Kanal24, Malang – Menerima tamu dari lingkungan yang berbeda menjadi kesempatan bagi warga untuk berbagi pengalaman dan memperkenalkan kehidupan sehari-hari di pedesaan. Melalui kebersamaan di rumah hingga aktivitas di lingkungan sekitar, masyarakat dapat memperlihatkan nilai-nilai kehidupan yang tumbuh dari kebiasaan dan pengalaman mereka.
Pengalaman tersebut hadir dalam kegiatan Brascho Nyantrik 2026 yang diselenggarakan SMA Brawijaya Smart School di Dusun Ngebrong, Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, pada Kamis (8/10/2026). Warga dan keluarga inang terlibat langsung dalam menyambut siswa, mendampingi aktivitas mereka, serta berbagi pengalaman selama peserta tinggal di lingkungan masyarakat.
Baca Juga:
UB Forest Perkuat Pengelolaan Sampah dan Penghijauan Berkelanjutan
Keluarga Inang Sambut Siswa di Rumah
Bagi warga Dusun Ngebrong, menjadi keluarga inang memberikan kesempatan untuk menerima siswa dan mengenalkan kehidupan masyarakat dari dekat. Selama kegiatan berlangsung, siswa tinggal bersama keluarga setempat dan mengikuti sejumlah aktivitas yang menjadi bagian dari keseharian warga.
Ruhaniyah, salah satu warga yang menjadi inang, mengungkapkan kegembiraannya menerima kehadiran para siswa. Ia mengajak siswa yang tinggal bersamanya untuk melihat aktivitas pertanian dan mencabuti gulma di sekitar tanaman bawang merah serta pakcoy.

Keterlibatan tersebut membuat siswa berkesempatan mengenal lingkungan tempat mereka tinggal selama kegiatan. Mereka tidak hanya berinteraksi dengan keluarga inang di rumah, tetapi juga mengikuti aktivitas di luar rumah yang memperkenalkan kehidupan masyarakat setempat.
Bagi keluarga inang, kegiatan ini menjadi ruang untuk berbagi pengalaman dengan generasi muda. Melalui kebersamaan dan aktivitas sehari-hari, warga dapat memperkenalkan kebiasaan setempat sekaligus membantu siswa menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berbeda dari keseharian mereka di sekolah.
Warga Berbagi Pengalaman Kehidupan Desa
Kehadiran siswa juga membuka kesempatan bagi warga untuk memperkenalkan aktivitas masyarakat secara langsung. Kepala Dusun Ngebrong, Mukromin, menjelaskan bahwa peserta Nyantrik berkesempatan mengikuti kegiatan warga di lahan pertanian sehingga dapat mengenal kehidupan petani dan pekerja pertanian.
Interaksi tersebut mempertemukan pengalaman siswa dengan keseharian masyarakat yang mereka kunjungi. Melalui aktivitas bersama, warga dapat berbagi pengetahuan mengenai pekerjaan dan lingkungan tempat mereka tinggal, sedangkan siswa memperoleh kesempatan untuk mengenal kehidupan pedesaan secara lebih dekat.
Pengalaman tinggal bersama keluarga inang turut memberikan kesan tersendiri bagi peserta. Ratna Dharma Halim, siswi kelas XI SMA Brawijaya Smart School, menyampaikan bahwa tinggal bersama inang secara langsung merupakan pengalaman yang jarang ia dapatkan. Ia berharap kehadiran siswa dapat memberikan pengalaman positif bagi warga sekaligus memperluas pemahaman peserta mengenai Dusun Ngebrong.

Sementara itu, Hafshah Nazura Bazla, siswi kelas XI SMA Brawijaya Smart School, tertarik dengan kesempatan berbaur bersama warga dan mengunjungi kebun atau lahan pertanian. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan untuk mengenal tanaman yang dibudidayakan masyarakat.
Bagi warga, interaksi ini menjadi kesempatan untuk berbagi kehidupan sehari-hari dengan para siswa. Hubungan yang terbangun selama kegiatan juga memperlihatkan bahwa masyarakat dapat menjadi bagian penting dari pengalaman belajar di luar sekolah.
Warga Harapkan Nyantrik Berlanjut
Mukromin berharap kegiatan Nyantrik dapat terus dilaksanakan setiap tahun atau kembali diselenggarakan setelah beberapa waktu. Harapan tersebut mencerminkan keterbukaan warga terhadap kegiatan yang mempertemukan lingkungan pendidikan dengan masyarakat pedesaan.
Ruhaniyah juga berharap para siswa memperoleh pengalaman baik selama tinggal bersama keluarga inang. Ia menyambut kemungkinan peserta kembali berkunjung dan mengenang pengalaman mereka selama berada di Dusun Ngebrong.
Kehadiran siswa dalam kegiatan Brascho Nyantrik 2026 memberikan ruang bagi masyarakat untuk berbagi pengalaman sekaligus memperkenalkan kehidupan desa kepada generasi muda. Peran keluarga inang dan warga menjadi bagian penting dalam membangun interaksi yang memungkinkan siswa mengenal lingkungan baru secara langsung.
Melalui kegiatan tersebut, hubungan antara sekolah dan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada berakhirnya program. Pengalaman menerima siswa, berbagi aktivitas, dan memperkenalkan kehidupan setempat menjadi kesempatan bagi warga Dusun Ngebrong untuk turut mendukung proses pembelajaran generasi muda. (gal)














