Kanal24, Malang, Upaya penguatan pembangunan kawasan transmigrasi melalui pendekatan riset dan pengabdian masyarakat kembali diperkuat oleh keterlibatan akademisi perguruan tinggi. Pada tahun 2026, program strategis Tim Ekspedisi Patriot (TEP) yang digagas oleh Kementerian Transmigrasi RI mencatat antusiasme tinggi dengan lebih dari 10.000 pendaftar dari berbagai kampus mitra di Indonesia. Dari proses seleksi ketat tersebut, enam dosen Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya berhasil lolos dan terpilih untuk terjun langsung ke berbagai kawasan transmigrasi di Indonesia.
Keenam dosen tersebut akan menjadi bagian dari Tim Ekspedisi Patriot 2026 yang bertugas di wilayah strategis, mulai dari Sulawesi Barat hingga Papua Barat Daya. Program ini menjadi bagian penting dari agenda nasional dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan mendorong lahirnya pusat-pusat ekonomi baru di kawasan transmigrasi melalui pendekatan multidisipliner berbasis ilmu pengetahuan.
Baca juga:
Belajar Bahasa Indonesia Buka Mimpi Baru Mahasiswi Timor
Diterjunkan ke Dua Kawasan Strategis Transmigrasi
Para dosen FTAB UB yang lolos seleksi adalah Ahmad Zaki Mubarok, Ph.D. yang akan bertugas di Kawasan Transmigrasi Tobadak, Sulawesi Barat. Kemudian Dr. Eng. Elya Mufidah, S.Pi., M.P., Dr. Panji Deoranto, S.TP., M.P., serta Dr. Ir. Anang Lastriyanto, M.Si. yang juga akan memperkuat berbagai program pengembangan di kawasan transmigrasi.
Sementara itu, Yusron Sugiarto, S.T.P., M.P., M.Sc., Ph.D. akan bertugas di Kawasan Transmigrasi Klamono Segun, Sorong, Papua Barat Daya. Adapun Prof. Dr. Ir. Bambang Susilo, M.Sc.Agr., IPU. juga turut serta dalam penugasan di wilayah Sulawesi Barat.
Penugasan ini tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mencakup pendampingan masyarakat, riset terapan, hingga pengembangan model ekonomi lokal berbasis potensi wilayah.
Program Patriot Dorong Riset dan Pengabdian di Daerah
Program Patriot merupakan inisiatif kerelawanan dari Kementerian Transmigrasi RI yang bertujuan mengirimkan sumber daya manusia unggul ke kawasan transmigrasi. Program ini menitikberatkan pada riset, kajian ilmiah, pendampingan masyarakat, serta percepatan pembangunan ekonomi di wilayah tertinggal dan strategis nasional.
Salah satu turunannya, Tim Ekspedisi Patriot (TEP), menjadi wadah bagi tenaga multidisipliner untuk memberikan solusi berbasis ilmu pengetahuan langsung di lapangan. Keterlibatan akademisi dari berbagai perguruan tinggi diharapkan mampu menjembatani kebutuhan pembangunan dengan inovasi yang aplikatif.
Dekan FTAB: Bukti Pengakuan Nasional atas Kapasitas Akademik
Dekan FTAB Universitas Brawijaya, Prof. Yusuf Hendrawan, STP. M.App.Life.Sc.Ph.D., menyampaikan apresiasi atas capaian enam dosen yang berhasil lolos seleksi nasional tersebut. Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti nyata pengakuan terhadap kapasitas akademik dan kontribusi FTAB dalam pembangunan nasional.
“Keberhasilan enam dosen FTAB Universitas Brawijaya dalam seleksi Tim Ekspedisi Patriot 2026 merupakan bukti nyata pengakuan nasional terhadap kapasitas akademik, profesionalisme, dan komitmen sivitas akademika dalam mendukung pembangunan Indonesia,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis tidak hanya dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga dalam menghadirkan solusi langsung bagi masyarakat di wilayah prioritas pembangunan.
Dorong Dampak Nyata untuk Ekonomi Wilayah
Lebih lanjut, ia berharap keterlibatan dosen FTAB dalam program ini dapat memperkuat sektor pertanian, perikanan, hingga pemberdayaan ekonomi lokal di kawasan transmigrasi.
“Melalui keikutsertaan dalam program ini, para dosen tidak hanya membawa kompetensi akademik dan teknologi, tetapi juga menjadi agen perubahan yang berkontribusi dalam penguatan sektor pertanian, perikanan, dan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Perkuat Peran FTAB dalam Pembangunan Nasional
Keberhasilan ini semakin menegaskan posisi FTAB Universitas Brawijaya sebagai institusi yang aktif berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui riset dan inovasi. Partisipasi dalam Tim Ekspedisi Patriot 2026 diharapkan mampu menghasilkan model pengembangan kawasan transmigrasi yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.
Dengan keterlibatan langsung di lapangan, para dosen diharapkan tidak hanya menghasilkan kajian akademik, tetapi juga solusi konkret yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi Indonesia. (nid)














