Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Orangtua Perlu Jadi Ruang Aman agar Anak Tak Jadikan AI Tempat Curhat

Einid Shandy by Einid Shandy
October 3, 2026
in Gaya Hidup
0
Bosch: Biaya Perbaikan Baterai Bisa Pangkas Umur Ekonomis Mobil Listrik

Orangtua Perlu Jadi Ruang Aman agar Anak Tak Jadikan AI Tempat Curhat (ANTARA News)

0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Ketika menghadapi masalah, anak tidak selalu tahu kepada siapa harus bercerita. Di tengah kehidupan yang semakin dekat dengan teknologi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini juga bisa menjadi ruang untuk mencari jawaban atas berbagai persoalan.

Namun, kemudahan tersebut tidak semestinya membuat hubungan anak dan orangtua semakin jauh. Orangtua tetap memiliki peran penting sebagai tempat pertama yang memberikan rasa aman dan didengar. Psikolog klinis dan keluarga Pritta Tyas Mangestuti menyampaikan hal tersebut dalam diskusi bersama OpenAI di Jakarta, Rabu (30/09/2026).

Baca Juga:
Brawijaya SDG’s Summit 2026 Dorong Mahasiswa Jadi Penggerak Pembangunan Berkelanjutan

Rasa Aman Membuka Ruang Cerita Anak

Bagi anak, keberanian untuk bercerita tidak hanya bergantung pada persoalan yang dihadapi. Cara orangtua merespons cerita juga menentukan apakah anak akan kembali membuka diri.

Respons berupa kemarahan, omelan, atau penghakiman dapat membuat anak merasa tidak nyaman. Apalagi ketika cerita yang disampaikan berkaitan dengan kesalahan atau persoalan yang sulit mereka pahami sendiri.

Karena itu, orangtua perlu memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan cerita hingga selesai. Orangtua juga dapat menahan reaksi spontan ketika mendengar sesuatu yang mengejutkan.

Sikap tersebut membantu anak memahami bahwa rumah merupakan tempat yang aman untuk berbicara. Anak tidak harus selalu memiliki jawaban yang benar ketika menyampaikan persoalannya.

Kondisi ini menjadi semakin penting ketika anak memasuki masa praremaja dan remaja. Pada fase tersebut, anak mengalami berbagai perubahan yang dapat memengaruhi cara mereka melihat diri sendiri dan lingkungan.

Kedekatan Tak Harus Lewat Percakapan Serius

Membangun kedekatan dengan anak tidak selalu membutuhkan percakapan panjang. Hubungan yang terbuka justru dapat dimulai dari kegiatan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Orangtua dapat mengajak anak makan bersama, membeli makanan, berolahraga, atau melakukan aktivitas yang disukai. Momen tersebut dapat menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi secara lebih alami.

Percakapan yang muncul dalam suasana santai juga membuat anak tidak merasa sedang diperiksa. Dari situ, orangtua dapat mengenali perubahan perilaku maupun hal yang sedang dipikirkan anak.

Selain itu, orangtua perlu memahami perkembangan anak, termasuk perubahan emosional dan fisik yang terjadi pada masa pertumbuhan. Pemahaman tersebut membantu orangtua memberikan respons yang sesuai.

Dengan mengenali fase perkembangan anak, orangtua tidak mudah mengartikan setiap perubahan sebagai bentuk pembangkangan. Anak pun memiliki kesempatan untuk merasa dipahami.

Hindari Komunikasi yang Terasa Menghakimi

Cara bertanya menjadi bagian lain yang perlu diperhatikan. Pertanyaan yang diberikan secara bertubi-tubi dapat membuat percakapan terasa seperti interogasi.

Orangtua dapat memulai pembicaraan dengan menceritakan pengalaman mereka sendiri. Cara tersebut dapat membuat komunikasi terasa lebih setara dan membuka peluang bagi anak untuk ikut bercerita.

Pritta menekankan pentingnya orangtua memahami gejolak emosi dan perubahan fisik anak. Kedekatan juga dapat dibangun melalui aktivitas bersama dan komunikasi yang tidak menghakimi.

Pendekatan tersebut bukan berarti orangtua harus melarang anak menggunakan AI. Teknologi tetap dapat dimanfaatkan untuk mencari informasi dan membantu berbagai kebutuhan.

Namun, ketika anak menghadapi persoalan pribadi, kehadiran orang yang mampu mendengarkan dan memberikan empati tetap dibutuhkan. AI dapat memberikan respons berdasarkan informasi yang tersedia, sedangkan hubungan keluarga memberikan ruang emosional yang berbeda.

Karena itu, tantangannya bukan sekadar mencegah anak berbicara dengan AI. Yang lebih penting adalah memastikan anak mengetahui bahwa mereka memiliki tempat untuk kembali ketika menghadapi persoalan.

Hubungan tersebut dibangun melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Mendengarkan tanpa menghakimi, meluangkan waktu, dan memberi ruang untuk bercerita dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga kedekatan orangtua dan anak.

Di tengah perkembangan AI yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, komunikasi keluarga tetap menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak. (ndr)

Post Views: 27
Tags: anak curhat ke AIindriKANAL24kanal24.co.idKecerdasan Buatankomunikasi keluargaorangtua dan anakParentingpola asuhPsikologi Anakremajateknologi AI
Previous Post

Paus Leo XIV Sebut Kekhawatiran Keamanan AI Bukan Berita Palsu 

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Bosch: Biaya Perbaikan Baterai Bisa Pangkas Umur Ekonomis Mobil Listrik

Orangtua Perlu Jadi Ruang Aman agar Anak Tak Jadikan AI Tempat Curhat

October 3, 2026
Bosch: Biaya Perbaikan Baterai Bisa Pangkas Umur Ekonomis Mobil Listrik

Paus Leo XIV Sebut Kekhawatiran Keamanan AI Bukan Berita Palsu 

October 3, 2026
Bosch: Biaya Perbaikan Baterai Bisa Pangkas Umur Ekonomis Mobil Listrik

Spesies Penguin Gentoo Baru Ditemukan Setelah Lebih dari 100 Tahun

October 3, 2026
Mau Mulai Bisnis Online? Ini 6 Ide Produk untuk Pemula

Mau Mulai Bisnis Online? Ini 6 Ide Produk untuk Pemula

October 3, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025