Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Buku SD Makin Sulit, Anak dan Orang Tua Terbebani

Einid Shandy by Einid Shandy
November 3, 2025
in Pendidikan
0
Buku SD Makin Sulit, Anak dan Orang Tua Terbebani

Buku SD Makin Sulit, Anak dan Orang Tua Terbebani (Freepik)

1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang — Keluhan dari orang tua dan guru muncul semakin banyak terkait buku pelajaran tingkat sekolah dasar (SD) yang dinilai terlalu rumit bagi kemampuan membaca dan pemahaman siswa. Banyak buku ajar untuk kelas 1 SD kini memuat soal yang seolah lebih layak untuk jenjang lebih tinggi, bahkan dibandingkan dengan tingkat kemampuan anak yang baru belajar membaca.

Salah satu orang tua, Ida (34), menceritakan bahwa buku ajar kelas 1 untuk mata pelajaran seperti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) memuat pertanyaan seperti “Memakai produk dalam negeri adalah contoh penerapan sila berapa?” dan “Sebutkan contoh penerapan sila ke-empat”. Padahal, anaknya masih belajar mengenal huruf dan belum memahami istilah seperti “musyawarah”.

Baca juga:
Workshop ICBD 2025, FKG UB Dorong Peningkatan Kompetensi Dokter Gigi

1. Permasalahan Bahasa dan Level Buku Ajar

Buku ajar idealnya disusun berdasarkan tingkat perkembangan kebahasaan siswa, mulai dari kosakata dasar, kalimat sederhana, hingga banyaknya gambar yang membantu memahami konteks. Namun kenyataannya, buku untuk kelas rendah SD justru menggunakan teks panjang dan kosakata yang kompleks, sehingga banyak siswa yang kesulitan memahami isi bacaan.

Seorang guru Bahasa Indonesia di Surabaya, Alfian Bahri, mengungkap bahwa guru harus “ngoyo” atau berusaha ekstra untuk membantu siswa yang kemampuan calistung (membaca-menulis-hitung) masih lemah, sementara materi di buku menuntut pemahaman konseptual yang jauh lebih tinggi.

2. Dampak Kurikulum dan Buku yang Sering Berganti

Masalah tidak hanya terletak pada isi buku, tetapi juga pada perubahan kurikulum yang terjadi hampir setiap dekade. Sejak awal kemerdekaan hingga kini, kurikulum di Indonesia telah berganti berkali-kali — dari “Rencana Pembelajaran” tahun 1947 hingga “Kurikulum Merdeka” yang berlaku saat ini.

Perubahan yang cepat sering kali tidak diikuti dengan kesiapan di lapangan. Guru-guru di SD menghadapi kendala dalam perencanaan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan penggunaan buku ajar yang kurang relevan dengan kemampuan siswa. Dalam banyak kasus, sekolah juga belum mendapat pelatihan khusus untuk menyesuaikan pembelajaran dengan buku baru yang diterbitkan setiap pergantian kurikulum.

3. Aspek Bisnis dalam Penerbitan Buku Ajar

Di balik fenomena buku yang sulit dipahami, terdapat pula persoalan pengadaan dan distribusi buku yang kerap dikaitkan dengan kepentingan bisnis. Beberapa sekolah masih memilih penerbit berdasarkan faktor keuntungan, bukan pada kualitas isi buku yang sesuai dengan jenjang usia siswa.

Kondisi ini berimbas pada mutu buku ajar yang beredar. Aspek substansi, kesesuaian bahasa, dan tingkat kesulitan kadang menjadi prioritas kedua setelah urusan komersial. Akibatnya, anak didik justru menjadi korban dari sistem yang lebih berorientasi pada proyek ketimbang kualitas pendidikan.

4. Implikasi bagi Proses Belajar Anak di SD

Ketika buku ajar terlalu sulit, dampaknya meluas ke berbagai pihak. Bagi siswa, kesulitan memahami isi buku dapat menimbulkan frustrasi dan kehilangan minat belajar sejak dini. Anak yang belum lancar membaca dan menulis berpotensi tertinggal dibanding teman sebayanya.

Bagi orang tua, beban bertambah karena harus mendampingi anak belajar hampir setiap hari. Banyak dari mereka mengaku harus “menerjemahkan” isi buku agar bisa dipahami anak. Sementara bagi guru, situasi ini menuntut kreativitas lebih besar untuk memodifikasi materi atau mencari bahan ajar alternatif yang lebih sederhana dan menarik.

Selain itu, beban psikologis siswa juga meningkat. Materi yang terasa terlalu sulit dapat memunculkan rasa takut terhadap pelajaran, menurunkan motivasi, bahkan membuat anak enggan ke sekolah. Padahal, usia sekolah dasar seharusnya menjadi masa membangun rasa ingin tahu dan kegembiraan belajar.

5. Solusi dan Rekomendasi

Agar persoalan ini tidak berlarut, beberapa langkah perbaikan perlu dilakukan secara sistematis. Pertama, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi perlu memperketat proses penilaian buku ajar sebelum diterbitkan, terutama dalam hal kesesuaian bahasa dan tingkat perkembangan kognitif siswa.

Kedua, guru perlu dilibatkan dalam proses penyusunan buku ajar. Pengalaman mereka di lapangan dapat menjadi masukan berharga agar isi buku lebih realistis dengan kemampuan peserta didik. Ketiga, penerbit buku perlu mematuhi pedoman klasifikasi pembaca dini, dengan memperhatikan perbedaan kemampuan anak di tiap jenjang kelas awal.

Selain itu, peran orang tua juga sangat penting. Mereka perlu dilibatkan sebagai mitra sekolah untuk memastikan anak belajar dengan pendekatan yang menyenangkan, bukan tertekan. Pemerintah juga perlu memperkuat pengawasan terhadap pengadaan buku di sekolah, agar kepentingan bisnis tidak menutupi kepentingan pendidikan.

Fenomena buku pelajaran SD yang semakin sulit dipahami menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam sistem pendidikan. Materi yang terlalu kompleks tidak hanya menghambat pemahaman siswa, tetapi juga menurunkan minat belajar dan memperlebar kesenjangan kemampuan antar pelajar.

Dibutuhkan langkah bersama dari pemerintah, penerbit, sekolah, guru, dan orang tua untuk memastikan buku pelajaran kembali menjadi teman belajar yang ramah anak, bukan sumber kebingungan yang menghambat semangat belajar generasi muda. (nid)

Post Views: 123
Tags: Buku SDKANAL24kanal24.co.idKurikulum IndonesiapendidikanPendidikan IndonesiaSDuniversitas brawijaya
Previous Post

Utang Raksasa: Whoosh vs Garuda, Mana yang Diselamatkan?

Next Post

ICBD 2025 Bahas Hipnosis Pediatrik Kurangi Kecemasan Pasien Anak

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
ICBD 2025 Bahas Hipnosis Pediatrik Kurangi Kecemasan Pasien Anak

ICBD 2025 Bahas Hipnosis Pediatrik Kurangi Kecemasan Pasien Anak

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Wisata Jawa Timur Alternatif Anti Macet

Wisata Jawa Timur Alternatif Anti Macet

January 3, 2026
Fenomena dan Risiko Job Hugging Mengglobal

Fenomena dan Risiko Job Hugging Mengglobal

January 3, 2026
Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik 2026

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik 2026

January 2, 2026
Capaian Bulog Cetak Rekor Serapan Gabah 2025

Capaian Bulog Cetak Rekor Serapan Gabah 2025

January 2, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025