Kanal24, Malang – Upaya pencarian dan penyelamatan korban kecelakaan kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa terus dilakukan setelah kapal rute Surabaya–Banjarmasin tersebut terbalik pada Minggu (13/9/2026). Kondisi laut yang masih berombak dan cuaca buruk menjadi tantangan bagi tim SAR dalam menjangkau lokasi kapal sekaligus melakukan pencarian terhadap penumpang yang belum ditemukan.
Kecelakaan tersebut terjadi ketika kapal menghadapi kondisi cuaca buruk dalam perjalanan menuju Banjarmasin. Berdasarkan data manifest, Virgo Transport 8 membawa 243 orang yang terdiri atas penumpang, awak kapal, serta mitra kerja. Hingga perkembangan terbaru, 108 orang telah berhasil diselamatkan dan enam orang meninggal dunia, sementara 129 lainnya masih dalam pencarian.
Baca juga:
93 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai, Bapanas Siapkan Tindak Lanjut
Kapal Evakuasi Dikerahkan ke Laut Jawa
Sejumlah kapal di sekitar lokasi kejadian ikut membantu proses penyelamatan. Pada tahap awal operasi, Basarnas mengerahkan sejumlah armada, termasuk KN SAR Laksmana, sementara kapal lain seperti MV Haida, KM Cahaya Bahari, TB TCP, dan kapal tanker MT Mauhaw turut mengevakuasi korban.
Data evakuasi yang dihimpun pada Minggu menunjukkan 103 orang telah berhasil dievakuasi hingga siang hari. MV Haida membawa 49 orang selamat, TB TCP mengevakuasi 38 orang selamat, sedangkan TB Mauhaw IX membawa 15 orang selamat dan satu korban meninggal dunia.
Perkembangan selanjutnya membuat jumlah korban yang berhasil dievakuasi terus bertambah. Pemerintah kemudian mengarahkan penanganan korban ke Banjarmasin agar proses pendataan, pemeriksaan kesehatan, serta koordinasi dengan keluarga dapat dilakukan secara terpusat.
Kementerian Perhubungan juga membuka Posko Terpadu di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Posko tersebut digunakan untuk mendukung koordinasi pencarian, pertolongan, dan pendataan korban kecelakaan kapal.
Cuaca Buruk Hambat Pencarian Korban
Proses pencarian menghadapi kendala serius akibat kondisi perairan yang belum bersahabat. Gelombang tinggi dan angin kencang membuat tim penyelamat harus mempertimbangkan keselamatan personel sebelum melakukan pencarian bawah air.
Reuters melaporkan bahwa operasi pada Selasa (15/9/2026) melibatkan sekitar 1.100 personel, 17 kapal serta 10 pesawat dan helikopter. Gelombang yang mencapai sekitar 1,75 hingga 2,5 meter membuat operasi penyelaman belum dapat dilakukan secara optimal.
Kapal Virgo Transport 8 sendiri berada pada kedalaman sekitar 30 meter. Kondisi kapal yang terbalik dan struktur yang tidak stabil menambah risiko bagi penyelam. Tim SAR menyiapkan sejumlah peralatan khusus, termasuk drone, multibeam echo-sounder, dan remotely operated vehicle (ROV) untuk membantu pencarian di bawah permukaan laut.
Basarnas juga menyebut kapal telah bergeser sekitar 16 mil laut ke arah barat. Pergeseran tersebut membuat posisi kapal semakin sulit dipastikan dan meningkatkan risiko dalam proses pencarian bawah air.
Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki
Virgo Transport 8 diketahui berangkat dari Pelabuhan Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) pukul 06.52 WIB dengan tujuan Banjarmasin. Kapal kemudian menghadapi cuaca buruk sekitar pukul 01.00 WIB pada Minggu dan kehilangan kontak sebelum laporan kejadian diterima Kantor SAR Banjarmasin sekitar pukul 04.10 WIB.
Dalam perkembangannya, kapal dilaporkan mengalami kemiringan sebelum akhirnya terbalik di perairan sekitar Masalembo, Laut Jawa. Proses investigasi penyebab kecelakaan akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta seluruh pihak tidak membuat kesimpulan mengenai penyebab kecelakaan sebelum investigasi selesai. Pemerintah menempatkan pencarian dan penyelamatan korban sebagai prioritas utama.
Sementara itu, keluarga korban masih menunggu informasi terbaru mengenai anggota keluarga mereka. Pemerintah bersama Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, operator kapal, serta berbagai unsur lainnya terus melakukan koordinasi untuk mempercepat pencarian.
Operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keamanan personel. Tim penyelamat berharap kondisi laut segera memungkinkan pencarian bawah air sehingga area kapal yang terbalik dapat diperiksa secara lebih menyeluruh.(ffn)














