Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Erupsi Anak Krakatau Ganggu 1.558 Penerbangan, Bandara Buka 24 Jam

Einid Shandy by Einid Shandy
September 8, 2026
in Nasional
0
Erupsi Anak Krakatau Ganggu 1.558 Penerbangan, Bandara Buka 24 Jam

Erupsi Anak Krakatau Ganggu 1.558 Penerbangan, Bandara Buka 24 Jam.(Radar Sampit - Jawa Post)

2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya membuat langit di sejumlah wilayah dipenuhi abu vulkanik, tetapi juga mengacaukan perjalanan udara. Hingga Senin (7/9/2026), sebanyak 1.558 penerbangan terdampak dan sekitar 170 ribu penumpang tertahan akibat gangguan operasional di delapan bandara.

Pemerintah pun menyiapkan lima bandara alternatif yang dapat digunakan maskapai untuk mengalihkan penerbangan. Bandara tersebut yakni Kertajati, Ahmad Yani Semarang, Juanda Surabaya, Yogyakarta International Airport (YIA), dan Solo. Untuk membantu penumpang yang dialihkan, transportasi darat berupa bus dan kereta juga disiapkan secara gratis.

Baca juga:
UB Kaji Kelanjutan Kerja Sama Google untuk Perkuat Transformasi Digital

Delapan Bandara Masih Terdampak

Delapan bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik meliputi Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Halim Perdanakusuma Jakarta, Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara Bandung, Budiarto Curug Tangerang, Pondok Cabe Tangerang Selatan, Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Kementerian Perhubungan memperpanjang penutupan sementara bandara-bandara tersebut sebagai langkah keselamatan penerbangan. Untuk Soekarno-Hatta, penutupan diperpanjang hingga Senin (7/9/2026) pukul 08.59 WIB berdasarkan NOTAM yang berlaku.

Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Abu vulkanik dapat membahayakan penerbangan sehingga kondisi ruang udara harus dipastikan aman sebelum operasional kembali dibuka.

Data Kemenhub menunjukkan dampaknya cukup besar. Dari delapan bandara tersebut, tercatat 1.558 penerbangan tertunda dengan sekitar 170.000 penumpang terdampak. Khusus Soekarno-Hatta, sebanyak 963 penerbangan tercatat terdampak berdasarkan pemantauan Minggu (6/9/2026) pukul 17.06 WIB.

Lima Bandara Disiapkan sebagai Alternatif

Di tengah gangguan tersebut, pemerintah tidak menutup seluruh akses penerbangan.

Kemenhub menyediakan sejumlah bandara alternatif, yakni Bandara Kertajati, Bandara Juanda, YIA, serta bandara di Semarang dan Solo. Maskapai dapat memilih bandara tersebut untuk mengalihkan penerbangan sesuai kondisi operasional masing-masing.

Bagi penumpang, pengalihan penerbangan tentu bukan sekadar persoalan berpindah lokasi pendaratan.

Mereka tetap harus memikirkan bagaimana mencapai bandara alternatif dari lokasi semula. Karena itu, InJourney bersama Angkasa Pura menyiapkan transportasi darat berupa bus dan kereta api secara gratis bagi penumpang yang penerbangannya dialihkan.

Langkah ini menjadi penting agar perubahan rute tidak berubah menjadi beban tambahan bagi penumpang.

Arah Abu Vulkanik Terus Berubah

Salah satu alasan kondisi penerbangan harus dipantau secara berkala adalah pergerakan abu vulkanik yang dapat berubah mengikuti arah angin.

Berdasarkan pemantauan pemerintah dan BMKG pada Minggu (6/9/2026), arah angin berubah menuju timur dengan kecepatan sekitar 5 knot pada ketinggian 15.000 kaki. Kondisi tersebut kemudian menjadi pertimbangan dalam memperpanjang penutupan delapan bandara.

Kementerian Perhubungan berkoordinasi dengan BMKG, AirNav Indonesia, pengelola bandara, maskapai, dan pihak terkait untuk memantau perkembangan sebaran abu.

