Kanal24, Malang – Kemampuan berbicara di depan publik semakin dibutuhkan, tidak hanya bagi mereka yang bekerja sebagai pembawa acara, tetapi juga dalam berbagai aktivitas profesional dan kehidupan sehari-hari. Melihat pentingnya keterampilan tersebut, Dunia Belajar menghadirkan kelas kilat “Mastering The Stage – MC Class” di Malang Creative Center (MCC), Minggu (13/9/2026).
Kelas yang dibawakan oleh Khoirunnisa, seorang MC profesional sekaligus salah satu guru di tim Dunia Belajar, menjadi ruang bagi peserta untuk mengenal dasar-dasar menjadi pembawa acara sekaligus mengembangkan kemampuan public speaking.
Pendiri Dunia Belajar, Yuvita Dini Sandiningtyas, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Dunia Belajar kepada masyarakat. Lebih dari itu, kelas tersebut dirancang agar peserta dapat merasakan langsung pengalaman belajar dengan materi yang aplikatif.
Baca juga:
Kelola Limbah Organik untuk Zero Waste, Tim UB Hadirkan SEEMS Berbasis IoT

Kenalkan Akses Belajar Nonakademik
Yuvita mengatakan kelas kilat di MCC menjadi salah satu bentuk exposure Dunia Belajar sekaligus upaya memberikan pengalaman belajar kepada masyarakat yang lebih luas.
Menurutnya, peserta dapat merasakan salah satu bentuk pembelajaran yang selama ini dikembangkan Dunia Belajar, khususnya materi yang berkaitan dengan keterampilan nonakademik atau soft skills.
“Kami ingin menunjukkan bagi siapa saja bahwa kita semua memiliki akses tinggi untuk mendapatkan pendidikan, baik pendidikan akademik maupun nonakademik seperti soft skills yang kami adakan hari ini, yakni Mastering The Stage MC,” ujar Yuvita.
Ia menambahkan, Dunia Belajar tidak hanya membuka ruang untuk kelas MC. Masyarakat yang ingin mendapatkan pelatihan lebih intensif juga dapat mengikuti kursus secara privat maupun kelompok kecil.
MC Bukan Sekadar Pembawa Acara
Dalam kelas tersebut, Khoirunnisa mengajak peserta memahami bahwa menjadi MC tidak berhenti pada kemampuan berbicara di depan mikrofon. Seorang MC juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan keseluruhan acara berjalan sesuai alur.
“MC itu bukan hanya sebagai pembawa acara, tetapi seseorang yang memikul tanggung jawab di pundaknya untuk membawakan sebuah acara,” kata Khoirunnisa.
Materi kelas juga mencakup sejumlah kemampuan dasar yang diperlukan seorang MC, mulai dari teknik vokal, memahami alur acara, membangun interaksi dengan penonton, hingga professional grooming.
Kemampuan tersebut dinilai penting karena MC menjadi salah satu pihak yang berhadapan langsung dengan audiens sekaligus menjaga komunikasi selama acara berlangsung.
Belajar Tak Mengenal Usia
Yuvita menilai pengembangan kemampuan public speaking dan keterampilan lainnya dapat dilakukan siapa saja tanpa dibatasi usia maupun latar belakang.
Karena itu, Dunia Belajar juga membuka peluang untuk menghadirkan kelas dengan tema-tema baru yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kami juga terbuka untuk memberikan ruang kelas dengan tema-tema baru agar kita semua bisa belajar dan terus belajar, karena saya percaya belajar tidak mengenal umur,” tutur Yuvita.
Melalui kelas tersebut, Dunia Belajar berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman praktis yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari maupun kebutuhan profesional.
Ke depan, ruang pembelajaran semacam ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan di luar pendidikan akademik, termasuk kemampuan komunikasi dan public speaking yang semakin dibutuhkan. (nid)













