Kanal24, Malang – Pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga memasuki musim panen raya pada Maret 2027. Total ketersediaan beras saat ini diperkirakan mencapai 25–26 juta ton.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan ketahanan pangan nasional berada dalam kondisi kuat meski menghadapi potensi musim kering akibat El Nino.
“Pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional semakin kuat menghadapi musim kering dampak El Nino,” kata Amran di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu (20/9/2026).
Baca juga: CFD UB Beri Ruang Mahasiswa Berolahraga di Tengah Rutinitas Kuliah
Stok Beras Tersebar di Sejumlah Sektor
Amran menjelaskan ketersediaan beras nasional saat ini berasal dari beberapa sumber. Standing crop atau tanaman yang siap dipanen diperkirakan mencapai sekitar 10 juta ton.
Sementara itu, stok beras di sektor hotel, restoran, dan katering (Horeka) berada di angka sekitar 10 juta ton. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog juga berada di kisaran 5 juta ton.
Jika seluruh komponen tersebut dihitung, total ketersediaan beras nasional berada pada kisaran 25–26 juta ton. Jumlah tersebut dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi masyarakat yang mencapai sekitar 2,5–2,6 juta ton per bulan.
“Yang di Horeka, hotel, rumah-rumah, restoran itu 10 juta ton. Di Bulog kurang lebih 5 juta ton, berarti (stok beras secara keseluruhan sekitar) 25–26 juta ton. Sementara kebutuhan per bulan 2,5–2,6 juta ton,” ujar Amran.
Baca juga: Tiga Gunung Api Erupsi Beruntun

Pemerintah Perkuat Produksi dan Irigasi
Selain mengandalkan stok yang tersedia, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga kesinambungan pasokan beras. Penguatan produksi, pembenahan irigasi, dan penyediaan pupuk dengan harga terjangkau menjadi bagian dari strategi menghadapi tantangan cuaca dan siklus produksi pertanian.
Amran mengatakan ketersediaan beras saat ini menjadi bantalan untuk melewati periode antarmusim sebelum memasuki puncak panen pada Maret 2027.
“Sekarang September, Oktober, November, Desember, Januari sampai Mei. Pada yang puncak, Maret. Overlap,” ujar Mentan.
Pemerintah juga menilai keberlanjutan produksi tetap menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan. Stok yang tersedia perlu terus diperbarui melalui produksi pertanian agar pasokan dapat dipertahankan hingga memasuki musim panen berikutnya.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah menyatakan ketersediaan beras nasional memiliki cadangan yang cukup untuk menghadapi periode antarmusim hingga panen raya Maret 2027. (Afr)














