Kanal24, Malang – Mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB) 2026 tidak hanya dikenalkan dengan kehidupan kampus pada hari pertama Raja Brawijaya Candrasena 64. Mereka juga mendapatkan pembekalan mengenai integritas dan kepemimpinan, energi, serta dunia ketenagakerjaan melalui tiga pemateri dari institusi nasional.
Rangkaian tersebut berlangsung di Gedung Samantha Krida UB, Senin (10/8/2026), sebagai bagian dari pelaksanaan PKKMB Raja Brawijaya Candrasena 64.
Wakil Ketua Pelaksana Raja Brawijaya Candrasena 64 yang membersamai Divisi Acara, Penugasan, dan Kesekretariatan, Elvar Farel Gibran, mengatakan tiga materi tersebut disusun untuk memberikan pembekalan yang berkesinambungan kepada mahasiswa baru.
Baca juga:
RAJA Brawijaya 2026 Siapkan Mahasiswa Hadapi Dunia Kuliah

“Untuk kegiatan hari ini, kami memiliki tiga materi. Yang pertama adalah integritas kepemimpinan. Kemudian ada informasi yang akan disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal ESDM. Lalu ada juga materi dari BPJS Ketenagakerjaan. Ketiga materi tersebut saling berkesinambungan dengan Ordik Ormawa di Universitas Brawijaya,” ujar Elvar.
Ketua MA Bahas Integritas dan Kepemimpinan
Materi pertama disampaikan Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H., Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia. Dalam sesi tersebut, mahasiswa baru mendapatkan materi mengenai integritas dan kepemimpinan transformasi.
Menurut Elvar, setelah pemaparan materi, mahasiswa baru juga mendapatkan kesempatan mengikuti sesi tanya jawab. Forum tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan pertanyaan maupun hal-hal yang masih belum dipahami dari materi.
Kehadiran Ketua Mahkamah Agung menjadi salah satu bagian dari upaya panitia menghadirkan perspektif dari tokoh nasional dalam rangkaian pembekalan mahasiswa baru.
Selain Prof. Sunarto, materi lainnya disampaikan Prof. Dr. Ahmad Erani Yustika, Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Dr. Saiful Hidayat, M.T., Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan.
Panitia Pertimbangkan Kapasitas dan Kehadiran Narasumber
Elvar menjelaskan, keputusan menghadirkan tiga pemateri tersebut melalui berbagai pertimbangan. Panitia tidak hanya melihat kapasitas narasumber, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan dan kepastian kehadiran mereka dalam rangkaian kegiatan.
“Pertimbangannya begitu banyak hingga akhirnya kami memilih orang-orang yang hari ini bisa hadir, yaitu Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Sekretaris Jenderal ESDM, serta dari BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.
Menurut Elvar, menghadirkan tokoh-tokoh dari institusi nasional membutuhkan persiapan dan mitigasi agar rangkaian kegiatan tetap berjalan sesuai rencana.
“Kami harus mengantisipasi dan memitigasi hal-hal yang tidak kita inginkan ataupun ketidakhadiran beliau-beliau di hari ini,” lanjutnya.
Maba Didorong Semangat Menimba Ilmu
Hari pertama Raja Brawijaya Candrasena 64 diikuti mahasiswa baru dari berbagai fakultas. Selain mendapatkan materi, mahasiswa juga mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang menjadi bagian dari proses pengenalan kehidupan kampus.
Elvar berpesan agar mahasiswa baru memanfaatkan seluruh rangkaian Raja Brawijaya untuk memperluas wawasan dan pengalaman.
“Harapannya tetap semangat, terus mencari tahu ilmu selebar-lebarnya. Brawijaya adalah gudangnya ilmu,” pungkas Elvar.
Melalui rangkaian pembekalan tersebut, Raja Brawijaya Candrasena 64 tidak hanya menjadi momentum penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk mendapatkan perspektif mengenai integritas, kepemimpinan, energi, dan dunia ketenagakerjaan sebelum menjalani kehidupan akademik di Universitas Brawijaya. (nid)














