Kanal24, Malang – Dosen Hubungan Internasional Universitas Brawijaya (UB) sekaligus Direktur Iran Corner FISIP UB, Abdullah Assegaf, S.Sos., M.Hub.Int., mendapat kesempatan menjadi special guest dalam pertemuan bersama Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Sayyid Abbas Araghchi, di sela rangkaian Konferensi Internasional Persatuan Islam di Tehran, Iran.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari forum internasional yang mempertemukan akademisi, tokoh agama, dan pejabat dari berbagai negara untuk membahas sejumlah isu strategis, mulai dari hubungan antarnegara, perdamaian, hingga tantangan geopolitik global.
Dalam kesempatan itu, Menteri Luar Negeri Iran menyampaikan apresiasi terhadap Indonesia sebagai salah satu mitra dan sahabat dekat Iran di kawasan Asia.
Baca juga:
FH UB dan Imparsial Soroti Batas Militer di Ruang Sipil

Sampaikan Dukungan untuk Kedaulatan dan Perdamaian
Dalam pertemuan tersebut, Abdullah Assegaf menyampaikan salam dan dukungan dari masyarakat Indonesia terhadap upaya Republik Islam Iran mempertahankan kedaulatan dalam perang Ramadhan sebagai bagian dari martabat sebuah bangsa.
Abdullah juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dalam menyelesaikan berbagai konflik antarnegara.
Menurutnya, setiap negara memiliki tanggung jawab untuk menjaga prinsip-prinsip perdamaian sebagaimana tercantum dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Prinsip tersebut dinilai penting agar eskalasi konflik tidak semakin memperburuk kondisi ekonomi maupun stabilitas politik global.
Soroti Dinamika Geopolitik Timur Tengah
Sebagai akademisi yang menaruh perhatian pada studi kawasan Timur Tengah, Abdullah menilai dinamika geopolitik di kawasan tersebut perlu dipahami melalui perspektif hubungan internasional yang berlandaskan hukum internasional, dialog, serta penghormatan terhadap kedaulatan negara.

Keikutsertaannya dalam forum internasional tersebut turut membuka ruang bagi penguatan diplomasi akademik Indonesia, khususnya melalui kajian kawasan Timur Tengah dan hubungan Indonesia-Iran.
Kehadiran Abdullah juga memperkuat peran Program Studi Hubungan Internasional Universitas Brawijaya dalam memperluas jejaring akademik internasional.
Melalui Iran Corner FISIP UB, jejaring tersebut dapat menjadi ruang pengembangan kajian, dialog, dan kerja sama akademik yang berkaitan dengan Iran, Timur Tengah, serta dinamika hubungan internasional.
Forum di Tehran ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertemukan perspektif akademik dengan isu-isu strategis yang berkembang di tingkat global. (nid)














