Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Mencegah Karies Anak Harus Dimulai dari Deteksi Dini

Einid Shandy by Einid Shandy
September 15, 2026
in Perspektif
0
Mencegah Karies Anak Harus Dimulai dari Deteksi Dini

Dr. drg. Merlya Balbeid, M.MRS., Dokter gigi, dosen, peneliti, dan staf pengajar di Fakultas Kedokteran Gigi FKG Universitas Brawijaya (UB). (Andik/Kanal24)

3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dr. drg. Merlya Balbeid, M.MRS*

Kanal24, Malang – Kesehatan gigi anak sering kali baru mendapat perhatian ketika rasa sakit mulai muncul atau ketika gigi sudah mengalami kerusakan. Padahal, dalam kedokteran gigi, persoalan kesehatan tidak seharusnya selalu menunggu sampai masuk pada tahap pengobatan. Pencegahan dan deteksi dini justru menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan gigi anak sejak awal.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Kampung Lingkar Kampus (KLK) Universitas Brawijaya. Melalui kolaborasi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Brawijaya, upaya menjaga kesehatan anak dilakukan tidak hanya melalui pemeriksaan gigi, tetapi juga dengan melihat perilaku kesehatan, pola konsumsi makanan, peran orang tua, hingga lingkungan sekolah.

Baca juga:
Ruang Digital dan Resiko Perlindungan Anak

Ilustrasi Karies Gigi pada anak (Ist)

Anak usia sekolah dasar, khususnya 6–12 tahun, berada pada fase penting karena gigi permanen mulai tumbuh. Pada usia ini, pencegahan menjadi sangat berarti agar kerusakan gigi tidak berkembang menjadi persoalan yang membutuhkan tindakan lebih kompleks.

Karies Tidak Hanya Persoalan Gigi

Dalam kedokteran maupun kedokteran gigi, terdapat pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Sebagai seseorang yang memiliki perhatian pada preventive dentistry, saya melihat upaya promotif dan preventif perlu diperkuat sejak anak belum mengalami kerusakan gigi yang berat.

Karies tidak berdiri sendiri sebagai persoalan pada gigi. Ada perilaku yang turut memengaruhinya. Misalnya, kebiasaan menyikat gigi, konsumsi makanan manis, hingga aturan yang diterapkan di rumah.

Anak yang terbiasa mengonsumsi makanan dengan kandungan gula tinggi, terutama makanan yang lengket, memiliki risiko yang perlu diperhatikan. Karena itu, edukasi kepada anak saja tidak cukup. Orang tua juga perlu memahami kebiasaan apa yang perlu dibangun di rumah.

Hal yang sama berlaku di sekolah. Anak menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan sekolah. Karena itu, lingkungan sekolah juga perlu menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan gigi anak.

Inilah alasan kolaborasi dengan Program Studi Gizi FIKES menjadi penting. Edukasi tidak hanya berkaitan dengan kesehatan gigi, tetapi juga dengan pilihan makanan yang bergizi sekaligus tidak meningkatkan risiko terjadinya karies.

Deteksi Dini Membuka Ruang Pencegahan

Sebelum menentukan tindakan, kita perlu mengetahui kondisi dan tingkat risiko karies pada anak. Karena itu, salah satu inovasi yang sedang kami kembangkan adalah aplikasi Maintain, yang diarahkan sebagai alat untuk melakukan penilaian risiko karies secara lebih mudah.

Aplikasi tersebut dikembangkan untuk membantu pemeriksaan dan pemetaan kondisi kesehatan gigi anak. Pemeriksaan mencakup kondisi gigi, termasuk jumlah gigi yang berlubang, dicabut, maupun ditambal. Selain itu, informasi dari orang tua dan sekolah juga menjadi bagian dari pendekatan yang digunakan.

Pendekatan ini penting karena risiko karies seorang anak tidak hanya dapat dilihat dari kondisi giginya. Perilaku di rumah dan kondisi lingkungan sekolah juga perlu diketahui.

Selama ini, pemeriksaan di lapangan dapat menghadapi berbagai keterbatasan. Karena itu, digitalisasi diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan melakukan skrining secara lebih praktis sekaligus menghasilkan data yang dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan pencegahan.

