Kanal24, Malang – Bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti belajar dan membatasi aktivitas. Semangat tersebut ditunjukkan 35 lansia di RW XII, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, yang mengikuti Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG) yang dikembangkan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya (FIKES UB).
Program tersebut menjadi bagian dari Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya yang dirancang untuk mendorong lansia menjalani masa tua secara lebih sehat, mandiri, dan produktif.
Melalui SELANTANG, para peserta tidak hanya mendapatkan penyuluhan kesehatan. Mereka juga diajak belajar dan berpraktik mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kualitas hidup lansia, mulai dari pencegahan penyakit tidak menular, pemenuhan gizi, aktivitas fisik yang aman, hingga kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
Kegiatan dikemas secara interaktif melalui edukasi, diskusi, praktik, dan berbagi pengalaman sehingga materi yang diberikan dapat lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga:
FH UB Dorong Mahasiswa Aktif Bahas Isu HAM Global

Bangun Lansia yang Sehat dan Berdaya
Ketua tim pelaksana, Dr. Nurul Muslihah, S.P., M.Kes., mengatakan SELANTANG tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan lansia. Program ini juga bertujuan membangun kepercayaan diri sekaligus memperkuat peran lansia di tengah keluarga dan masyarakat.
“Kami ingin mengubah cara pandang bahwa lansia hanya menjadi penerima layanan kesehatan. Melalui Sekolah Lansia Tangguh, mereka diajak terus belajar, menjaga kesehatan, memperluas interaksi sosial, tetap aktif dan berdaya, sehingga dapat menikmati masa tua yang lebih sehat, bahagia, dan bermakna,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat selama pelaksanaan program. Salah seorang peserta, Henri Wijaya, menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus mendorong kembali semangat untuk menjaga kesehatan di usia lanjut.
“Kegiatan seperti ini tentunya bermanfaat karena di usia lanjut semua sudah berkurang dan dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini kembali muncul lagi semangat sehat dengan umur yang sudah tidak muda,” tuturnya.
Jadi Ruang Belajar bagi Mahasiswa
Tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, SELANTANG juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa Universitas Brawijaya.
Mahasiswa terlibat dalam edukasi, pendampingan, dan monitoring bersama dosen. Keterlibatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung di tengah masyarakat.
Program ini sekaligus mempertemukan pendekatan akademik dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam membangun lingkungan yang mendukung lansia agar tetap aktif dan memiliki kualitas hidup yang baik.
FIKES UB berharap SELANTANG dapat terus dikembangkan sebagai model pemberdayaan lansia berbasis masyarakat. Dengan demikian, lansia tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga tetap memiliki ruang untuk belajar, beraktivitas, berinteraksi, dan berkontribusi.
Program tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 tentang Zero Hunger, SDG 3 tentang Good Health and Well-being, SDG 5 tentang Gender Equality, SDG 12 tentang Responsible Consumption and Production, serta SDG 17 tentang Partnerships for the Goals.
Ke depan, penguatan program diharapkan dapat semakin mendorong terwujudnya lansia yang sehat, mandiri, produktif, dan tetap berdaya di tengah masyarakat. (nid)














