Kanal24, Malang – Dunia bisnis, pemasaran, dan pariwisata menghadapi perubahan yang semakin cepat seiring perkembangan teknologi digital dan meningkatnya tuntutan terhadap pertumbuhan berkelanjutan. Kondisi tersebut mendorong akademisi dan pelaku industri untuk memperkuat kolaborasi agar hasil riset mampu menjawab kebutuhan dunia nyata.
Isu tersebut menjadi pembahasan dalam 2026 MAG Scholar Conference in Business, Marketing & Tourism yang digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB), Malang, Rabu (7/10/2026). Konferensi yang berlangsung pada 7–8 Oktober tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi untuk membahas perkembangan bisnis, pemasaran, manajemen, dan pariwisata.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian 2026 MAG Scholar Conference yang berlangsung pada 6–9 Oktober 2026. Sebelumnya, rangkaian kegiatan diawali pre-conference workshop metode penelitian kualitatif dan kuantitatif bagi mahasiswa pascasarjana.
Baca juga:
UB Forest Perkuat Pengelolaan Sampah dan Penghijauan Berkelanjutan
Riset Akademik Didorong Berdampak ke Industri
Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UB, Prof. Ananda Sabil Hussein, S.E., M.Com., Ph.D., mengatakan konferensi menjadi ruang untuk mempertemukan hasil penelitian dengan perkembangan kebutuhan industri.

Menurutnya, bisnis, manajemen, dan pariwisata menjadi bidang yang terus mengalami perubahan sehingga hasil penelitian dari perguruan tinggi perlu dikomunikasikan secara lebih luas.
Konferensi juga menjadi wadah diseminasi penelitian yang dilakukan peneliti dan mahasiswa, khususnya dari Departemen Manajemen FEB UB. Hasil penelitian tersebut kemudian didiskusikan bersama akademisi dan pelaku industri.
“Harapannya hasil-hasil penelitian ini tidak hanya dipahami atau dinikmati oleh para peneliti, tetapi juga bisa digunakan oleh industri,” ujar Ananda.
Menurutnya, pemanfaatan hasil penelitian oleh industri akan memperluas dampak akademik. Temuan yang lahir dari lingkungan perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan ilmiah, tetapi dapat menjadi masukan untuk pengembangan kebijakan maupun praktik di lapangan.
Konferensi MAG Scholar tahun ini mengusung tema “Sustainable Growth and Digital Transformation: Shaping the Future of Business, Marketing, and Tourism”. Tema tersebut menempatkan pertumbuhan berkelanjutan dan transformasi digital sebagai dua isu penting dalam menentukan arah perkembangan bisnis, pemasaran, dan pariwisata.
Bisnis Dituntut Tumbuh Sekaligus Berkelanjutan
Conference Director MAG Scholar, Dr. Mohamad-Noor Salehhuddin Sharipudin dari Universiti Putra Malaysia, menjelaskan keberlanjutan menjadi isu yang semakin penting dalam perkembangan dunia bisnis.
Perusahaan tidak lagi hanya dituntut mengejar pertumbuhan, tetapi juga perlu mempertimbangkan dampak lingkungan dan keberlanjutan dalam menjalankan aktivitas bisnis.
Tantangan serupa juga muncul dalam sektor pemasaran dan pariwisata. Perkembangan teknologi digital menuntut pelaku usaha beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen, sementara prinsip keberlanjutan menjadi bagian penting dalam menentukan arah pengembangan sektor tersebut.
Menurut Salehhuddin, forum konferensi juga memberikan kesempatan bagi peneliti dari berbagai negara untuk bertemu dan membangun jejaring. Hubungan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kolaborasi penelitian, pengajuan hibah, maupun publikasi bersama.
Sementara itu, Emeritus Professor Dr. Kim-Shyan Fam selaku MAG Scholar President menilai konferensi menjadi ruang bagi akademisi untuk membangun hubungan yang lebih dekat sekaligus berbagi pengalaman penelitian.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga membuka ruang pertukaran gagasan dan pengalaman antarpeneliti dari berbagai negara.
Perkuat Kolaborasi Akademisi dan Praktisi
Ananda mengatakan penguatan jejaring antara akademisi dan praktisi menjadi salah satu tujuan penting konferensi. Menurutnya, hubungan tersebut diperlukan untuk mendorong lahirnya penelitian dan inovasi yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat maupun industri.
“Harapannya adalah semakin adanya networking yang kuat di antara akademisi dan praktisi sehingga ke depan bisa tercipta inovasi-inovasi yang lebih baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi yang terbangun melalui forum tersebut diharapkan turut memperkuat ekosistem akademik di FEB UB maupun Universitas Brawijaya.
Melalui MAG Scholar Conference, pertukaran pengetahuan tidak berhenti pada penyampaian hasil penelitian. Forum tersebut juga membuka peluang terbentuknya jejaring dan kolaborasi baru yang dapat berlanjut setelah konferensi.
Kehadiran akademisi dan praktisi dari berbagai latar belakang menjadi peluang untuk mempertemukan perspektif ilmiah dengan kebutuhan dunia nyata. Dengan demikian, pengembangan bisnis, pemasaran, dan pariwisata dapat diarahkan tidak hanya adaptif terhadap transformasi digital, tetapi juga tetap memperhatikan prinsip pertumbuhan yang berkelanjutan. (ffn)













