Kanal24, Malang – Enam dekade lebih bukan sekadar penanda usia bagi Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB). Memasuki Dies Natalis ke-69, fakultas ini langsung memasang target ambisius: menembus jajaran 100 fakultas hukum terbaik dunia. Untuk mewujudkannya, FH UB mengawali langkah dengan memperkuat sinergi internal, membangun budaya akademik yang semakin solid, dan memperluas kiprah di level internasional.
Dekan FH UB, Dr. Aan Eko Widiarto, menegaskan bahwa penguatan sinergi menjadi kunci utama dalam menjaga tradisi berkarya.
Baca Juga:
FH UB Perkuat Smart Green Campus Lewat Penghijauan

“Kita kuatkan internalisasi dari Fakultas Hukum melalui sinergi, menjaga tradisi berkarya untuk kemajuan,” ujarnya. Ia menekankan, capaian yang telah diraih harus terus dikembangkan untuk mendorong kontribusi di tingkat nasional hingga internasional.
Sepanjang 2025, FH UB mencatat capaian sebagai inovator dalam literasi hukum serta memperluas jangkauan akademik melalui pembukaan program studi di kampus Jakarta. “Kita sudah mengembangkan dua program studi di kampus Jakarta yang diharapkan menjadi jendela Fakultas Hukum di dunia internasional,” jelasnya.
Pada puncak Dies Natalis yang digelar di Gedung Widyaloka, FH UB juga meluncurkan penguatan budaya institusi, mulai dari salam khas, logo mahkota keadilan, hingga himne fakultas.
“Himne Fakultas Hukum sebagai pemersatu civitas akademika memberikan semangat agar ke depan kinerja dan etos kerja semakin meningkat,” kata Aan.
Ketua Pelaksana, Kintako Pamularsih, menyebut kegiatan ini melibatkan sekitar 300 peserta dari berbagai unsur civitas akademika.
“Konsep acara tahun ini adalah menjaga sinergisitas dan kesinambungan berkarya antara dosen, tendik, mahasiswa, dan civitas akademika,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak awal Juni juga diisi dengan berbagai lomba internal hingga penghargaan bagi dosen dan tenaga kependidikan. Menurut Kintako, perayaan tahun ini terasa lebih meriah dibanding tahun sebelumnya.
Ke depan, FH UB akan fokus pada pengembangan smart green campus dan penguatan riset melalui Brawijaya Law Research Center (BLRC). “Kita harus tetap maju menuju Fakultas Hukum 100 dunia,” tegas Aan. (qrn)














