Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Dana Pensiun Tembus Rp1.669 Triliun, Peserta Masih Minim

Einid Shandy by Einid Shandy
September 7, 2026
in Ekonomi
1
Dana Pensiun Tembus Rp1.669 Triliun, Peserta Masih Minim

Dana Pensiun Tembus Rp1.669 Triliun, Peserta Masih Minim. (Perwarta.co)

1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Puluhan tahun bekerja seharusnya berujung pada masa tua yang lebih tenang. Namun, ketika penghasilan berhenti sementara kebutuhan hidup terus berjalan, kesiapan finansial menjadi penentu penting agar seseorang tetap mampu memenuhi kebutuhan setelah meninggalkan dunia kerja.

Di tengah kebutuhan tersebut, industri dana pensiun Indonesia telah mengelola dana mencapai Rp1.669 triliun. Angka ini menunjukkan besarnya potensi industri dalam menopang kesejahteraan masyarakat saat memasuki masa purnabakti. Namun, besarnya dana kelolaan belum diikuti kepesertaan yang optimal. Kondisi ini menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang mendorong masyarakat mempersiapkan dana pensiun sejak masih berada pada usia produktif.

Baca Juga:
Kampung Klasik RW 11 Villa Bukit Tidar Hidupkan Budaya Jawa Timur

Dana Triliunan, Kepesertaan Masih Minim

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menilai tantangan industri dana pensiun tidak berhenti pada pertumbuhan aset. Perluasan kepesertaan menjadi agenda penting agar manfaat program pensiun dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi. (Bloomberg Tecgnoz)

Hal tersebut disampaikan Friderica dalam pencanangan Bulan Dana Pensiun 2026. Menurutnya, pertumbuhan dana kelolaan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan jumlah masyarakat yang memiliki program pensiun.

Persoalan kepesertaan juga tidak terlepas dari rendahnya pemahaman masyarakat mengenai dana pensiun. OJK mencatat tingkat literasi keuangan nasional telah mencapai sekitar 69 persen, sedangkan inklusi keuangan berada di kisaran 93 persen. Namun, literasi khusus dana pensiun masih sekitar 22 persen.

Kesenjangan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat semakin mengenal layanan keuangan secara umum, tetapi belum seluruhnya memahami pentingnya menyiapkan sumber pendapatan ketika tidak lagi bekerja.

Padahal, dana pensiun memiliki fungsi strategis. Selain memberikan perlindungan finansial bagi peserta pada masa tua, dana yang dihimpun dapat menjadi sumber pembiayaan jangka panjang sekaligus mendukung pendalaman pasar keuangan dan sektor produktif.

Karena itu, pertumbuhan industri perlu diikuti dengan peningkatan jumlah peserta. Semakin luas kepesertaan, semakin besar pula peluang masyarakat memiliki perlindungan finansial ketika memasuki masa purnabakti.

Pekerja Informal Jadi Tantangan Utama

Perluasan kepesertaan menghadapi tantangan besar dari struktur ketenagakerjaan Indonesia. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut Indonesia memiliki sekitar 155 juta angkatan kerja, dengan sekitar 60 persen bekerja di sektor informal.

Kelompok tersebut mencakup pelaku UMKM, pedagang, pekerja lepas, pekerja mandiri, serta berbagai profesi dengan pola pendapatan yang tidak selalu tetap.

Berbeda dengan sebagian pekerja formal yang mendapatkan akses program pensiun melalui tempat kerja, pekerja mandiri harus secara aktif menentukan alokasi penghasilannya untuk kebutuhan masa depan.

Kondisi pendapatan yang fluktuatif juga membuat persiapan pensiun sering kali kalah prioritas dibandingkan kebutuhan sehari-hari. Padahal, ketika kemampuan bekerja mulai menurun, sumber pendapatan juga berpotensi ikut berkurang.

Karena itu, perluasan program pensiun tidak cukup hanya menyasar pekerja formal. Pekerja informal juga membutuhkan skema yang mudah diakses dan sesuai dengan karakteristik penghasilan mereka.

OJK mendorong kolaborasi antara pemerintah, industri dana pensiun, pemberi kerja, asosiasi, dan masyarakat untuk memperluas cakupan kepesertaan. Edukasi juga perlu diperkuat agar dana pensiun dipahami sebagai bagian dari perencanaan keuangan, bukan sekadar kebutuhan menjelang usia pensiun.

Pendekatan tersebut penting untuk membangun kesadaran bahwa persiapan masa tua perlu dilakukan sejak seseorang masih aktif bekerja.

Persiapan Pensiun Dimulai Sejak Muda

Persiapan masa purnabakti idealnya tidak menunggu seseorang mendekati usia pensiun. Semakin dini perencanaan dilakukan, semakin panjang waktu yang tersedia untuk membangun dana secara bertahap.

