Kanal24, Malang – Empat tim mahasiswa Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) tidak ingin berhenti setelah meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026. Keempatnya kini mendapat pembinaan untuk melewati tahapan pelaksanaan dan evaluasi sekaligus membidik kesempatan tampil di Pekan Ilmiah Nasional Mahasiswa (PIMNAS).
Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) kini menyiapkan empat tim penerima pendanaan PKM 2026 untuk melewati tahapan tersebut. Pembinaan menjadi bagian penting dari strategi fakultas untuk mengawal mahasiswa hingga mampu bersaing di tingkat nasional, salah satunya ditunjukkan melalui EXPO PKM BOX PIMNAS X PIMBA di area parkir FTAB UB, Kamis (27/8/2026).
Baca Juga:
147 Karya Ilmiah Ramaikan STPI IV 2026, FTAB UB Perkuat Sinergi Riset Pertanian
Empat Tim Lolos Pendanaan Nasional
Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa FTAB UB Dr. Ir. Mochamad Bagus Hermanto mengatakan empat tim FTAB berhasil lolos pendanaan nasional PKM 2026.
Keempat tim tersebut berasal dari skema PKM-RE, PKM-PI, PKM-PM, dan PKM-K. Setiap tim mengembangkan program dengan fokus berbeda, mulai dari riset eksakta, penerapan teknologi, pemberdayaan masyarakat hingga kewirausahaan.
PKM-RE mengembangkan tonik berbahan daun pegagan yang berkaitan dengan sunblock. Sementara PKM-PI mengembangkan pasteurisasi menggunakan teknologi vakum untuk susu kedelai.
Adapun PKM-PM berfokus pada pendampingan komunitas disabilitas agar lebih mandiri dan berdaya. Sementara PKM-K mengangkat bidang kewirausahaan.

“Baik, ini adalah dari empat tim FTAB yang lolos pendanaan nasional PKM 2026,” ujar Bagus.
Empat tim tersebut kini tidak hanya dituntut menyelesaikan program, tetapi juga mempersiapkan hasil kegiatan agar dapat melalui tahapan evaluasi nasional.
Pembinaan Jadi Kunci Persiapan
FTAB UB menempatkan pembinaan sebagai bagian dari proses untuk menjaga kesiapan tim selama menjalankan program. Bagus menyebut tim fakultas dan universitas, termasuk UPT Manajemen Talenta, turut melakukan pendampingan melalui monitoring dan evaluasi.
Pembinaan tidak hanya berkaitan dengan substansi program. Mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas karena hasil kegiatan nantinya harus dipresentasikan dalam proses penilaian.
Menurut Bagus, kesempatan bertemu langsung dengan masyarakat dan media dalam expo dapat menjadi latihan bagi mahasiswa untuk menjelaskan karya yang mereka kembangkan.
“Ini merupakan bagian adik-adik untuk bertatap langsung dengan media massa, bertatapan langsung dengan mahasiswa dan juga masyarakat yang mungkin nanti mampir di sini,” jelasnya.
Pengalaman tersebut diharapkan membantu mahasiswa membangun kepercayaan diri sekaligus memahami bagaimana menyampaikan gagasan secara efektif kepada orang lain.
Dekan FTAB UB Prof. Yusuf Hendrawan menegaskan pembinaan diarahkan agar inovasi mahasiswa tidak hanya mengejar capaian kompetisi, tetapi juga memiliki manfaat nyata.

“Golnya dari kegiatan ini, yang jelas inovasi-inovasi mahasiswa ini kita harapkan memiliki dampak kepada masyarakat,” kata Yusuf.
Targetkan Tembus PIMNAS
Perjalanan menuju PIMNAS berlangsung melalui beberapa tahapan. Guru Besar Pemetaan Sumber Daya Pesisir dan Laut FPIK UB Prof. Dr. Eng. Abu Bakar Sambah menjelaskan mahasiswa harus menjalankan program dan menyampaikan laporan sebelum mendapatkan kesempatan melaju ke kompetisi nasional.

“Kalau dianggap nilainya bagus di pelaporan tengahnya, mereka akan diundang ke PIMNAS atau Pekan Ilmiah Nasional Mahasiswa,” ujar Abu Bakar.
Mahasiswa yang berhasil lolos ke PIMNAS selanjutnya akan mempresentasikan hasil program secara langsung di hadapan dewan reviewer nasional. Mereka akan berhadapan dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memperebutkan posisi terbaik.
Karena itu, target FTAB tidak berhenti pada keberhasilan memperoleh pendanaan. Fakultas berharap empat tim yang telah lolos dapat melanjutkan capaian tersebut hingga meraih prestasi di PIMNAS.
“Harapan kami anak-anak mahasiswa bisa juara nanti di Pimnas, sebagaimana kita di fakultas selalu semangat untuk berprestasi dan selalu juara,” tegas Yusuf.
Target tersebut kini menjadi pekerjaan lanjutan bagi FTAB UB. Empat tim harus menjaga kualitas pelaksanaan program, memenuhi tahapan evaluasi, sekaligus mematangkan kemampuan presentasi agar peluang melaju ke PIMNAS semakin terbuka.
Dengan pembinaan dan monitoring yang dilakukan sejak tahap pelaksanaan, FTAB UB berupaya memastikan pendanaan PKM tidak berhenti sebagai capaian administratif. Program tersebut diarahkan menjadi pijakan bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya yang berdampak sekaligus membawa prestasi fakultas di tingkat nasional. (ndr)














