Kanal24, Malang – Lapangan Rektorat Universitas Brawijaya (UB) dipadati mahasiswa sejak pagi. Satu per satu mahasiswa terlihat berpindah dari experience booth ke booth lainnya, mencoba tantangan yang tersedia sambil membawa kartu misi. Aktivitas berburu stamp dan merchandise turut membuat suasana semakin ramai, terlebih ketika mahasiswa mulai penasaran dengan tantangan berikutnya yang harus mereka selesaikan.
Google Gemini Campus Tour digelar melalui kolaborasi Google Gemini dengan Universitas Brawijaya di Lapangan Rektorat UB, Kamis (3/9/2026). Kegiatan ini menghadirkan sejumlah experience booth yang memungkinkan mahasiswa mencoba langsung berbagai pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI). Peserta diajak menyelesaikan misi di setiap booth, mengumpulkan stamp, hingga menukarkannya dengan merchandise eksklusif yang disediakan dalam rangkaian kegiatan.
Baca Juga:
Coldiac dan Diskoria Meriahkan Penutupan RAJA Brawijaya
Rasa Penasaran Jadi Pintu Masuk
Antusiasme mahasiswa bermula dari rasa penasaran setelah melihat promosi dan berbagai instalasi yang berada di area kegiatan. Hakim Tasya Setiawan, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UB, mengaku awalnya tidak mengetahui secara pasti aktivitas yang berlangsung di area tersebut.

“Karena awalnya dari promosi di depan ya, Kak. Terus kita juga tertarik melihat ada bangunan ini, ada denah ini. Terus kita kayak penasaran di sini sebenarnya ada apa sih,” ujar Hakim.
Rasa penasaran itu kemudian berlanjut ketika mahasiswa mendapatkan kartu misi. Bagi Hakim dan dua rekannya, Ahmad Rizki Fadilah serta Muhammad Rasyid Ridho, kartu tersebut justru membuat mereka ingin mengetahui lebih jauh tantangan yang harus diselesaikan.
Fadilah mengaku salah satu hal yang membuatnya bersemangat mengikuti kegiatan adalah kesempatan memperoleh merchandise. Sementara Rasyid tertarik karena aktivitas tersebut menawarkan pengalaman berbeda di sela kegiatan perkuliahan.
“Kalau aku karena orangnya kepoan ya, Kak. Jadi kayak pengin tahulah habis kuliah tuh kosong juga kan. Jadi langsung ke stand-stand ini juga. Jadi kayak rasa challenging-nya juga ada di sini,” kata Rasyid.
Generate Foto Jadi Booth yang Menarik Perhatian
Dari sejumlah experience booth yang dikunjungi, aktivitas generate foto menjadi salah satu yang paling menarik perhatian mahasiswa. Peserta dapat mencoba teknologi generative AI sekaligus mengolah informasi menjadi materi visual.
Rasyid menyebut aktivitas tersebut menjadi pengalaman yang paling seru baginya. Selain menghasilkan gambar, peserta juga diminta membuat rangkuman materi menjadi poster dengan bantuan Gemini.
“Yang paling seru banget menurut aku yang bagian ini, Kak, yang generate foto. Itu kan kita diminta buat generate foto sama bikin ngerangkum materi sekolah kita jadi poster gitu,” ujarnya.
Menurut Rasyid, aktivitas tersebut memberikan gambaran bahwa AI dapat digunakan untuk kebutuhan yang dekat dengan kegiatan belajar. Pengalaman langsung itu membuat mahasiswa tidak hanya mengetahui keberadaan teknologi AI, tetapi juga mencoba bagaimana teknologi tersebut dapat membantu mengolah materi menjadi bentuk yang lebih mudah dipahami.
Melihat Gemini dari Sisi Akademik
Interaksi di berbagai booth turut memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa dalam melihat pemanfaatan Gemini. Teknologi AI yang sebelumnya mungkin hanya dikenal secara umum mulai mereka kaitkan dengan kebutuhan perkuliahan, terutama dalam mengolah informasi dan menyiapkan materi.
Hakim mengaku memperoleh insight baru setelah mencoba aktivitas yang tersedia. Sementara Fadilah melihat Gemini memiliki potensi untuk membantu mahasiswa dalam menyelesaikan berbagai kebutuhan akademik.
“Gemini ini juga membantu kita dalam menyelesaikan tugas-tugas kuliah atau mempermudah dalam kita menyiapkan materi-materi dalam presentasi nantinya,” ujar Fadilah.
Bagi mahasiswa, pengalaman di Google Gemini Campus Tour akhirnya tidak berhenti pada aktivitas mengumpulkan stamp dan mendapatkan merchandise. Rangkaian booth memberi mereka kesempatan mencoba langsung penggunaan AI dalam bentuk yang lebih sederhana dan aplikatif.
Di tengah padatnya Lapangan Rektorat, rasa penasaran menjadi alasan mahasiswa mendatangi booth. Dari sana, tantangan dalam kartu misi membawa mereka mencoba berbagai aktivitas hingga menemukan sendiri fitur yang dianggap paling relevan dengan kebutuhan mereka. (ndr)












