Kanal24, Bojonegoro – Universitas Brawijaya (UB) berencana memperluas akses pendidikan tinggi melalui pembukaan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Rencana tersebut mencakup program studi kedokteran dan teknik industri pertanian yang diharapkan dapat mendukung pengembangan sumber daya manusia serta kebutuhan pembangunan daerah.
Penjajakan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dan UB dibahas dalam rapat koordinasi pada Jumat (9/10/2026). Sejumlah aspek masih perlu dimatangkan, mulai dari kesiapan lokasi, legalitas, hingga perencanaan pembangunan gedung perkuliahan.
Salah satu lokasi yang direncanakan untuk pengembangan PSDKU UB berada di Jalan HOS Cokroaminoto, Bojonegoro, tepatnya di lahan milik pemerintah daerah di depan SMAN 2 Taruna Pamong Praja.
Baca juga:
Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa UB Hasilkan Buku Risiko Burnout

Jika terealisasi, kehadiran PSDKU UB diharapkan memperluas pilihan pendidikan tinggi bagi masyarakat Bojonegoro dan wilayah sekitarnya. Bidang kedokteran dan teknik industri pertanian juga dinilai relevan dengan kebutuhan pengembangan layanan kesehatan serta sektor pertanian dan industri daerah.
Perluas Akses Pendidikan Tinggi
Rencana pembukaan PSDKU UB mendapat respons positif dari sejumlah pimpinan perguruan tinggi di Bojonegoro. Kehadiran perguruan tinggi negeri (PTN) dinilai berpotensi meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mendorong persaingan yang sehat di lingkungan perguruan tinggi.
Rektor STIKES Muhammadiyah Bojonegoro, Sudalhar, menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, kehadiran PSDKU UB dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Namun, ia menilai pemerintah daerah tetap perlu memperhatikan keberlangsungan perguruan tinggi swasta (PTS) yang telah lebih dahulu berkembang di Bojonegoro.
“Perlu mempertimbangkan keberlangsungan kampus lokal,” ujarnya, seperti dikutip dari Bojonegoro Raya, Rabu (14/10/2026).
Sudalhar menilai, rencana pembukaan program studi kedokteran dan teknik industri pertanian tidak serta-merta mengancam keberadaan kampus lokal karena bidang tersebut belum tersedia di perguruan tinggi setempat sebagaimana disampaikan dalam laporan tersebut.
Ia juga menyebut STIKES Muhammadiyah Bojonegoro tengah mempersiapkan pengembangan institusi menjadi universitas. Menurutnya, persaingan dengan perguruan tinggi negeri dapat menjadi dorongan bagi kampus swasta untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
Kampus Lokal Didorong Tingkatkan Mutu
Wakil Rektor I IKIP PGRI Bojonegoro, Ima Isnaini, juga menyambut positif rencana pengembangan PSDKU UB. Ia menilai langkah tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan indeks pembangunan manusia (IPM) Bojonegoro.
Menurut Ima, pengembangan program studi perlu disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan proyeksi sumber daya manusia pada masa mendatang. Bidang kedokteran dan teknik industri pertanian dinilai berpotensi mendukung sektor strategis, mulai dari layanan kesehatan hingga pengembangan industri dan pertanian.
Ia menegaskan, kehadiran PTN di daerah sebaiknya tidak semata-mata dipandang sebagai persaingan dengan kampus lokal, melainkan sebagai bagian dari ekosistem pendidikan tinggi yang saling melengkapi.
“Bagi PTS (kampus) lokal seperti kami, perkembangan ini tentu menjadi tantangan sekaligus momentum untuk berbenah,” jelasnya.
Ima menambahkan, perguruan tinggi swasta perlu memperkuat kualitas pembelajaran, relevansi program studi dengan kebutuhan dunia kerja, layanan akademik, riset, inovasi, serta jejaring industri agar mampu memberikan nilai tambah bagi mahasiswa.
Pemkab Perlu Jaga Keseimbangan Ekosistem Kampus
Selain peningkatan mutu pendidikan, keberadaan PSDKU UB juga memunculkan perhatian terhadap kebijakan pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan ekosistem perguruan tinggi.
Sudalhar menilai, dukungan pemerintah daerah perlu diberikan secara proporsional agar pengembangan kampus negeri tetap berjalan seiring dengan keberlangsungan kampus lokal. Salah satu aspek yang disorot ialah pengaturan kuota penerimaan mahasiswa baru.
“Kuota penerimaan mahasiswa baru jangan dibiarkan tanpa batas, harus ada proporsi,” tuturnya.
Menurut Sudalhar, Bojonegoro memiliki sekitar 15.000 mahasiswa yang tersebar di 13 perguruan tinggi swasta. Bertambahnya pilihan perguruan tinggi diharapkan dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah.
Dengan demikian, rencana pembukaan PSDKU UB di Bojonegoro tidak hanya berkaitan dengan perluasan akses pendidikan tinggi, tetapi juga membutuhkan perencanaan yang matang dari sisi kelembagaan, fasilitas, dan kebijakan daerah.
Apabila terealisasi dengan baik, pengembangan tersebut berpotensi memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di Bojonegoro melalui kolaborasi antara perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta, dan pemerintah daerah.(nid)














