Kanal24, Malang – Masa awal menjadi mahasiswa tidak hanya diisi dengan pengenalan ruang kuliah dan lingkungan akademik. Kesempatan untuk menjelajahi berbagai aktivitas kemahasiswaan juga menjadi bagian penting agar mahasiswa baru dapat mengenali kehidupan kampus secara lebih luas. Hal tersebut dihadirkan melalui rangkaian Open House Raja Brawijaya 2026 yang mengajak mahasiswa baru berinteraksi langsung dengan berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan aktivitas kampus.
Salah satu mahasiswa baru UB, Ammira Farah Ramadhina, membagikan pengalamannya mengikuti hari pertama Open House Raja Brawijaya di Universitas Brawijaya, Sabtu (29/08/2026). Menurutnya, rangkaian kegiatan yang dikemas dengan aktivitas eksplorasi membuat mahasiswa baru lebih antusias mengikuti kegiatan sejak awal.
Baca juga:
FTAB UB Sulap Limbah SPPG Jadi Pakan Ikan
Eksplorasi Dimulai dari Berburu Stempel
Salah satu aktivitas yang menarik perhatian mahasiswa baru adalah tantangan mengumpulkan stempel dari sejumlah titik yang telah ditentukan panitia. Ammira mengatakan terdapat empat stempel yang harus dicari mahasiswa baru di lokasi berbeda sebelum mengikuti rangkaian kegiatan selanjutnya.
“Jadi sebelum kita ikutan open house, kita harus cari-cari stempel. Ada empat stempel kalau enggak salah itu di beda-beda spot,” ujar Ammira.

Menurutnya, aktivitas tersebut membuat mahasiswa baru tidak hanya berkumpul di satu lokasi, tetapi terdorong untuk bergerak dan menjelajahi area kegiatan. Pola tersebut memberikan pengalaman yang berbeda karena mahasiswa baru secara tidak langsung diajak mengenal berbagai bagian lingkungan kampus sembari menyelesaikan tantangan yang diberikan.
Aktivitas berburu stempel juga menjadi salah satu cara untuk membangun interaksi mahasiswa baru dengan rangkaian kegiatan Open House. Mereka dapat mengikuti petunjuk, mencari lokasi yang ditentukan, kemudian melanjutkan eksplorasi menuju titik berikutnya.
Bagi mahasiswa baru, kegiatan semacam ini membuat proses pengenalan kampus terasa lebih dinamis. Alih-alih hanya menerima informasi secara satu arah, mereka dapat memperoleh pengalaman langsung melalui aktivitas yang mengharuskan mereka bergerak dan berinteraksi.
Kenali UKM dan Potensi Mahasiswa
Selain berburu stempel, Ammira mengaku mendapatkan kesempatan untuk menjelajahi berbagai UKM yang hadir dalam Open House Raja Brawijaya 2026. Keberadaan berbagai tenant memberikan gambaran mengenai beragam aktivitas yang dapat diikuti mahasiswa selama menjalani masa studi.
Pengenalan UKM menjadi salah satu bagian penting dalam Open House karena mahasiswa baru dapat melihat langsung kegiatan yang ditawarkan oleh masing-masing organisasi. Mereka juga dapat memperoleh informasi mengenai bidang yang ditekuni, aktivitas rutin, serta peluang untuk bergabung.
Bagi mahasiswa baru yang masih mencari kegiatan sesuai minat, kehadiran berbagai tenant tersebut dapat menjadi ruang eksplorasi. Mahasiswa bisa membandingkan berbagai pilihan sebelum menentukan kegiatan yang ingin diikuti.
Ammira menilai hari pertama Open House memberikan banyak hal untuk dijelajahi. Mulai dari tenant UKM hingga berbagai aktivitas lain yang disiapkan panitia membuat rangkaian kegiatan terasa lebih beragam.
“Pokoknya di Open House hari pertama ini banyak banget yang kita jelajahi, mulai UKM-UKM,” ungkapnya.
Eksplorasi tersebut juga dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk menemukan lingkungan yang sesuai dengan minat mereka. Tidak semua pengalaman di perguruan tinggi diperoleh dari kegiatan perkuliahan, sehingga aktivitas kemahasiswaan dapat menjadi bagian dari proses membangun pengalaman selama berada di kampus.
Paper Move Kembali Hadir
Selain aktivitas eksplorasi UKM dan berburu stempel, Open House Raja Brawijaya 2026 juga menghadirkan kembali Paper Move. Ammira menyebut kegiatan tersebut kembali diikuti mahasiswa pada pelaksanaan tahun 2026 setelah sebelumnya tidak selalu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
“Terus ada Paper Move, itu baru diikutin lagi di tahun 2026 ini,” jelasnya.
Kehadiran Paper Move menambah variasi kegiatan yang dapat diikuti mahasiswa baru. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyambutan yang tidak hanya berorientasi pada pengenalan organisasi, tetapi juga menciptakan pengalaman bersama bagi mahasiswa baru.
Bagi mahasiswa baru seperti Ammira, keberagaman kegiatan membuat hari pertama Open House terasa lebih seru. Mereka dapat mengenal UKM, menyelesaikan tantangan berburu stempel, sekaligus mengikuti aktivitas lain yang disiapkan panitia.
Rangkaian tersebut pada akhirnya memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru untuk mulai mengenali kehidupan Universitas Brawijaya dari berbagai sisi. Open House tidak hanya menjadi kegiatan penyambutan, tetapi juga menjadi ruang awal bagi mahasiswa baru untuk menemukan aktivitas yang dapat mendukung pengalaman mereka selama menempuh pendidikan di UB.
Dengan konsep eksplorasi yang melibatkan mahasiswa secara langsung, hari pertama Open House Raja Brawijaya 2026 menjadi pengalaman awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kampus, memperluas pertemanan, dan melihat berbagai peluang pengembangan diri di luar ruang perkuliahan.(ffn)













