Kanal24, Malang – Puluhan alumni D3 Fakultas Bio-industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) UB yang kini berkiprah di berbagai bidang kembali dipertemukan dalam satu ruang. Keberagaman profesi dan pengalaman yang mereka miliki dinilai dapat menjadi modal untuk membangun jejaring serta membuka peluang kolaborasi di bidang pertanian dan pangan.
Potensi tersebut mengemuka dalam kegiatan “Silaturahmi Lintas Angkatan Menyongsong Dasa 4 Warsa Alumni D3 FBiPK: Persatuan Dalam Keberagaman yang Harmonis Melalui Kolaborasi” di Wisata Lembah Tumpang Resort, Malang, Minggu (4/10/2026). Kegiatan mempertemukan alumni lintas angkatan, mulai 1987 hingga 1992, dengan latar belakang sebagai petani, pelaku usaha, pekerja sarana produksi pertanian, hingga profesional dan pegawai swasta.
Baca Juga:
Mahasiswa KKN FBiPK UB Sulap Pekarangan Jadi Taman Pangan Berkelanjutan
Pengalaman Alumni Jadi Modal Kolaborasi
Guru Besar FBiPK UB, Prof. Dr. Ir. Abdul Latief Abadi, M.S., menilai pertemuan lintas angkatan menjadi momentum untuk menyatukan kembali alumni dari sejumlah program D3. Alumni D3 Perkebunan, D3 Pertanian, dan D3 Produksi Tanaman kini memiliki pengalaman yang beragam setelah menjalani perjalanan masing-masing di dunia kerja.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal penting apabila dihimpun dalam jejaring yang lebih luas. Pertemuan alumni tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang masa pendidikan, tetapi juga membuka komunikasi berdasarkan profesi dan bidang yang ditekuni.
“Ini menyatukan satu visi bersama antara alumni Diploma 3 Perkebunan, Diploma 3 Pertanian, dan Diploma 3 Produksi Tanaman,” ujar Abdul Latief.
Ia menyebut sejumlah alumni telah berkembang dalam berbagai posisi dan profesi. Bahkan, beberapa alumni datang dari luar daerah untuk mengikuti pertemuan tersebut.
“Kalau kita dengarkan cerita mereka itu luar biasa. Ada yang jadi direktur, ada yang jadi pemasaran dan seterusnya,” katanya.
Peluang Membentuk Forum Bidang Pangan
Beragam pengalaman tersebut dinilai dapat dikembangkan menjadi wadah kolaborasi. Abdul Latief melihat adanya peluang untuk menghimpun alumni dalam sebuah forum yang dapat memberikan kontribusi lebih luas.
Menurutnya, pengalaman alumni yang bersentuhan langsung dengan dunia pertanian dapat menjadi sumber pengetahuan untuk membahas berbagai persoalan. Salah satu peluang yang ia soroti adalah kontribusi terhadap persoalan pangan.
“Sebenarnya bisa jadi nanti kita buat satu forum di mana forum itu bisa membantu pemerintah terutama untuk masalah pangan,” jelas Abdul Latief.
Ia berharap gagasan tersebut dapat menjadi salah satu arah pengembangan jejaring alumni ke depan. Namun, pembentukan forum tersebut masih berupa gagasan yang dapat dibahas lebih lanjut oleh para alumni.
Ketua Pelaksana, Agus Sarjono, mengatakan jejaring berdasarkan bidang profesi mulai terlihat dalam pertemuan tersebut. Para alumni memiliki komunitas yang bergerak di bidang kewirausahaan, sarana produksi pertanian, petani, serta pegawai profesional dan swasta.
“Dengan kolaborasi apa yang kita harapkan atau kita capai itu bisa terwujud,” ujar Agus.
Menurutnya, komunikasi lintas profesi memungkinkan alumni saling memberikan informasi dan masukan. Hal tersebut diharapkan dapat membantu perkembangan profesi maupun usaha yang dijalankan masing-masing alumni.
Alumni Jadi Referensi Generasi Muda
Penguatan jejaring alumni juga dinilai dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa dan generasi muda. Wakil Dekan FBiPK UB, Dr. Noer Rahmi Ardiarini, S.P., M.Si., mengatakan alumni dapat menjadi gambaran bagi mahasiswa mengenai perjalanan karier setelah menyelesaikan pendidikan.
Menurutnya, mahasiswa dapat melihat pengalaman alumni sebagai salah satu referensi dalam menentukan arah profesi. Hal ini menjadi semakin penting karena dunia kerja membutuhkan perpaduan pengetahuan akademik dan keterampilan.

“Alumni itu adalah sosok yang bisa dilihat oleh para generasi muda saat ini, terutama mahasiswa dari Fakultas Pertanian,” tuturnya.
Noer Rahmi juga menyoroti pentingnya kompetensi bagi lulusan D3. Selain kemampuan akademik, keterampilan menjadi salah satu kekuatan yang perlu terus dikembangkan melalui pengalaman dan sertifikasi kompetensi.
Sementara itu, Wakil Rektor 3 UB, Dr. Setiawan Noerdajasakti, S.H., M.H., melihat pertemuan tersebut sebagai bagian dari perjalanan panjang pendidikan Universitas Brawijaya. Program diploma menjadi salah satu bagian dari dinamika perkembangan program pendidikan yang pernah diselenggarakan UB.

“Kegiatan ini sangat membawa manfaat bagi kita semua, bagi lembaga Universitas Brawijaya itu sendiri, serta bagi para alumni program diploma Universitas Brawijaya,” kata Setiawan.
Jejaring alumni D3 FBiPK UB pun memiliki ruang untuk terus dikembangkan. Pengalaman yang tersebar di berbagai profesi dapat menjadi modal untuk memperkuat komunikasi, membuka kolaborasi, dan menghadirkan kontribusi bagi sektor pertanian dan pangan. (ndr)