Kondisi tersebut membuat pembukaan kembali bandara tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan jadwal.

Selama ruang udara belum dinyatakan aman, penerbangan memang harus menunggu.

Penumpang Tetap Punya Hak

Di tengah kekacauan jadwal penerbangan, pemerintah mengingatkan maskapai untuk tetap memenuhi hak penumpang terdampak.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan maskapai harus memberikan informasi terkait perubahan status penerbangan serta penanganan yang sesuai ketentuan. Pilihan seperti perubahan jadwal atau penanganan tiket tetap harus diberikan kepada penumpang sesuai aturan yang berlaku.

Hal ini penting karena gangguan penerbangan akibat bencana alam bisa membuat penumpang berada dalam posisi serba tidak pasti.

Ada yang harus mengejar penerbangan lanjutan, kembali bekerja, menghadiri agenda keluarga, atau sekadar ingin segera pulang.

Dalam situasi seperti itu, informasi yang cepat dan jelas menjadi sama pentingnya dengan tersedianya penerbangan alternatif.

Gangguan Tak Berhenti di Bandara

Dampak erupsi Anak Krakatau juga meluas ke aktivitas masyarakat di luar sektor penerbangan.

Reuters melaporkan abu vulkanik dari erupsi Anak Krakatau mencapai ketinggian hingga 50.000 kaki di sisi Sumatera dan sekitar 20.000 kaki di sisi Jawa. Abu juga menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk Banten.

Gangguan kemudian merembet ke aktivitas pendidikan dan masyarakat. Sejumlah wilayah terdampak mengalihkan kegiatan belajar ke sistem daring, sementara masyarakat diimbau menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Di sisi lain, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun perintah evakuasi dalam perkembangan yang dilaporkan tersebut. Pemerintah tetap meminta masyarakat menjauhi kawasan sekitar kawah dan mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas vulkanik.

Keselamatan Lebih Penting dari Kecepatan

Bagi penumpang yang penerbangannya tertunda, menunggu tentu bukan pilihan yang menyenangkan.

Namun, dalam situasi erupsi gunung api, cepat bukan berarti lebih baik jika keselamatan belum terjamin.

Pemerintah kini harus menjaga dua hal sekaligus: memastikan ruang udara aman dan mempertahankan konektivitas masyarakat melalui bandara alternatif.

Erupsi Anak Krakatau kembali menunjukkan bahwa gangguan alam dapat menjalar jauh dari titik sumbernya. Satu perubahan aktivitas vulkanik bisa berdampak pada penerbangan, mobilitas, pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi. (ern)

Post Views: 39
Tags: abu vulkanikAnak KrakatauBandarabandara alternatifernerupsi Anak KrakatauKANAL24kanal24.co.idKemenhubPenerbangan
Previous Post

Bukan Sekadar Penyuluhan, FIKES UB Ajak Lansia Tetap Aktif

Next Post

Heboh STNK Jadi Syarat BBM Subsidi, Ini Faktanya

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Heboh STNK Jadi Syarat BBM Subsidi, Ini Faktanya

Heboh STNK Jadi Syarat BBM Subsidi, Ini Faktanya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
OPEC+ Tahan Produksi Minyak Oktober, Selat Hormuz Jadi Sorotan

OPEC+ Tahan Produksi Minyak Oktober, Selat Hormuz Jadi Sorotan

September 8, 2026
Heboh STNK Jadi Syarat BBM Subsidi, Ini Faktanya

Heboh STNK Jadi Syarat BBM Subsidi, Ini Faktanya

September 8, 2026
Erupsi Anak Krakatau Ganggu 1.558 Penerbangan, Bandara Buka 24 Jam

Erupsi Anak Krakatau Ganggu 1.558 Penerbangan, Bandara Buka 24 Jam

September 8, 2026
Bukan Sekadar Penyuluhan, FIKES UB Ajak Lansia Tetap Aktif

Bukan Sekadar Penyuluhan, FIKES UB Ajak Lansia Tetap Aktif

September 8, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025