Maintain telah melalui uji coba di beberapa sekolah di Kota Malang dan masih terus dikembangkan. Versi berbasis Android sebelumnya menjadi bagian dari proses evaluasi, sementara pengembangan berbasis web dilakukan untuk meningkatkan kemudahan dan stabilitas penggunaannya.

Orang Tua dan Sekolah Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Hasil pemeriksaan seharusnya tidak berhenti sebagai angka. Data tentang risiko karies perlu diterjemahkan menjadi rekomendasi yang dapat dilakukan oleh anak, orang tua, maupun sekolah.

Jika seorang anak memiliki gigi berlubang, maka diperlukan tindak lanjut. Jika belum terdapat lubang, pencegahan perlu dilakukan. Begitu pula jika ditemukan kebiasaan di rumah yang meningkatkan risiko karies, maka orang tua perlu mendapatkan rekomendasi mengenai perubahan perilaku.

Sekolah juga memiliki peran yang tidak kalah penting. Kantin sekolah, pilihan makanan, kebiasaan menjaga kebersihan gigi, hingga tindak lanjut rujukan dari Puskesmas perlu menjadi bagian dari ekosistem kesehatan anak.

Dengan demikian, pencegahan karies tidak dapat dibebankan hanya kepada dokter gigi. Ada anak, orang tua, sekolah, tenaga kesehatan, dan lingkungan yang semuanya memiliki peran.

Ilustrasi Karies Gigi pada anak (Ist)

Menuju Anak Indonesia Bebas Karies

Program KLK memberikan ruang bagi perguruan tinggi untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. Kolaborasi FKG dan FIKES UB diharapkan tidak hanya meningkatkan literasi kesehatan gigi dan gizi, tetapi juga membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Ke depan, pemetaan risiko karies diharapkan dapat diperluas ke lebih banyak sekolah di Kota Malang, Kabupaten Malang, hingga wilayah Malang Raya. Data yang lebih luas dapat menjadi dasar untuk menentukan intervensi pencegahan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

Upaya ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya pada aspek kesehatan, pendidikan, dan kolaborasi.

Kita tentu berharap cita-cita anak Indonesia bebas karies dapat diwujudkan. Namun, target tersebut tidak akan tercapai hanya dengan mengobati gigi yang sudah berlubang. Kita perlu membangun kebiasaan baru: mendeteksi lebih awal, memahami risikonya, dan melakukan pencegahan bersama.

Sebab, menjaga kesehatan gigi anak bukan hanya tentang memastikan mereka tidak sakit hari ini. Ini tentang membangun kebiasaan dan lingkungan yang memungkinkan mereka tumbuh dengan kesehatan yang lebih baik di masa depan.

*) Dr. drg. Merlya Balbeid, M.MRS
Dokter gigi, dosen, peneliti, dan staf pengajar di Fakultas Kedokteran Gigi FKG Universitas Brawijaya (UB).

Post Views: 26
Tags: anak bebas kariesdeteksi dini kariesfkg ubkampung lingkar kampusKANAL24kanal24.co.idkaries anakkesehatan anakkesehatan gigi anakKesehatan Gigi dan MulutMaintainMalangpencegahan kariesuniversitas brawijaya
Previous Post

8 Mahasiswa Internasional Mulai Kenali Indonesia Lewat BIPA UB

Next Post

Google Student Ambassador UB Dorong Mahasiswa Bijak Manfaatkan AI

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Google Student Ambassador UB Dorong Mahasiswa Bijak Manfaatkan AI

Google Student Ambassador UB Dorong Mahasiswa Bijak Manfaatkan AI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
5 Fakta di Balik Purbaya Diganti Suahasil, Ada Apa?

5 Fakta di Balik Purbaya Diganti Suahasil, Ada Apa?

September 15, 2026
Google Student Ambassador UB Dorong Mahasiswa Bijak Manfaatkan AI

Google Student Ambassador UB Dorong Mahasiswa Bijak Manfaatkan AI

September 15, 2026
Mencegah Karies Anak Harus Dimulai dari Deteksi Dini

Mencegah Karies Anak Harus Dimulai dari Deteksi Dini

September 15, 2026
8 Mahasiswa Internasional Mulai Kenali Indonesia Lewat BIPA UB

8 Mahasiswa Internasional Mulai Kenali Indonesia Lewat BIPA UB

September 15, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025