Kanal24, Malang – Di tengah aktivitas pertanian, siswa berkesempatan melihat langsung bagaimana masyarakat merawat tanaman dan mengolah lahan hingga menghasilkan panen. Pengalaman ini membuka perspektif baru tentang pekerjaan petani yang membutuhkan keterampilan, ketekunan, dan keterlibatan langsung dalam setiap tahapnya.
Pengalaman tersebut dirasakan siswa SMA Brawijaya Smart School melalui kegiatan Brascho Nyantrik 2026 di Dusun Ngebrong, Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, pada Kamis (8/10/2026). Melalui interaksi dengan warga dan keterlibatan dalam aktivitas pertanian, siswa diajak mengenal kehidupan petani sekaligus memahami proses di balik hasil pertanian yang dimanfaatkan masyarakat.
Baca Juga:
MAG Scholar Soroti Tantangan Bisnis di Era Digital dan Berkelanjutan
Siswa Rasakan Langsung Aktivitas Pertanian
Kegiatan di lahan pertanian menjadi salah satu pengalaman yang berkesan bagi peserta Brascho Nyantrik 2026. Siswa tidak hanya mengamati aktivitas warga, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung dalam pekerjaan di lingkungan pedesaan.
Salah satu peserta, Arco Wildhanu Omary, mengungkapkan ketertarikannya mengikuti Nyantrik karena kegiatan tersebut memberikan kesempatan untuk mempraktikkan pengetahuan secara langsung. Baginya, pengalaman di lapangan menjadi cara untuk mengenal kehidupan masyarakat Pujon melalui aktivitas yang dijalani sehari-hari.

Pengalaman yang paling berkesan bagi Arco adalah membantu proses panen dan mengamati pertumbuhan bawang merah. Melalui kegiatan tersebut, ia dapat melihat secara langsung salah satu tahapan dalam proses pertanian yang sebelumnya tidak cukup dipahami hanya melalui teori.
Keterlibatan siswa dalam aktivitas pertanian memberikan gambaran lebih nyata mengenai pekerjaan petani. Mereka dapat menyaksikan proses budi daya sekaligus memahami bahwa hasil panen membutuhkan serangkaian pekerjaan sebelum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Mengenal Pekerjaan Petani dari Dekat
Kepala Dusun Ngebrong, Mukromin, menjelaskan bahwa para siswa berkesempatan mengikuti aktivitas warga di lahan pertanian. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengalaman mereka dalam mengenal kehidupan masyarakat setempat, termasuk petani dan pekerja yang terlibat dalam aktivitas pertanian.

Selain mengamati lahan, siswa juga berkesempatan membantu pekerjaan sederhana di kebun. Ruhaniyah, salah satu warga yang menjadi inang atau tuan rumah bagi peserta, menceritakan bahwa siswa yang tinggal bersamanya diajak ke lahan untuk mencabuti gulma di sekitar tanaman bawang merah dan pakcoy.
Aktivitas tersebut memberikan pengalaman konkret mengenai perawatan tanaman. Siswa dapat melihat bahwa pekerjaan pertanian tidak hanya berkaitan dengan masa panen, tetapi juga mencakup pemeliharaan tanaman agar dapat tumbuh dengan baik.
Melalui keterlibatan bersama warga, peserta juga berkesempatan membangun interaksi di luar lingkungan sekolah. Mereka dapat belajar dari pengalaman masyarakat yang menjalani aktivitas pertanian secara langsung, sekaligus mengenal kehidupan pedesaan dari sudut pandang yang berbeda.
Menumbuhkan Apresiasi terhadap Profesi Petani
Pengalaman selama kegiatan Nyantrik diharapkan memperluas pemahaman siswa mengenai kontribusi petani dalam kehidupan masyarakat. Aktivitas yang mereka ikuti memperlihatkan bahwa hasil pertanian melalui proses panjang, mulai dari perawatan tanaman hingga panen.
Bagi Arco, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk lebih mengenal pekerjaan petani yang menurutnya belum banyak mendapat perhatian media. Ia berharap siswa dapat membawa pulang pengetahuan baru sekaligus memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kehidupan masyarakat di sektor pertanian.
Pembelajaran langsung seperti ini juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk menghubungkan pengetahuan dengan kondisi nyata di lapangan. Mereka tidak hanya mengenal pertanian sebagai kegiatan menghasilkan pangan, tetapi juga melihat pekerjaan dan keterampilan yang terlibat di dalamnya.
Melalui Brascho Nyantrik 2026, SMA Brawijaya Smart School menghadirkan pengalaman belajar yang mempertemukan siswa dengan kehidupan masyarakat pedesaan. Keterlibatan dalam aktivitas pertanian di Dusun Ngebrong diharapkan menambah wawasan peserta serta menumbuhkan penghargaan terhadap kerja keras petani yang berperan dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. (gal)













