Kanal24, Malang – Riuh chant dan gerakan serempak mahasiswa baru Candra Sena menjadi salah satu warna dalam Open House RAJA Brawijaya 2026. Di tengah rangkaian pengenalan kehidupan kampus, momen tersebut tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal identitas fakultas, membangun rasa memiliki, serta merasakan kebersamaan sebagai bagian dari Universitas Brawijaya.
Open House RAJA Brawijaya 2026 berlangsung pada Minggu (30/8/2026). Rangkaian kegiatan diisi dengan Talkshow Eksplorasi, orasi semangat, serta Chant Class yang dipimpin langsung oleh Brawijayans. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru diperkenalkan pada kultur suporter sekaligus diajak memahami bahwa identitas fakultas dapat berjalan beriringan dengan semangat persatuan sebagai bagian dari keluarga besar Brawijaya.
Mengenalkan Rasa Memiliki dari Fakultas
Bagi Brawijayans, pertemuan dengan mahasiswa baru bukan sekadar kesempatan untuk membangun suasana acara. Ada pesan tentang rasa memiliki yang ingin ditanamkan sejak awal, terutama terhadap kampus dan fakultas yang akan menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa selama menjalani pendidikan tinggi.
Wawan Krisnanda dari FBiPK mengatakan, mahasiswa baru perlu memiliki rasa cinta terhadap Universitas Brawijaya sekaligus mengenal lebih dekat identitas fakultasnya.

“Apa yang ingin kami bangun untuk adik-adik kami tercinta, adik-adik mahasiswa baru Candra Sena adalah rasa memiliki dan juga rasa cinta terhadap kampusnya sendiri, kampus Brawijaya,” ujar Wawan.
Menurut Wawan, rasa memiliki tersebut tidak berhenti pada tingkat universitas. Identitas fakultas juga menjadi bagian penting karena Brawijayans sendiri merupakan wadah yang mempertemukan suporter dari berbagai fakultas di kampus Malang maupun Kediri.
Keragaman identitas itu kemudian hadir melalui jargon masing-masing. FBiPK membawa seruan “Kita tani takkan mati. Tani joyo hutan lestari”, Fakultas Vokasi dengan “Vokasi satu praktisi sejati”, sedangkan FPIK menggaungkan “Layar dayung pinisi datang.”
Chant Class Perlihatkan Semangat Lintas Fakultas
Pesan kebersamaan tersebut kemudian terasa dalam Chant Class. Mahasiswa baru mengikuti chant bersama Brawijayans, sekaligus mendapatkan pengalaman awal mengenai kultur suporter yang berkembang di lingkungan Universitas Brawijaya.
Muhammad Hafizh Al-lahuty dari FPIK mengatakan, pengenalan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa baru memahami budaya suporter sebelum nantinya terlibat dalam kelompok pendukung di fakultas masing-masing.
“Brawijayans hadir di OH Raja Brawijaya ini untuk memperkenalkan bagaimana culture kita dalam supporter di Universitas Brawijaya ini yang di mana nantinya mereka sudah tahu dan lebih gampang kepada masuk ultras ke fakultas-fakultasnya masing-masing dan cinta akan fakultas-fakultasnya masing-masing lewat dukungan dari menjadi supporter,” jelas Hafizh.
Sementara itu, Atha Prayoga dari Fakultas Vokasi menekankan bahwa perbedaan antar-fakultas tidak harus menjadi batas ketika mahasiswa berada dalam satu identitas sebagai bagian dari Universitas Brawijaya.
“Mungkin ketika ada kompetisi antar-fakultas mungkin kita memang bermusuhan, tapi ketika waktunya bersatu kita bersatu tanpa membedakan golongan maupun lainnya,” ujar Atha.
Pesan tersebut menjadi salah satu nilai yang dibawa dalam Chant Class. Mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan chant, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana identitas fakultas dapat bertemu dalam semangat kebersamaan.
Maba Rasakan Energi Kebersamaan
Kesan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari mahasiswa baru. Ridwan Abdul Fajar, mahasiswa baru FISIP, merasakan suasana yang berbeda setelah mengikuti kegiatan bersama Brawijayans.

“Tadi aku ngerasain sih seru banget terus pada kompak-kompak gitu. Pokoknya tadi acaranya tuh meriah banget. Jadi tadi yang awalnya kayak capek jadi semangat lagi,” ungkap Ridwan.
Bagi Ridwan, kekompakan yang ditunjukkan selama kegiatan mampu mengubah suasana setelah mengikuti rangkaian aktivitas pengenalan kampus.
M. Ridho Alfarizi Nasution, mahasiswa baru Fakultas Vokasi, juga merasakan pengalaman serupa. Ia melihat interaksi selama Chant Class mampu menciptakan kedekatan antarmahasiswa baru.
“Iya. Aku juga ngerasa jadi kayak kita keluarga gitu. Benar. Jadi kita tadi pas chant kan rangkul-rangkul terus kayak lompat-lompat bareng tuh benar-benar seru banget sih,” kata Ridho.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pengenalan kehidupan kampus tidak hanya berlangsung melalui penyampaian informasi formal. Bagi mahasiswa baru, interaksi langsung dan pengalaman bersama dapat menjadi pintu awal untuk mengenal budaya kampus sekaligus membangun hubungan dengan mahasiswa dari fakultas lain.
Melalui Open House RAJA Brawijaya 2026, Brawijayans membawa pesan bahwa perbedaan fakultas tidak harus berujung pada jarak. Ketika identitas tersebut dipertemukan dalam satu semangat Brawijaya, kemeriahan Chant Class menjadi lebih dari sekadar suara dan gerakan bersama, tetapi menjadi pengalaman awal bagi Candra Sena untuk menemukan rasa memiliki di lingkungan kampus barunya. (ndr)













