Kanal24, Malang – Gerakan sosial tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar. Kepedulian terhadap kebutuhan pangan, kesehatan, pendidikan hingga kelompok rentan dapat menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan masyarakat yang lebih berdaya. Prinsip tersebut menjadi dasar berbagai kegiatan sosial yang dikembangkan Anita Ratna Faoziyah bersama Yayasan Rintisan Amal Bunda selama enam tahun terakhir.
Konsistensi tersebut membawa Anita menerima penghargaan Tokoh Filantropi 2026 dalam rangkaian Kabar Award 2026 di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, Jumat (11/9/2026). Penghargaan diberikan atas kiprahnya mengembangkan kegiatan filantropi yang menggabungkan pelayanan, kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat. Selama enam tahun, rangkaian program tersebut disebut telah menjangkau sekitar 3,74 juta penerima manfaat.
Baca juga:
Sutradara Ungkap Tantangan Alih Wahana Disertasi Menjadi Film Mencari Mas Malang Yuda
Sedekah Sayur Hubungkan Petani dan Masyarakat
Salah satu program yang menjadi bagian dari gerakan sosial tersebut adalah Papan Sedekah Sayur. Program ini mempertemukan hasil pertanian dengan kebutuhan pangan masyarakat sehingga hasil panen dapat disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.
Konsep tersebut juga membuka ruang bagi petani untuk terlibat dalam kegiatan sosial. Hasil pertanian yang dimiliki dapat menjadi bagian dari ekosistem berbagi, sementara masyarakat memperoleh akses terhadap bahan pangan.
Model seperti ini menunjukkan bahwa filantropi tidak selalu berbentuk pemberian dana secara langsung. Sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mempertemukan berbagai pihak dalam kegiatan sosial.
Dari Lansia hingga Layanan Kesehatan Gratis
Perhatian terhadap kelompok rentan juga diwujudkan melalui Rumah Sahabat Lansia. Program ini memberikan pendampingan kepada masyarakat lanjut usia, termasuk perhatian terhadap kebutuhan kesehatan dan perlindungan sosial.
Pendekatan tersebut membuat kegiatan sosial tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan sesaat. Pendampingan menjadi bagian penting agar kelompok lansia tetap memperoleh perhatian dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, di bidang kesehatan, Yayasan Rintisan Amal Bunda turut mengembangkan program khitan gratis bagi anak-anak di Cilacap, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut melibatkan kolaborasi dengan Puskesmas Adipala serta PLN Indonesia Power sehingga layanan kesehatan dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kolaborasi Jadi Penggerak Gerakan Sosial
Perkembangan berbagai program tersebut tidak terlepas dari keterlibatan banyak pihak. Relawan, komunitas, dunia usaha, fasilitas kesehatan dan masyarakat turut mengambil peran sesuai kebutuhan setiap kegiatan.
Selain pangan dan kesehatan, gerakan sosial yang dikembangkan juga mencakup bidang pendidikan serta pemberdayaan perempuan. Ratusan relawan perempuan disebut terlibat dalam berbagai program selama enam tahun perjalanan Yayasan Rintisan Amal Bunda.
Jumlah penerima manfaat yang mencapai sekitar 3,74 juta orang menunjukkan luasnya cakupan kegiatan yang telah dijalankan. Namun, bagi Anita, penghargaan Tokoh Filantropi 2026 bukan menjadi titik akhir dari gerakan tersebut.
Kegiatan sosial diharapkan terus berkembang melalui kolaborasi dan membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk saling membantu. Dari papan sedekah sayur, pendampingan lansia hingga layanan kesehatan, rangkaian program tersebut memperlihatkan bagaimana kepedulian dapat dikembangkan menjadi gerakan yang melibatkan banyak pihak dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.(ffn)













