Kanal24, Malang – Kepedulian terhadap nasib peternak sapi perah lokal mendorong mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Dzaki Al Ghazali, mengembangkan usaha susu pasteurisasi melalui merek Susu Mas Jack. Usaha ini tidak hanya berorientasi pada pengembangan bisnis, tetapi juga berupaya memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi peternak lokal.
Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan (FAST) UB tersebut melihat adanya persoalan dalam rantai distribusi susu, terutama ketika harga jual di tingkat peternak tidak sebanding dengan biaya produksi. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Dzaki memilih menyerap susu secara langsung dari peternak dengan harga lebih tinggi, selama kualitas bahan baku memenuhi standar yang ditetapkan.
Melalui Susu Mas Jack, Dzaki berupaya membangun model usaha yang menghubungkan peternak sebagai produsen bahan baku dengan konsumen secara lebih dekat. Langkah ini sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa untuk berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat melalui kewirausahaan.
Baca juga:
Seminar Internasional FH UB Bahas Tantangan Hukum Lingkungan
Berpihak pada Peternak Lokal
Bagi Dzaki, keberlanjutan usaha susu tidak dapat dilepaskan dari kesejahteraan peternak sebagai pemasok utama bahan baku. Ketika harga jual susu tidak mampu mengimbangi biaya produksi, peternak menghadapi tekanan ekonomi yang dapat memengaruhi keberlangsungan usaha mereka.
“Saya melihat dalam beberapa tahun terakhir peternak sangat dirugikan karena harga jual produk tidak sebanding dengan biaya produksinya. Karena itu, saya ingin membeli susu langsung dari peternak lokal dengan harga lebih tinggi, selama kualitasnya sesuai,” ujar Dzaki.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu fondasi pengembangan Susu Mas Jack. Selain membangun pasar bagi produk olahan susu, usaha ini berupaya menciptakan pola kemitraan yang memberikan penghargaan lebih baik terhadap kualitas bahan baku dari peternak.
Di sisi lain, upaya memperpendek rantai distribusi juga menjadi peluang untuk memperkenalkan produk susu lokal kepada konsumen dengan pendekatan yang lebih dekat dan berkelanjutan.
Tawarkan Susu Pasteurisasi dengan Sistem Langganan
Susu Mas Jack menghadirkan produk susu pasteurisasi dalam beberapa pilihan ukuran dan rasa. Konsumen dapat memilih kemasan botol berukuran 250 mililiter maupun satu liter, dengan varian rasa cokelat, stroberi, dan matcha.
Salah satu strategi yang dikembangkan adalah sistem keanggotaan atau membership. Melalui skema tersebut, pelanggan dapat berlangganan dan memperoleh pengiriman susu secara rutin ke rumah.
Untuk mendukung sistem tersebut, Susu Mas Jack menggunakan botol kaca yang dapat ditukar kembali. Skema ini menjadi bagian dari upaya mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai sekaligus memberikan pengalaman berlangganan yang berbeda kepada konsumen.
Model pemasaran tersebut juga berpotensi membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Dengan sistem pengiriman rutin, usaha dapat mengembangkan pola permintaan yang lebih terencana sekaligus memperluas jangkauan pasar produk susu lokal.
Jaga Kualitas dan Keamanan Produk
Di tengah persaingan produk olahan susu, kualitas menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam operasional Susu Mas Jack. Meski masih berada pada skala industri rumah tangga, pengolahan produk dilakukan dengan mengacu pada prosedur operasional standar atau standard operating procedure (SOP) dan pengujian kualitas.
Dalam proses produksi, Dzaki bekerja sama dengan Neelwan yang berperan sebagai Head of Production untuk menjaga konsistensi rasa dan kualitas produk.
Pengembangan produk susu pasteurisasi menuntut pengendalian proses pengolahan dan penyimpanan yang tepat agar mutu serta keamanan pangan tetap terjaga. Karena itu, penerapan prosedur produksi menjadi aspek penting dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap produk yang dipasarkan.
Selain mengandalkan kualitas produk, Susu Mas Jack memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Kolaborasi dengan sejumlah akun kuliner di Malang juga dilakukan untuk memperkenalkan produk kepada calon pelanggan yang lebih luas.
Strategi tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan usaha pangan tidak hanya membutuhkan ketersediaan bahan baku dan kemampuan produksi, tetapi juga inovasi dalam pemasaran serta pelayanan kepada konsumen.
Kewirausahaan Mahasiswa untuk Ekonomi Berkelanjutan
Pengembangan Susu Mas Jack menjadi salah satu contoh bagaimana gagasan kewirausahaan mahasiswa dapat berangkat dari persoalan yang dihadapi masyarakat. Dalam hal ini, persoalan harga susu di tingkat peternak menjadi titik awal bagi Dzaki untuk membangun usaha yang menghubungkan kepentingan produsen dan konsumen.
Ke depan, keberlanjutan usaha akan bergantung pada kemampuan menjaga kualitas produk, memperluas pasar, serta membangun kemitraan yang konsisten dengan peternak lokal.
Inisiatif tersebut juga menunjukkan bahwa mahasiswa perguruan tinggi memiliki ruang untuk menerapkan pengetahuan akademik ke dalam kegiatan ekonomi produktif. Tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, model usaha seperti Susu Mas Jack juga dapat diarahkan untuk menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal, Dzaki berharap Susu Mas Jack dapat terus bertumbuh dan menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi peternak dalam rantai pasok industri susu.
Kisah ini menegaskan bahwa inovasi kewirausahaan mahasiswa dapat menjadi salah satu jalan untuk menghubungkan dunia pendidikan, pengembangan bisnis, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. (nid)














