamis (30/7/2026). Sebanyak 35 masyarakat Desa Ngoran mengikuti kegiatan yang membahas tata kelola keuangan, pinjaman online, dan bahaya judi online.
Baca juga:
Mahasiswa UB Dampingi UMKM Sidorejo Masuk Google Business Profile
Bekali Warga dengan Pengelolaan Keuangan yang Bijak
Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tata kelola keuangan sekaligus mendorong kemampuan mengambil keputusan finansial secara lebih bijak.

Materi pertama membahas pengelolaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta diajak memahami pentingnya membuat perencanaan keuangan, mengatur pemasukan dan pengeluaran, serta menentukan skala prioritas kebutuhan.
Pembahasan tersebut menjadi bagian penting dari literasi keuangan karena pengelolaan keuangan tidak hanya berkaitan dengan jumlah pemasukan, tetapi juga bagaimana masyarakat menentukan kebutuhan dan mengambil keputusan berdasarkan kemampuan yang dimiliki.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Sekretaris Kecamatan Nglegok, Kepala Desa Ngoran, dan Koordinator Desa MMD UB Kelompok 64 sebelum dilanjutkan dengan penyampaian materi.
Koordinator Desa MMD UB Kelompok 64, Eka, mengatakan edukasi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat dalam menghadapi perkembangan layanan keuangan digital.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat tidak hanya memahami cara mengelola keuangan dengan lebih baik, tetapi juga semakin waspada terhadap risiko pinjaman online ilegal dan judi online. Literasi keuangan merupakan bekal penting agar masyarakat mampu mengambil keputusan finansial yang bijak dan menjaga kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Warga Diajak Waspada Pinjaman Online Ilegal
Materi kemudian dilanjutkan dengan edukasi mengenai pinjaman online yang disampaikan oleh narasumber dari Bank Jatim.

Peserta mendapatkan penjelasan mengenai perbedaan layanan pinjaman online legal dan ilegal, ciri-ciri penawaran pinjaman yang berisiko, serta langkah yang dapat dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan layanan keuangan digital.
Edukasi tidak berhenti pada pinjaman online. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai bahaya judi online dan berbagai dampak ekonomi maupun sosial yang dapat ditimbulkan.
Pembahasan dua isu tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat agar lebih berhati-hati ketika berhadapan dengan berbagai tawaran layanan maupun aktivitas finansial di ruang digital.
Antusiasme terlihat selama sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta mengajukan pertanyaan mengenai pengelolaan keuangan keluarga, keamanan layanan pinjaman online, hingga cara menghindari praktik judi online.
Kolaborasi MMD UB dan Bank Jatim Perkuat Literasi Keuangan
Dosen Pembimbing Lapang MMD UB Kelompok 64, Endry Putra, S.I.Kom., M.I.Kom., mengapresiasi kolaborasi mahasiswa dan Bank Jatim dalam menghadirkan edukasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Literasi keuangan menjadi salah satu kemampuan yang perlu dimiliki masyarakat di era digital. Edukasi mengenai pengelolaan keuangan, pinjaman online, dan judi online diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga dapat mengambil keputusan finansial yang lebih tepat dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Desa Ngoran mendapatkan pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan sekaligus pemahaman mengenai risiko yang perlu diwaspadai dalam menggunakan layanan keuangan digital.
Bagi MMD UB Kelompok 64, sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Sementara bagi peserta, materi yang disampaikan menjadi bekal untuk lebih bijak mengelola keuangan dan mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan finansial.
Kegiatan Sosialisasi Literasi Keuangan 2026 pun menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, perbankan, dan masyarakat dalam memperkuat pemahaman mengenai keuangan yang sehat dan bertanggung jawab. (ern)














