Kanal24, Malang – Inovasi perguruan tinggi tidak cukup berhenti pada publikasi ilmiah. Hasil pengembangan ilmu pengetahuan juga perlu memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat inilah yang diusung Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan (FAST) Universitas Brawijaya (UB) dalam memperingati Dies Natalis ke-65 melalui tema Mengakar dalam Keilmuan, Bertumbuh dalam Inovasi, Berdampak bagi Negeri.
Semangat tersebut menjadi fokus dalam rangkaian Ceremony & Tasyakuran Dies Natalis ke-65 FAST UB yang digelar di Auditorium Lantai 8, Gedung 5 Fakultas Sains dan Teknologi Perternakan Universitas Brawijaya, Senin (26/10/2026). Selain memperkuat keilmuan dan inovasi, momentum ini dimanfaatkan untuk mendorong kolaborasi, meningkatkan kompetensi mahasiswa, serta memperluas dampak kegiatan akademik bagi masyarakat.
Baca Juga:
Festival Kampung Cempluk ke-16 Andalkan Kolaborasi Warga dan Pemuda
Menguatkan Keilmuan dan Inovasi
Dekan FAST UB, Prof. Dr. Ir. Muhammad Halim Natsir, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa tema Dies Natalis ke-65 menjadi pengingat pentingnya memperkuat tiga fondasi utama fakultas, yakni keilmuan, inovasi, dan dampak bagi negeri.

“Di tahun ke-65 ini kita mengangkat moto mengakar dalam keilmuan, bertumbuh dalam inovasi, berdampak untuk negeri. Ini adalah suatu hal yang memang di dunia sekarang tiga pondasi ini harus kita kuatkan bersama-sama,” ujar Halim.
Menurutnya, penguatan ketiga fondasi tersebut perlu diwujudkan melalui kegiatan akademik dan inovasi yang memberikan manfaat lebih luas. Karena itu, FAST UB terus mendorong pengembangan riset, pengabdian kepada masyarakat, serta keterlibatan mahasiswa dalam menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Wakil Ketua Dies Natalis ke-65 FAST UB, Dr. Yuli Frita Nuningtyas, S.Pt., M.P., M.Sc., menyampaikan bahwa tema tersebut juga menjadi arah bagi rangkaian kegiatan peringatan tahun ini. Berbagai agenda disiapkan untuk melibatkan sivitas akademika sekaligus memperkuat kebersamaan di lingkungan fakultas.

Rangkaian kegiatan telah dimulai dengan pertandingan futsal pada awal Oktober, dilanjutkan pameran dan kontes ayam, reptil, serta kucing. Setelah tasyakuran pada 26 Oktober, agenda berikutnya mencakup uji kompetensi mahasiswa, seminar nasional dan internasional, serta kegiatan Pulang Kandang yang dijadwalkan berlangsung pada 14 November 2026.
Yuli berharap rangkaian Dies Natalis dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, sekaligus memperkuat semangat bersama dalam mengembangkan FAST UB.
Publikasi dan Kolaborasi Jadi Kekuatan
Halim menuturkan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan publikasi ilmiah menjadi sejumlah kekuatan yang terus dikembangkan FAST UB. Ia menyebut jumlah publikasi hingga Oktober menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia juga menyampaikan perkembangan publikasi pada jurnal bereputasi kuartil pertama atau Q1. Menurut Halim, jumlah publikasi yang masuk kategori tersebut telah mencapai 11. Ia turut menyoroti pentingnya kolaborasi penulisan karya ilmiah dengan profesor dari luar negeri untuk memperluas jejaring akademik dan meningkatkan kualitas penelitian.
Di bidang pengabdian kepada masyarakat, FAST UB melanjutkan program sekolah lapang yang dilaksanakan di Pasuruan dan Lamongan. Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.
Selain penelitian dan pengabdian, alumni juga dinilai memiliki peran penting dalam penguatan fakultas. Karena itu, FAST UB menjadwalkan kegiatan Pulang Kandang pada 14 November 2026 sebagai wadah untuk mempertemukan kembali alumni dan mempererat hubungan dengan almamater.
Perkuat Kompetensi dan Kolaborasi Industri
FAST UB juga menargetkan agar kegiatan akademik menghasilkan inovasi yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung. Salah satu upaya yang didorong ialah pengembangan teknologi tepat guna melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Halim menjelaskan, sejak tahun sebelumnya, kegiatan KKN diarahkan agar mahasiswa menghasilkan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Hasil tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai tugas akademik, tetapi dapat dimanfaatkan dan ditampilkan melalui pameran pada akhir kegiatan.
Di sisi lain, kerja sama dengan industri menjadi peluang untuk memperkuat kesiapan mahasiswa dan alumni memasuki dunia kerja. FAST UB mendorong mahasiswa mengikuti sertifikasi kompetensi agar memiliki bekal yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Menurut Halim, fakultas berupaya membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas peluang penempatan kerja melalui kerja sama dengan mitra industri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menyelaraskan pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia profesional.
Melalui Dies Natalis ke-65, FAST UB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat fondasi keilmuan, meningkatkan inovasi, dan memperluas kolaborasi. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya karya akademik yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan negeri.(ern)















Comments 1