Kanal24, Malang – Mengenalkan budaya Nusantara kepada generasi muda membutuhkan cara yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik dan dekat dengan aktivitas kreatif. Berangkat dari kondisi tersebut, Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan (HMPIP) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya menghadirkan Workshop Ruang Budaya sebagai ruang bagi masyarakat untuk mengenal sekaligus mengeksplorasi kekayaan budaya Indonesia.
Kegiatan tersebut digelar di Aula Gedung C Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Selasa (15/9/2026). Mengusung pendekatan melalui pameran dan aktivitas budaya, workshop ini terbuka untuk masyarakat umum, mulai dari anak-anak, pelajar, hingga orang dewasa yang memiliki ketertarikan terhadap seni dan budaya Nusantara.
Baca juga:
Google Student Ambassador UB Dorong Mahasiswa Bijak Manfaatkan AI
HMPIP Dorong Generasi Muda Kenal Budaya
Kepala Departemen Pemberdayaan Mahasiswa HMPIP Fakultas Ilmu Administrasi UB, Anindita Khansa Reswara, mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi semakin jarangnya aksara dan topeng dikenal oleh generasi muda, khususnya Gen Z.

Menurut Anindita, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang beragam dan perlu diperkenalkan dengan cara yang lebih menarik agar generasi muda tidak hanya mengenal budaya sebagai bagian dari sejarah.
Ia menjelaskan, aksara dan topeng dipilih karena keduanya menjadi bagian dari kekayaan budaya Nusantara yang memiliki banyak bentuk dan cerita untuk dieksplorasi.
“Karena di tempat kita itu ada sebuah bentuk pertunjukan tradisi namanya wayang topeng Malang. Nah, wayang topeng Malang ini menggunakan topeng dengan banyak karakter,” ujar Anindita.
Melalui kegiatan tersebut, HMPIP ingin memberikan ruang bagi peserta untuk mengenal budaya secara lebih dekat. Konsep kegiatan juga diarahkan agar sejarah dan kekayaan budaya Nusantara dapat disampaikan melalui pendekatan yang lebih kreatif.
Terbuka untuk Masyarakat Umum
Workshop Ruang Budaya tidak secara khusus menyasar mahasiswa. Peserta dapat berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, pelajar, hingga orang dewasa yang memiliki ketertarikan terhadap seni dan budaya.
Anindita mengatakan konsep tersebut sengaja dibuat terbuka agar pengenalan budaya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Terlebih, kegiatan dengan tema pameran dan pengenalan budaya seperti ini dinilai masih relatif jarang ditemui.
Respons terhadap kegiatan juga dinilai positif. Sejumlah peserta mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan kesempatan untuk mengenal budaya melalui pengalaman yang berbeda.
Keterlibatan masyarakat dari berbagai usia juga menjadi bagian penting dalam upaya memperluas pengenalan terhadap budaya Nusantara. Dengan pendekatan yang lebih interaktif, peserta tidak hanya menjadi penonton, tetapi dapat terlibat dalam proses mengenal kekayaan budaya.
Harap Budaya Nusantara Makin Eksis
Anindita berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan mengangkat tema kebudayaan yang lebih beragam.
Menurutnya, Nusantara memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan pameran maupun aktivitas edukatif. Generasi muda juga perlu diberikan ruang untuk mengenal sejarah, bentuk, serta nilai yang terdapat dalam kebudayaan tersebut.
“Harapannya, peserta bisa lebih tahu secara mendalam bahwa Nusantara itu punya banyak sekali potensi yang bisa dieksplor menjadi sebuah pameran,” ujarnya.
Ia juga berharap semakin banyak pihak yang mengadakan kegiatan dengan tema serupa sehingga generasi muda memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengenal budaya Indonesia.
Melalui Workshop Ruang Budaya, HMPIP berupaya menjadikan budaya tidak hanya sebagai bagian dari masa lalu, tetapi sebagai pengetahuan yang dapat terus dipelajari dan dikenalkan kepada generasi berikutnya.














