Kanal24, Malang – Tiga gunung api aktif di Indonesia mengalami erupsi secara beruntun pada Selasa (18/8/2026) malam. Ketiganya yakni Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Gunung Semeru di Jawa Timur.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat aktivitas ketiga gunung tersebut dalam waktu yang berdekatan. Dari tiga gunung tersebut, Gunung Ibu berstatus Level II atau Waspada, sedangkan Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga.
Baca juga:
Kenapa Gunungan Jadi Tradisi Maulid Nabi?
Gunung Ibu Erupsi Tiga Kali
Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, tercatat mengalami tiga kali erupsi dalam beberapa jam pada Selasa malam.

Erupsi pertama terjadi pukul 20.36 WIT, dengan kolom abu mencapai sekitar 700 meter di atas puncak. Erupsi kembali terjadi pada pukul 20.58 WIT, dengan kolom abu setinggi sekitar 500 meter.
Aktivitas kembali tercatat pada pukul 23.11 WIT. Pada erupsi ketiga, kolom abu mencapai sekitar 600 meter di atas puncak dengan warna putih hingga kelabu. Abu teramati bergerak ke arah timur laut dan timur.
Berdasarkan tingkat aktivitasnya, Gunung Ibu masih berada pada Level II atau Waspada. Kondisi tersebut membuat aktivitas vulkanik gunung terus dipantau oleh petugas.
Lewotobi Laki-laki Berstatus Siaga
Aktivitas vulkanik juga terjadi di Gunung Lewotobi Laki-laki, Kabupaten Flores Timur, NTT.

Erupsi tercatat pada pukul 21.09 WITA. Letusan menghasilkan kolom abu berwarna kelabu tebal yang mencapai sekitar 300 meter di atas puncak. Kolom abu teramati bergerak ke arah barat dan barat laut.
Erupsi berlangsung sekitar 109 detik, dengan amplitudo maksimum seismogram mencapai 11 milimeter. Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini berada pada Level III atau Siaga.
Status tersebut berarti masyarakat di sekitar kawasan rawan perlu mengikuti rekomendasi keselamatan yang ditetapkan Badan Geologi dan menghindari wilayah yang masuk zona bahaya.
Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki juga sebelumnya cukup sering mengalami peningkatan. Pada 11 Agustus 2026, gunung tersebut kembali erupsi dan tercatat telah mengalami sejumlah letusan dalam periode sebelumnya.
Semeru Erupsi Disertai Awan Panas
Di Jawa Timur, Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang juga mengalami erupsi pada malam yang sama.

Erupsi tercatat pada pukul 20.33 WIB. Tinggi kolom erupsi tidak dapat diamati karena kondisi puncak tertutup kabut. Namun, aktivitas tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 235 detik atau 3 menit 55 detik.
Erupsi Semeru juga disertai awan panas guguran. Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.
Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi masyarakat di wilayah sekitar Semeru, terutama kawasan yang berada di jalur potensi aliran material vulkanik.
Ada Zona yang Harus Dihindari
Dengan status Siaga, Badan Geologi menetapkan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat di sekitar Gunung Semeru.
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena wilayah tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena terdapat potensi lontaran batu pijar.
Rekomendasi tersebut terutama penting bagi warga, penambang, wisatawan, maupun siapa pun yang beraktivitas di sekitar kawasan Gunung Semeru.
Status Gunung Tidak Sama
Erupsi yang terjadi dalam satu malam tidak berarti ketiga gunung memiliki tingkat bahaya yang sama.
Gunung Ibu berada pada Level II atau Waspada, sementara Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga.
Perbedaan status tersebut menunjukkan bahwa setiap gunung memiliki karakter aktivitas dan potensi bahaya yang berbeda. Karena itu, masyarakat tidak cukup hanya mengetahui adanya erupsi, tetapi juga perlu memahami status serta rekomendasi khusus untuk masing-masing gunung.
Badan Geologi melalui pemantauan aktivitas vulkanik terus memperbarui informasi terkait kondisi gunung api di Indonesia. Masyarakat dianjurkan mengacu pada informasi resmi agar tidak mengambil keputusan berdasarkan kabar yang belum terverifikasi.
Semeru Jadi Perhatian Jawa Timur
Bagi masyarakat Jawa Timur, aktivitas Gunung Semeru menjadi perhatian tersendiri karena gunung tersebut berada di wilayah perbatasan Lumajang dan Malang.
Erupsi pada Selasa malam menambah catatan aktivitas vulkanik Semeru yang masih berada dalam status Siaga Level III. Kondisi tersebut membuat masyarakat di sekitar kawasan rawan perlu tetap memperhatikan perkembangan informasi dari petugas.
Kewaspadaan juga diperlukan karena potensi bahaya gunung api tidak hanya berasal dari letusan yang terlihat. Awan panas, lontaran material, dan aliran lahar dapat menjadi ancaman di wilayah tertentu sesuai karakter masing-masing gunung.
Karena itu, masyarakat yang berada di sekitar kawasan rawan bencana diminta tidak memasuki zona yang telah ditetapkan dan segera mengikuti arahan petugas apabila terjadi perubahan kondisi. (ern)














