Kanal24, Malang – Berburu buku tidak selalu harus menguras kantong. Di Gazebo Perpustakaan Universitas Brawijaya, mahasiswa dapat menemukan beragam koleksi buku sekaligus promo dengan harga yang lebih terjangkau melalui Creative Book Fair 2026. Pilihan bacaan mulai dari paket Rp20 ribu hingga satu kantong buku seharga Rp50 ribu menjadi salah satu daya tarik kegiatan tersebut.
Creative Book Fair 2026 digelar UB PRESS bersama Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Malang pada Senin (31/8/2026) di Gazebo Perpustakaan Universitas Brawijaya. Tahun ini, kegiatan menghadirkan delapan penerbit dan empat stan kopi. Selain pameran dan penjualan buku, rangkaian acara juga terhubung dengan Open House Raja Brawijaya 2026 serta agenda bedah buku yang dijadwalkan pada 2 September 2026.
Baca Juga:
2 Hari di Kemloko, MMD UB 63 Tinggalkan Karya dan Ruang Tumbuh
Buku Fisik Didekatkan Kembali ke Mahasiswa
PIC Creative Book Fair 2026 sekaligus Digital Marketing & Event Specialist UB PRESS, Yulinda Priatma, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang pertemuan antara mahasiswa dengan penerbit dan koleksi buku yang tersedia.
Menurutnya, book fair di lingkungan kampus menjadi salah satu cara untuk mendekatkan buku fisik kepada mahasiswa. Interaksi langsung dengan buku dan penerbit dinilai tetap memiliki ruang di tengah beragam pilihan sumber bacaan yang tersedia saat ini.

“Latar belakang dan tujuan utama dari pengadaan Creative Book Fair yang pastinya mempertemukan mahasiswa. Apalagi mahasiswa kan sekarang lagi maraknya senang buku fisik,” ujar Yulinda.
Untuk menarik minat pengunjung, penyelenggara juga menghadirkan sejumlah promo. Pengunjung dapat menemukan paket buku seharga Rp20 ribu, diskon 20 persen, hingga promo satu kantong buku seharga Rp50 ribu.
Bagi mahasiswa, skema tersebut memberikan kesempatan untuk mendapatkan lebih dari satu bacaan dengan biaya yang relatif terjangkau. Promo juga menjadi bagian dari strategi pameran untuk membuat aktivitas membeli buku lebih mudah dijangkau.
Delapan Penerbit Ramaikan Gazebo Perpustakaan UB
Sebanyak delapan penerbit hadir membawa koleksi dari berbagai tema. Sementara itu, empat stan kopi melengkapi area kegiatan dan membuat kawasan pameran tidak hanya menjadi tempat transaksi buku, tetapi juga ruang singgah bagi mahasiswa.
Rangkaian Creative Book Fair 2026 sebelumnya telah hadir dalam Open House Raja Brawijaya 2026 pada Sabtu dan Minggu. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan grand opening yang dihadiri jajaran pimpinan UB PRESS, BPU, serta Perpustakaan Universitas Brawijaya.
Manager UB Media Press, Zulfikar Rakhmadhi Putra, mengatakan kegiatan tahunan tersebut tidak hanya berorientasi pada penjualan buku. Keberadaan book fair juga diarahkan untuk mendukung budaya literasi dan meningkatkan daya baca mahasiswa.

“Tujuannya satu, pastinya men-support kegiatan literasi. Yang kedua, mendukung daya baca mahasiswa khususnya mahasiswa Universitas Brawijaya,” kata Zulfikar.
Menurut Zulfikar, keberadaan buku dengan harga lebih ekonomis diharapkan dapat menjadi salah satu stimulus bagi mahasiswa untuk membaca sekaligus meningkatkan kunjungan ke perpustakaan.
Book Fair Berlanjut ke Ruang Diskusi
Creative Book Fair 2026 tidak berhenti pada pameran dan transaksi buku. Rangkaian kegiatan juga dilanjutkan dengan agenda bedah buku pada 2 September 2026 di Ruang Pertemuan 2 Perpustakaan UB.
Bedah buku tersebut mengangkat topik psikologi dan kesehatan mental mahasiswa. Agenda ini memperluas fungsi book fair dari sekadar ruang jual beli menjadi ruang pertemuan dan diskusi mengenai isu yang dekat dengan kehidupan mahasiswa.
Zulfikar berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dorongan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kebiasaan membaca.
“Semoga adanya book fair ini bisa meningkatkan daya baca mahasiswa,” ujarnya.
Creative Book Fair 2026 pada akhirnya menawarkan lebih dari sekadar deretan stan buku. Promo harga menjadi pintu masuk untuk menarik mahasiswa, sementara kehadiran penerbit dan agenda diskusi memperluas pengalaman literasi di lingkungan kampus.
Di tengah perubahan cara mahasiswa mengakses informasi, kehadiran book fair menjadi salah satu ruang yang mempertemukan kembali pembaca dengan buku secara langsung. Bagi mahasiswa UB, kesempatan itu hadir bersamaan dengan pilihan buku yang lebih terjangkau dan ruang diskusi yang relevan dengan kehidupan mereka. (ndr/ern)