Bagi generasi muda yang baru memasuki dunia kerja, pensiun mungkin masih terasa jauh. Penghasilan yang diperoleh biasanya lebih banyak dialokasikan untuk kebutuhan sehari-hari, pengembangan karier, tempat tinggal, kendaraan, maupun kebutuhan keluarga.

Namun, kebutuhan hidup tidak berhenti ketika seseorang meninggalkan dunia kerja. Biaya konsumsi, tempat tinggal, kesehatan, dan kebutuhan lainnya tetap berjalan ketika penghasilan aktif mulai berkurang.

Karena itu, kecukupan pendapatan setelah pensiun menjadi persoalan penting. Salah satu indikator yang diperhatikan dalam sistem pensiun adalah replacement ratio, yakni perbandingan antara pendapatan setelah pensiun dengan penghasilan ketika masih aktif bekerja.

Semakin memadai pendapatan setelah pensiun, semakin besar peluang seseorang mempertahankan kualitas hidupnya. Sebaliknya, persiapan yang terlambat dapat meningkatkan risiko penurunan kesejahteraan ketika memasuki masa tua.

Urgensi tersebut semakin kuat seiring perubahan demografi Indonesia. OJK menyebut Indonesia telah memasuki fase aging population sejak 2021, ketika sekitar satu dari sepuluh penduduk merupakan lanjut usia.

Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia membutuhkan kesiapan yang tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga kemandirian ekonomi. Tanpa persiapan finansial yang cukup, masyarakat lanjut usia berpotensi semakin bergantung pada keluarga maupun perlindungan sosial.

Untuk meningkatkan kesadaran tersebut, OJK bersama pemangku kepentingan mencanangkan Bulan Dana Pensiun 2026. Program tersebut diarahkan untuk memperluas literasi dan inklusi dana pensiun melalui berbagai kegiatan edukasi, konsultasi perencanaan pensiun, kampanye digital, hingga upaya memperluas kepesertaan.

Sasarannya mencakup pekerja formal dan informal, pelaku UMKM, generasi muda, perempuan, ASN, serta kelompok masyarakat lainnya.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa persiapan masa tua bukan persoalan yang baru dimulai ketika seseorang mendekati purnabakti. Perencanaan justru perlu dilakukan sejak masih memiliki penghasilan agar kebutuhan finansial di masa depan dapat dipersiapkan secara bertahap.

Dengan dana kelolaan mencapai Rp1.669 triliun, industri dana pensiun Indonesia memiliki fondasi besar untuk memperkuat perlindungan finansial masyarakat. Namun, keberhasilan industri tidak cukup diukur dari besarnya aset yang berhasil dihimpun.

Perluasan kepesertaan, peningkatan literasi, kemudahan akses, kesinambungan iuran, serta kecukupan manfaat menjadi kunci agar pertumbuhan industri benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.

Pada akhirnya, dana pensiun bukan sekadar angka triliunan rupiah yang dikelola industri. Di baliknya ada kebutuhan masyarakat untuk tetap mandiri ketika masa kerja berakhir. Semakin dini persiapan dilakukan, semakin besar peluang masa tua dijalani dengan kondisi finansial yang aman dan layak. (gal)

Post Views: 47
Tags: Bulan Dana Pensiun 2026Dana Pensiundana pensiun IndonesiagalangKANAL24kanal24.co.idliterasi dana pensiunOjkpekerja informalpeserta dana pensiunRI
Previous Post

Sambut 87 Mahasiswa Baru, FILKOM UB Bekali Pascasarjana dengan Kesiapan Akademik dan Riset

Next Post

Teknik Lingkungan UB Perkuat Riset Pencemaran Bersama BRIN

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Teknik Lingkungan UB Perkuat Riset Pencemaran Bersama BRIN

Teknik Lingkungan UB Perkuat Riset Pencemaran Bersama BRIN

Comments 1

  1. Pingback: Mahasiswa Desak Setop MBG, DPRD Malang Merespons - Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Teknik Lingkungan UB Perkuat Riset Pencemaran Bersama BRIN

Teknik Lingkungan UB Perkuat Riset Pencemaran Bersama BRIN

September 7, 2026
Dana Pensiun Tembus Rp1.669 Triliun, Peserta Masih Minim

Dana Pensiun Tembus Rp1.669 Triliun, Peserta Masih Minim

September 7, 2026
Sambut 87 Mahasiswa Baru, FILKOM UB Bekali Pascasarjana dengan Kesiapan Akademik dan Riset

Sambut 87 Mahasiswa Baru, FILKOM UB Bekali Pascasarjana dengan Kesiapan Akademik dan Riset

September 7, 2026
Rayakan HUT ke-13, THE 1O1 Malang Gelar Cek Kesehatan hingga Kerja Bakti

Rayakan HUT ke-13, THE 1O1 Malang Gelar Cek Kesehatan hingga Kerja Bakti

September 7, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025