Kanal24, Malang – Persaingan maskapai global kembali berubah pada 2026. Setelah sebelumnya berada di posisi kedua, Singapore Airlines berhasil merebut peringkat pertama dalam daftar maskapai terbaik dunia versi Skytrax. Perubahan ini sekaligus menggeser Qatar Airways yang pada tahun sebelumnya berada di posisi teratas, sementara Cathay Pacific tetap mempertahankan posisi ketiga.
Hasil tersebut diumumkan dalam World Airline Awards 2026 di London, Inggris, Jumat (18/9/2026). Penghargaan Skytrax menjadi salah satu rujukan industri penerbangan karena penilaiannya berasal dari survei penumpang secara global.
Baca juga:
Stok Beras Nasional 25–26 Juta Ton, Pemerintah Pastikan Aman hingga Maret 2027
Singapore Airlines Kembali ke Puncak
Singapore Airlines menempati posisi pertama setelah pada daftar 2025 berada di urutan kedua. Capaian tersebut memperlihatkan kembali kuatnya posisi maskapai asal Singapura dalam persaingan layanan penerbangan internasional.
Skytrax mencatat Singapore Airlines unggul dalam sejumlah aspek layanan penumpang. Selain menjadi maskapai terbaik dunia, maskapai tersebut juga meraih penghargaan World’s Best Economy Class Airline dan World’s Best Economy Class Onboard Catering pada 2026.
Di posisi kedua terdapat Qatar Airways, yang sebelumnya menduduki peringkat pertama pada 2025. Sementara itu, Cathay Pacific Airways mempertahankan posisi ketiga.
Posisi berikutnya ditempati ANA All Nippon Airways, Turkish Airlines, Emirates, Air France, Hainan Airlines, Japan Airlines, dan Korean Air yang melengkapi 10 besar.
Daftar tersebut memperlihatkan kuatnya dominasi maskapai Asia dan Timur Tengah dalam persaingan layanan penerbangan global. Selain Singapore Airlines, Qatar Airways, Cathay Pacific, ANA, Japan Airlines, Korean Air, dan Hainan Airlines masuk dalam jajaran 10 besar.
Pada posisi 11 hingga 20 terdapat EVA Air, Qantas Airways, STARLUX Airlines, Lufthansa, Saudia, Iberia, Air Canada, Virgin Atlantic, Swiss International Air Lines, dan Thai Airways. Thai Airways menjadi salah satu maskapai dengan peningkatan posisi paling besar di 20 besar, dari peringkat ke-29 pada 2025 menjadi ke-20 pada 2026.
Garuda Indonesia Turun, tetapi Tetap Unggul di Layanan
Dari daftar tersebut, posisi Garuda Indonesia menjadi perhatian bagi pembaca Indonesia. Maskapai nasional tersebut berada di peringkat ke-66 dalam daftar 100 maskapai terbaik dunia 2026, turun dari posisi ke-46 pada 2025.
Meski peringkat keseluruhan mengalami perubahan, Garuda Indonesia masih mencatat capaian pada kategori layanan tertentu.
Dalam penghargaan World’s Best Airline Cabin Crew 2026, Garuda Indonesia berada di posisi kedelapan dunia. Posisi tersebut menempatkannya di antara maskapai seperti Cathay Pacific, Singapore Airlines, Malaysia Airlines, Hainan Airlines, ANA, EVA Air, dan STARLUX Airlines.
Garuda Indonesia juga menempati posisi ke-11 dalam kategori World’s Best Airport Services 2026. Kategori tersebut menilai kepuasan penumpang terhadap pelayanan staf maskapai di bandara, mulai dari proses tiket dan check-in hingga lounge, boarding, transfer, serta kedatangan.
Di tingkat Indonesia, Garuda Indonesia menjadi maskapai dengan posisi teratas untuk kategori awak kabin. Batik Air berada di posisi kedua, sedangkan AirAsia Indonesia menempati posisi ketiga dalam kategori Best Cabin Crew in Indonesia 2026.
Perbedaan antara peringkat keseluruhan dan kategori layanan tersebut menunjukkan bahwa performa sebuah maskapai dalam penghargaan global tidak hanya dilihat dari satu aspek. Pengalaman penumpang dapat dinilai melalui berbagai kategori dengan indikator yang berbeda.
Hasil Pemeringkatan Bisa Berbeda
Istilah “maskapai terbaik dunia” juga perlu dilihat berdasarkan lembaga yang melakukan penilaian. Skytrax menggunakan survei penumpang global sebagai dasar World Airline Awards. Karena itu, hasilnya merefleksikan pengalaman dan kepuasan pelanggan terhadap berbagai aspek perjalanan udara.
Sementara itu, lembaga lain menggunakan metode penilaian berbeda. AirlineRatings.com, misalnya, menempatkan Qatar Airways sebagai maskapai terbaik dunia 2026. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa setiap pemeringkatan memiliki indikator dan metodologi masing-masing.
Karena itu, daftar Skytrax tidak dapat dipahami sebagai satu-satunya ukuran mutlak kualitas maskapai. Namun, hasil tersebut tetap memberikan gambaran mengenai bagaimana pengalaman penumpang terhadap layanan maskapai dinilai dalam survei global.
Bagi industri penerbangan, persaingan tersebut menunjukkan bahwa kualitas perjalanan tidak hanya ditentukan oleh jaringan rute atau jumlah armada. Pelayanan awak kabin, kenyamanan kelas penerbangan, fasilitas bandara, makanan, hingga pengalaman penumpang secara keseluruhan turut menjadi bagian dari persaingan.
Pada 2026, Singapore Airlines kembali berada di posisi teratas versi Skytrax, sedangkan Qatar Airways harus turun satu tingkat. Di sisi lain, Garuda Indonesia masih menunjukkan kekuatan pada kategori layanan awak kabin dan pelayanan bandara meski peringkat keseluruhannya berada di luar 20 besar.
Perubahan tersebut menjadi gambaran bahwa industri penerbangan global terus bergerak, dengan maskapai berlomba mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman penumpang.(ffn)













