Kanal24, Malang – Perubahan cara generasi muda memperoleh informasi dan berkomunikasi ikut memengaruhi bagaimana mereka memahami persoalan politik. Kondisi tersebut membuat pemetaan perilaku politik Gen Z penting dilakukan, terutama untuk melihat bagaimana mereka memahami politik, literasi digital, hingga hubungan antara warga negara dan pemimpin politik.
Universitas Brawijaya (UB) melalui Fakultas Ilmu Administrasi (FIA UB) bersama Indopol Survey and Consulting melakukan riset perilaku pemuda Kota Malang dengan melibatkan 600 responden. Riset tersebut menjadi bagian dari workshop metodologi riset survei yang digelar Rabu (26/8/2026) di Lab AI, Lantai 7, Gedung E FIA UB, sekaligus menjadi tahapan pengembangan program Cakap Politika dalam Globalizing UB.
Baca Juga:
Designoholic 13.0 Hadirkan Ruang Damai Lewat Karya DKV
Memetakan Perilaku Pemuda Kota Malang
Direktur Eksekutif Indopol Survey, Ratno Sulistiyanto, M.I.Kom., menjelaskan riset tersebut menyasar pemuda Kota Malang, baik yang memiliki KTP Malang maupun mahasiswa yang berada di Kota Malang meski tidak memiliki KTP daerah tersebut. Sebanyak 600 responden disiapkan untuk memberikan gambaran mengenai perilaku pemuda dari berbagai aspek.
Menurut Ratno, penelitian tidak hanya melihat perilaku politik, tetapi juga perilaku konsumen serta pemahaman pemuda terhadap literasi digital politik. Hasil pengumpulan data nantinya akan dianalisis untuk melihat kecenderungan perilaku pemuda sekaligus menjadi dasar pengembangan program yang lebih sesuai dengan karakter generasi muda.

“Harapannya nanti kita bisa melihat sejauh mana perilaku, baik itu politik, kemudian perilaku konsumen, begitu ya. Perilaku bagaimana dia memahami literasi digital politik,” ujar Ratno.
Dalam prosesnya, peserta workshop juga dibekali pemahaman mengenai metodologi riset survei. Ratno menegaskan bahwa kualitas survei tidak ditentukan hanya dari banyaknya responden, melainkan dari ketepatan metodologi dalam menentukan sampel yang mampu merepresentasikan populasi.
Cakap Politika Berangkat dari Riset
Riset perilaku pemuda Kota Malang tersebut menjadi bagian dari pengembangan Cakap Politika yang telah dibangun melalui rangkaian penelitian sebelumnya. Ratno mengatakan, penelitian selama tiga tahun terakhir mengenai perilaku politik masyarakat Jawa Timur menemukan adanya persoalan political alienation atau keterasingan politik dan rendahnya political efficacy atau efikasi politik.
Temuan tersebut menunjukkan masih adanya jarak antara masyarakat dengan proses politik dan pemimpin yang seharusnya dapat mereka akses. Kondisi itu kemudian menjadi dasar rekomendasi untuk menghadirkan pendidikan politik sekaligus memperpendek jarak komunikasi antara warga negara dan pemimpin politik.
Cakap Politika dikembangkan sebagai program pendidikan politik yang mendorong masyarakat memahami persoalan politik secara lebih dekat. Program tersebut juga mengembangkan platform digital berbasis AI yang memungkinkan warga berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan kepada pemimpin politik yang mengikuti program.
Pengembangan tahun ini diarahkan secara khusus kepada Gen Z dengan Kota Malang sebagai prototipe. Hasil riset 600 responden nantinya akan dianalisis dan dirilis melalui kegiatan diskusi publik yang dirangkaikan dengan peluncuran pengembangan Cakap Politika.
Dari Data Menuju Pendidikan Politik
Kepala Laboratorium Politik dan Tata Pemerintahan FIA UB, Dr. Ike Wanusmawatie, S.Sos., M.AP., mengatakan riset tersebut merupakan bagian dari program Globalizing UB melalui skema inkubasi riset. Kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan mahasiswa diharapkan dapat memperkuat proses penelitian sekaligus memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa.
Keterlibatan mahasiswa dalam proses tersebut tidak hanya diarahkan untuk memahami teori penelitian, tetapi juga mengenal tahapan menghasilkan data survei yang valid. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal mahasiswa dalam menyusun penelitian akademik maupun memasuki bidang profesional seperti lembaga survei dan konsultan politik.
Ike menambahkan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas asisten Laboratorium Politik dan Tata Pemerintahan. Selain itu, riset memiliki luaran berupa publikasi artikel berbahasa asing, video publikasi, serta peluang pengembangan kerja sama lanjutan.
Sementara itu, pengembangan Cakap Politika tahun ini menghadirkan menu baru bernama Cakap Rom yang memuat pendidikan wawasan kebangsaan. Pengembangan tersebut menjadi upaya untuk menghadirkan pendidikan politik yang lebih dekat dengan generasi muda melalui pendekatan digital.
Ratno berharap kolaborasi UB dan Indopol dapat terus mendorong pengembangan keilmuan, khususnya di bidang politik dan pemerintahan. Ia juga berharap hasil riset tidak berhenti sebagai data akademik, tetapi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Malang, Jawa Timur, hingga tingkat nasional.
“Dampak dari ilmu ini bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga negara Kota Malang, Jawa Timur, bahkan nasional,” ujar Ratno.
Melalui riset ini, pemetaan perilaku Gen Z diharapkan dapat menjadi dasar untuk memahami kebutuhan pendidikan politik generasi muda. Temuan tersebut juga diharapkan membuka ruang komunikasi yang lebih dekat antara generasi muda, masyarakat, dan pemimpin politik. (ndr)














