Kanal24, Malang – PT Brawijaya Multi Usaha (BMU) terus menunjukkan akselerasi bisnis yang impresif. Setelah membukukan kenaikan pendapatan sebesar 30,4 persen pada 2025, perusahaan milik Universitas Brawijaya itu kini membidik lonjakan pendapatan hingga 57 persen pada 2026, seiring ekspansi unit usaha dan penguatan sektor hospitality.
Target ambisius tersebut mengemuka dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Lantai 6 Gedung Rektorat Universitas Brawijaya, Selasa (30/6/2026).
Baca juga:
Dua Tahun PT BMU: Tata Kelola Kuat, Bisnis Tumbuh, Kepercayaan Meluas

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., menilai kinerja BMU dalam dua tahun terakhir menunjukkan tren yang sangat positif. Menurutnya, sektor jasa dan hospitality menjadi kekuatan utama yang masih memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan.
“Setelah kita mencermati perkembangan selama dua tahun terakhir, banyak pertumbuhan usaha yang bagus. BMU ternyata sangat kuat di bidang hospitality,” ujarnya.
Widodo mengatakan, peluang bisnis hospitality tidak hanya terbuka di Kota Malang, tetapi juga memiliki prospek yang luas secara nasional. Karena itu, UB akan terus mendorong BMU memperluas pengembangan usahanya pada sektor tersebut.
“Kita akan dorong BMU untuk mengembangkan sayap di bidang jasa dan hospitality karena opportunity-nya luar biasa,” tegasnya.
Ia juga menilai keberadaan BMU telah memberikan dampak nyata, baik terhadap pengembangan Universitas Brawijaya maupun perekonomian masyarakat.
“Dampaknya luar biasa banyak, baik secara langsung ke Universitas Brawijaya maupun kepada masyarakat,” katanya.
Menurut Widodo, pertumbuhan BMU berjalan seiring dengan perkembangan ekonomi Kota Malang yang terus menunjukkan tren positif.

Sementara itu, Direktur Operasional PT BMU, Didik Huswo Utomo, mengungkapkan bahwa perusahaan berhasil mencatat kenaikan pendapatan sebesar 30,4 persen sepanjang 2025. Angka tersebut jauh melampaui rata-rata pertumbuhan perusahaan yang umumnya berada di kisaran 10 hingga 20 persen.
“Untuk ukuran perusahaan, itu sudah sangat bagus karena rata-rata hanya 10 sampai 20 persen, kita sudah mengalami lompatan sampai 30 persen,” jelasnya.
Tak hanya dari sisi pendapatan, ekspansi usaha BMU juga berlangsung pesat. Jumlah unit bisnis meningkat dari tujuh unit pada 2024 menjadi 14 unit pada 2026, termasuk satu anak perusahaan.
“Total sekarang ada 14 unit bisnis plus satu PT anak usaha,” ujarnya.
Didik menjelaskan, sektor hospitality masih menjadi kontributor terbesar pendapatan perusahaan, disusul pengembangan bisnis food and beverage yang terus menunjukkan pertumbuhan.
Memasuki 2026, BMU akan memfokuskan strategi pada penguatan seluruh unit usaha yang telah berjalan sekaligus mempercepat transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan.
“Target kami di 2026 ini naik 57 persen, jadi mengalami lompatan lagi,” kata Didik.
Selain memperluas bisnis, BMU juga mengembangkan konsep Kampung Lingkar Kampus melalui pengelolaan hunian mahasiswa berbasis sistem. Program tersebut diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar kampus.
Dengan pertumbuhan pendapatan yang konsisten, jumlah unit usaha yang meningkat dua kali lipat, serta strategi ekspansi berbasis digital dan hospitality, BMU menegaskan posisinya sebagai motor pengembangan bisnis Universitas Brawijaya sekaligus penggerak ekonomi lokal di Kota Malang. (qrn)














