Kanal24, Malang – Kebersamaan warga lintas generasi menjadi salah satu kekuatan yang menjaga keberlangsungan Kampung Cempluk Festival hingga memasuki tahun ke-16. Berlokasi di Dusun Sumberjo, Desa Kalisongo, Kabupaten Malang, festival ini tumbuh dari semangat gotong royong masyarakat yang menjaga tradisi sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas.
Semangat tersebut mendapat perhatian dalam kunjungan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur, Hj. Arumi Bachsin, S.E., pada Rabu (21/10/2026). Kunjungan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi kolaborasi masyarakat dalam melestarikan budaya dan mengembangkan potensi kampung sebagai daya tarik wisata.
Baca Juga:
Festival Kampung Cempluk Angkat Pawon Lawasan untuk Lestarikan Budaya
Arumi Apresiasi Gotong Royong Warga
Arumi Bachsin mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam menyelenggarakan Kampung Cempluk Festival ke-16. Menurutnya, keberhasilan kegiatan berbasis komunitas tidak hanya bergantung pada dukungan anggaran, tetapi juga pada partisipasi, kepercayaan, dan semangat warga untuk bekerja bersama.

Ia menilai keterlibatan lintas generasi menjadi salah satu hal penting dalam menjaga keberlangsungan festival. Generasi muda mendapat ruang untuk terlibat dalam pengelolaan dan menyampaikan gagasan, sementara warga yang lebih senior memberikan kesempatan bagi ide-ide baru untuk berkembang.
Festival ini juga memadukan unsur budaya, kuliner, dan modernisasi. Perpaduan tersebut menunjukkan upaya masyarakat dalam menjaga identitas lokal sekaligus menghadirkan kegiatan yang menarik bagi pengunjung dari berbagai kalangan.
Arumi berharap Kampung Cempluk Festival terus berkembang dan menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang dikenal lebih luas, khususnya di Kabupaten Malang. Menurutnya, semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat menjadi modal penting dalam membangun kegiatan berbasis komunitas secara berkelanjutan.
Kampung Cempluk Jadi Ruang Kreativitas
Ketua Komunitas Kampung Cempluk, Alzam Darma Putra, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini menandai perjalanan 16 tahun festival. Kegiatan tersebut dikembangkan bukan sekadar sebagai perayaan, melainkan juga sebagai ruang kreatif dan edukasi yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menampilkan potensi mereka.

Kunjungan Arumi pada Rabu (21/10/2026) menjadi bagian dari rangkaian festival yang berlangsung hingga 24 Oktober 2026. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat menyerahkan cendera mata berupa plakat bertajuk “dawai Cempluk” karya Budiayin yang dibuat dengan memanfaatkan material limbah.
Menurut Alzam, Karang Taruna menjadi penggerak utama penyelenggaraan festival dengan dukungan masyarakat dan kolaborasi bersama unsur pemerintahan desa serta lingkungan setempat. Kerja sama ini berperan dalam mengoordinasikan kegiatan yang melibatkan berbagai pihak.
Lokasi penyelenggaraan festival juga bergantian antara RW 1 dan RW 2 sesuai pola yang diterapkan panitia. Pengaturan tersebut ditujukan untuk pemerataan keterlibatan warga sekaligus mendukung alur kegiatan dan keamanan selama festival berlangsung.
Ratusan Tenant Ramaikan Festival
Kampung Cempluk Festival ke-16 menghadirkan 147 tenant yang menawarkan beragam produk dan sajian. Alzam menyebut sekitar 60 persen tenant berasal dari warga setempat, sedangkan 40 persen lainnya berasal dari luar kampung. Keterlibatan tersebut membuka ruang bagi pelaku lokal untuk memperkenalkan produk sekaligus mempertemukan mereka dengan pelaku usaha dari luar wilayah.
Berdasarkan perkiraan panitia yang mengacu pada jumlah kendaraan parkir, jumlah pengunjung pada hari biasa berkisar 7.000 hingga 9.000 orang per hari. Sementara itu, jumlah pengunjung pada hari penutupan diperkirakan melampaui 10.000 orang. Angka tersebut merupakan perkiraan, bukan hasil penghitungan langsung seluruh pengunjung.
Bagi Alzam, perjalanan festival selama 16 tahun menjadi pijakan untuk terus memperluas manfaat kegiatan bagi masyarakat. Ia berharap Kampung Cempluk Festival semakin dikenal, bahkan hingga tingkat internasional, tanpa meninggalkan perannya sebagai ruang kreativitas dan edukasi warga.
Apresiasi terhadap gotong royong dan keterlibatan lintas generasi menjadi dorongan bagi masyarakat untuk menjaga keberlanjutan festival. Dengan partisipasi warga dan kolaborasi berbagai pihak, Kampung Cempluk Festival diharapkan terus memperkuat pelestarian budaya, kreativitas masyarakat, dan potensi wisata di Kabupaten Malang. (gal)














