Kanal24, Malang – Universitas Brawijaya (UB) memperkuat pembinaan bagi mahasiswa penerima Beasiswa Dana Abadi. Tahun ini, sebanyak 124 mahasiswa mengikuti Pembekalan Penerima Beasiswa Dana Abadi UB 2026 yang tidak hanya membahas dukungan finansial, tetapi juga pengembangan kepemimpinan, komunikasi, dan kemampuan personal.
Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang Lantai 8 Gedung Rektorat UB, Sabtu (22/8/2026). Peserta terdiri dari 61 penerima sebelumnya dan 63 penerima baru.
Pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya UB memastikan penerima Dana Abadi tidak hanya terbantu dalam memenuhi kebutuhan pendidikan, tetapi juga memiliki bekal untuk mengembangkan potensi selama menjalani perkuliahan.
Baca Juga:
ORDIK Pascasarjana UB Dorong Mahasiswa Lulus Tepat Waktu
Dana Abadi Perluas Dukungan bagi Mahasiswa
Direktur Dana Abadi UB, Ir. Achmad Wicaksono, M.Eng., Ph.D., IPU, mengatakan program Dana Abadi UB telah berjalan sejak 2024. Pada awal pelaksanaannya, beasiswa diberikan kepada 61 mahasiswa dengan bantuan berupa Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Seiring perkembangannya, dukungan tersebut diperluas dengan biaya hidup atau living cost. Penerima memperoleh UKT sesuai ketentuan program serta bantuan biaya hidup sebesar Rp800.000 setiap bulan hingga menyelesaikan pendidikan sampai semester delapan.

“Setiap bulan kami memberikan beasiswa Rp800.000 untuk living cost. Itu sampai mereka lulus sampai di semester 8 mereka akan menerima beasiswa,” ujar Achmad.
Menurutnya, dukungan tersebut ditujukan bagi mahasiswa yang mengalami keterbatasan ekonomi agar tetap memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan. Namun, penerima juga memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan prestasi akademik.
Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi penerima adalah mempertahankan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3 hingga menyelesaikan studi.
“Di persyaratan kita ini IPK-nya juga harus tiga untuk bisa menerima beasiswa dana abadi dan harus tetap mempertahankan IPK 3 itu sampai lulus,” jelasnya.
Pembekalan Perkuat Soft Skill Mahasiswa
Dukungan Dana Abadi tidak berhenti pada bantuan finansial. UB juga memberikan pembekalan untuk memperkuat kapasitas penerima, terutama dalam aspek soft skill.
Achmad mengatakan kemampuan kepemimpinan dan komunikasi menjadi materi penting yang diberikan dalam kegiatan tersebut. Pembekalan menghadirkan sejumlah narasumber untuk memberikan wawasan yang dapat diterapkan mahasiswa selama menjalani pendidikan maupun ketika memasuki dunia profesional.
“Ya, tentunya untuk meningkatkan capacity building mereka ya. Jadi soft skill mereka terutama kemampuan leadership, komunikasi itu tadi yang sudah disampaikan juga dari beberapa narasumber,” katanya.
Bagi penerima baru, pembekalan sekaligus menjadi kesempatan untuk memahami program Dana Abadi, termasuk manfaat dan persyaratan yang harus dipenuhi selama menerima bantuan.
UB juga berencana memperluas materi pendampingan, salah satunya melalui literasi keuangan. Materi tersebut diharapkan membantu mahasiswa mengelola dukungan yang diterima sekaligus membangun kemampuan personal.
Alumni Bagikan Pengalaman Penerima Beasiswa
Pengalaman penerima sebelumnya turut menjadi bagian dari pembekalan. M. Arfan Nur F., Staf Humas UB sekaligus alumni penerima Dana Abadi dari Fakultas Kedokteran angkatan 2022, hadir untuk berbagi pengalaman kepada penerima baru.

Arfan mengatakan proses seleksi Dana Abadi cukup ketat dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, termasuk pengalaman organisasi dan prestasi.
Sebelum menerima beasiswa, ia aktif dalam organisasi selama dua tahun serta mengikuti berbagai kompetisi di tingkat nasional dan internasional, termasuk lomba karya tulis ilmiah.
“Namun, sebelumnya memang saya sudah memiliki pengalaman-pengalaman yang lain dan juga penjuaraan, di antaranya adalah dua organisasi dalam dua tahun dan menjabat sebagai PPI,” ungkap Arfan.
Setelah dinyatakan sebagai penerima, Arfan memperoleh dukungan UKT penuh serta living cost. Bantuan tersebut menurutnya memberikan ruang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuan di luar perkuliahan.
“Sehingga pada saat saya mendapatkan beasiswa itu saya bisa maksimalkan dengan baik, seperti membeli buku ataupun menabung juga untuk mencoba hal baru, seperti mengikuti les dan sebagainya,” ujarnya.
UB Siapkan Jejaring Penerima hingga Alumni
Selain pembekalan, penerima Dana Abadi UB juga memiliki wadah komunikasi melalui grup WhatsApp untuk bertukar informasi dan gagasan mengenai berbagai kegiatan.
Ke depan, UB berencana membentuk wadah khusus alumni penerima Dana Abadi. Jejaring tersebut diharapkan dapat menjaga hubungan antarpenerima setelah menyelesaikan pendidikan sekaligus membuka ruang berbagi pengalaman bagi penerima baru.
Arfan kini telah menyelesaikan pendidikan sarjana dan melanjutkan pendidikan profesi apoteker. Pengalamannya menjadi salah satu gambaran bahwa dukungan Dana Abadi dapat dimanfaatkan mahasiswa tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, tetapi juga mengembangkan kapasitas diri.
Melalui penguatan pembinaan dan jejaring tersebut, UB mendorong penerima Dana Abadi memanfaatkan dukungan yang diberikan secara optimal, menjaga prestasi akademik, serta mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan setelah menyelesaikan pendidikan. (ndr/nid)














