Kanal24, Malang – Keanekaragaman satwa Indonesia menyimpan potensi besar yang dapat dikembangkan untuk mendukung ilmu pengetahuan, pelestarian sumber daya genetik, hingga peluang ekonomi. Namun, pemanfaatan kekayaan hayati perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai pemeliharaan dan pelestarian agar keberagamannya tetap terjaga. Pengenalan satwa kepada generasi muda menjadi salah satu langkah untuk menumbuhkan kepedulian sekaligus membuka wawasan mengenai potensi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Upaya tersebut dihadirkan melalui Piala Rektor Prana Satwa Brawijaya 2026 yang digelar Universitas Brawijaya (UB) di Gedung Samantha Krida UB, Malang, Sabtu–Minggu (24–25/10/2026). Dalam rangkaian Dies Natalis ke-64 UB ini, pameran dan kontes berbagai jenis satwa melibatkan komunitas, asosiasi, serta mitra industri untuk memperkenalkan keragaman satwa sekaligus mendorong edukasi dan pengembangan sektor peternakan.
Baca juga:
FH UB Kenalkan Peradilan Tata Usaha Militer kepada Mahasiswa
UB Perkuat Edukasi Keanekaragaman dan Pelestarian Satwa
Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana bagi masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk mengenali kekayaan sumber daya alam Indonesia secara lebih dekat. Beragam satwa yang ditampilkan tidak hanya menarik untuk diamati, tetapi juga memiliki potensi ekonomi dan pengetahuan yang dapat dikembangkan.

Menurut Widodo, keanekaragaman satwa menyimpan sumber daya genetik yang penting untuk dipelajari. Pemahaman terhadap potensi tersebut dapat menjadi dasar pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kita ingin mengajak anak-anak muda kita mencintai kekayaan alam kita, mencintai biodiversitas kita,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa upaya pelestarian perlu disertai pemanfaatan yang bijak. Kekayaan alam harus dipelajari dan dikelola secara bertanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan tanpa mengabaikan keberlangsungan berbagai jenis satwa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga keanekaragaman hayati sekaligus melihat peluang pengembangan usaha dan inovasi berbasis sumber daya alam.
FAST UB Buka Peluang Kolaborasi Riset Peternakan
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan (FAST) UB, Prof. Dr. Ir. Muhammad Halim Natsir, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa Piala Rektor Prana Satwa Brawijaya 2026 dikembangkan dari kegiatan pameran yang sebelumnya mendapat respons positif. Antusiasme tersebut mendorong penyelenggaraan dengan skala lebih luas melalui keterlibatan perusahaan dan asosiasi satwa.
Halim menilai keberagaman satwa yang ditampilkan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami potensi peternakan secara lebih luas. Selain sebagai sumber pangan, satwa hias juga memiliki peluang pengembangan yang membutuhkan pengetahuan mengenai pemeliharaan, kesehatan, nutrisi, dan teknologi peternakan.
Karena itu, mahasiswa FAST UB diharapkan dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai ruang belajar langsung mengenai beragam karakteristik satwa dan peluang pengembangannya. Pemanfaatan teknologi, termasuk Internet of Things (IoT), juga menjadi bagian dari wawasan yang relevan dengan perkembangan peternakan modern.
Ke depan, FAST UB berharap keterlibatan asosiasi dan industri dapat berlanjut melalui program praktisi mengajar serta penelitian kolaboratif. Dengan demikian, kegiatan ini tidak berhenti sebagai pameran dan perlombaan, tetapi berkembang menjadi sarana penguatan pembelajaran dan riset.
Charoen Pokphand Dukung Inovasi Pakan Unggas Hias
Kolaborasi industri turut diperkuat melalui partisipasi PT Charoen Pokphand Indonesia. Regional Head PT Charoen Pokphand Indonesia Jawa Timur, Benyamin Liimi, mengatakan kerja sama dengan UB menjadi landasan bagi perusahaan untuk mendukung kegiatan yang memperkenalkan potensi satwa kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, perusahaan turut menghadirkan unggas hias, merpati hias, dan satwa lainnya. Partisipasi ini diharapkan dapat meningkatkan minat mahasiswa terhadap bidang peternakan serta memperkenalkan peluang pengembangan satwa hias.
Benyamin juga menyoroti pentingnya pemenuhan nutrisi dalam pemeliharaan unggas. Ia menyampaikan bahwa perusahaan telah mengembangkan produk pakan khusus unggas hias bernama 599 Aura, yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi satwa tersebut.
Menurutnya, inovasi pakan menjadi salah satu aspek yang dapat mendukung pengembangan pemeliharaan unggas hias sekaligus meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap bidang ini.
Kolaborasi antara UB, asosiasi, dan industri diharapkan terus berkembang melalui edukasi, penelitian, serta inovasi produk. Melalui Piala Rektor Prana Satwa Brawijaya 2026, UB mendorong generasi muda untuk mengenali kekayaan hayati Indonesia, memahami pentingnya pelestarian, dan melihat peluang pengembangan peternakan secara bertanggung jawab.(ffn)















Comments 1