Kanal24, Malang – Empat tim mahasiswa Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) memamerkan karya hasil Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026. Mulai dari inovasi berbasis riset, teknologi pengolahan, pemberdayaan masyarakat, hingga kewirausahaan ditampilkan dalam EXPO PKM BOX PIMNAS X PIMBA di area parkir FTAB UB, Kamis (27/8/2026).
Karya-karya tersebut diperkenalkan melalui EXPO PKM BOX PIMNAS X PIMBA yang digelar FTAB UB di area parkir FTAB UB, Kamis (27/8/2026). Kegiatan satu hari ini menampilkan empat tim FTAB yang lolos pendanaan nasional Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026 serta dua booth PIMBA yang menghadirkan mahasiswa penerima pendanaan tahun sebelumnya.
Baca Juga:
Mahasiswa FTAB UB Edukasi Penjernihan Minyak Jelantah Berbasis Kunyit
Empat Karya dari Beragam Skema
Dekan FTAB UB Prof. Yusuf Hendrawan mengatakan expo menjadi wadah untuk memamerkan hasil kreativitas mahasiswa yang telah memperoleh pendanaan PKM. Menurutnya, karya tersebut diharapkan tidak hanya menjadi capaian mahasiswa, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ini adalah bentuk pameran untuk hasil-hasil kreativitas mahasiswa yang sudah tergabung dalam PKM yang didanai,” ujar Yusuf.
Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa FTAB UB Dr. Ir. Mochamad Bagus Hermanto menjelaskan empat tim yang dipamerkan berasal dari skema PKM-RE, PKM-PI, PKM-PM, dan PKM-K.
Pada skema PKM-RE, mahasiswa mengembangkan tonik berbahan daun pegagan yang berkaitan dengan sunblock. Sementara PKM-PI mengembangkan pasteurisasi menggunakan teknologi vakum untuk susu kedelai.
Adapun tim PKM-PM berfokus pada pendampingan komunitas disabilitas agar lebih mandiri dan berdaya. Sementara PKM-K mengembangkan gagasan di bidang kewirausahaan.
Keempat karya tersebut menunjukkan beragam pendekatan mahasiswa dalam mengembangkan gagasan, mulai dari riset eksakta hingga penerapan teknologi dan pemberdayaan masyarakat.
PIMBA Jadi Ruang Berbagi Pengalaman
Selain empat tim penerima pendanaan 2026, expo juga menghadirkan dua booth PIMBA. Mahasiswa yang sebelumnya telah lolos pendanaan PKM membagikan pengalaman dan strategi kepada mahasiswa lain yang ingin mengikuti program serupa.
Bagus mengatakan PIMBA menjadi ruang berbagi mengenai proses penyusunan proposal hingga pemilihan topik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“PIMBA adalah beberapa tim PKM yang sudah lolos pendanaan tahun lalu, kemudian memberikan tips dan trik bagaimana supaya lolos pendanaan dan topik-topiknya yang kira-kira sangat tren pada masa ini,” jelas Bagus.
Menurutnya, gagasan yang dibawa dalam PKM perlu memiliki nilai solutif sehingga mampu memberikan dampak yang lebih luas.
“Artinya, solutif dan berdampak kepada masyarakat. Itu yang biasanya terpilih menjadi topik-topik yang saat ini dibutuhkan oleh bangsa dan negara, terutama masyarakat Indonesia,” tambahnya.
Kehadiran PIMBA juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dari pengalaman peserta PKM sebelumnya, terutama mengenai proses mengikuti program hingga mendapatkan pendanaan.
Dorong Budaya Inovasi Mahasiswa
Expo PKM tidak hanya menjadi ruang untuk melihat hasil karya. Mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan langsung gagasan mereka kepada mahasiswa lain, masyarakat, dan media yang hadir di lokasi.
Bagus menyebut interaksi tersebut penting untuk membangun kemampuan mahasiswa dalam mengomunikasikan karya secara langsung.
“Ini merupakan bagian adik-adik untuk bertatap langsung dengan media massa, bertatapan langsung dengan mahasiswa dan juga masyarakat yang mungkin nanti mampir di sini,” ujarnya.
Bagi FTAB UB, kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda tahunan untuk mendorong budaya inovasi mahasiswa. Yusuf mengatakan fakultas ingin karya yang dikembangkan mahasiswa memiliki manfaat yang dapat dirasakan di luar lingkungan kampus.
“Golnya dari kegiatan ini, yang jelas inovasi-inovasi mahasiswa ini kita harapkan memiliki dampak kepada masyarakat,” kata Yusuf.
Melalui EXPO PKM BOX PIMNAS X PIMBA, FTAB UB tidak hanya memamerkan hasil kreativitas mahasiswa, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk saling berbagi pengalaman. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya fakultas memperkuat ekosistem inovasi dan mendorong mahasiswa menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. (ndr)














