Kanal24, Malang – Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jawa Timur menjadi perhatian pemerintah. Kondisi tersebut terjadi di tengah kebutuhan BBM untuk menunjang mobilitas masyarakat, transportasi, dan kegiatan ekonomi. Pemerintah kini mempercepat distribusi agar antrean tidak berkepanjangan dan pelayanan pengisian bahan bakar kembali berjalan normal.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan antrean BBM di Jawa Timur teratasi dalam satu hingga dua hari. Target tersebut disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) ESDM Laode Sulaeman setelah pertemuan dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak di Jakarta, Selasa (20/10/2026). Pemerintah menyiapkan tambahan pasokan melalui kapal, pengerahan 21 mobil tangki, serta operasional depo selama 24 jam untuk mempercepat penyaluran BBM ke SPBU.
Baca Juga:
IHSG Anjlok 11 Persen ke Level 5.215 Usai Trading Halt, Pasar Saham Tertekan
Antrean BBM Terjadi di Malang, Jember, dan Blitar
Laode Sulaeman membenarkan adanya antrean pembelian BBM di sejumlah wilayah Jawa Timur. Malang, Jember, dan Blitar menjadi beberapa daerah yang mendapat perhatian dalam upaya percepatan penanganan.
“Intinya, kami dalam satu-dua hari ini sudah harus tuntas masalah di Jatim,” ujar Laode di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (20/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah pemerintah membahas penguatan pasokan dan distribusi BBM bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Koordinasi ini dilakukan untuk mengantisipasi antrean panjang yang sebelumnya terjadi di Bali agar tidak meluas ke wilayah lain.
Laode juga menegaskan bahwa pasokan untuk Jawa Timur perlu dipastikan terlebih dahulu sesuai kebutuhan daerah. Jawa Timur masuk dalam wilayah operasional pemasaran Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus yang mencakup Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.
Pemerintah ingin memastikan distribusi di setiap wilayah berjalan seimbang. Dengan demikian, kebutuhan BBM masyarakat Jawa Timur tetap terpenuhi tanpa mengabaikan upaya menjaga kelancaran pasokan di wilayah lain.
ESDM Kerahkan 21 Mobil Tangki dan Operasikan Depo 24 Jam
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika menyampaikan bahwa pemerintah telah berkoordinasi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) serta Pertamina. Koordinasi tersebut bertujuan memastikan ketersediaan BBM tidak hanya di terminal atau depo, tetapi juga di setiap SPBU.
Sejumlah langkah percepatan distribusi disiapkan. Pemerintah menambah pasokan melalui kapal ke sejumlah depo di Jawa Timur dan mengerahkan 21 unit mobil tangki tambahan melalui skema spot charter atau penyewaan armada untuk kebutuhan tertentu.
Selain itu, jam operasional depo ditingkatkan menjadi 24 jam. Langkah ini diharapkan mempercepat proses penyaluran BBM dari depo menuju SPBU, terutama di wilayah yang mengalami antrean.
Penambahan armada dan waktu operasional menjadi bagian penting dalam mempercepat distribusi. Pasalnya, ketersediaan stok di terminal belum otomatis menjamin BBM dapat langsung dibeli masyarakat apabila pengiriman ke SPBU belum berjalan optimal.
Karena itu, pemerintah bersama Pertamina perlu memastikan pelaksanaan langkah tersebut sesuai kebutuhan di lapangan. Pemantauan terhadap stok dan kelancaran pengiriman diperlukan agar antrean dapat berkurang secara bertahap.
Khofifah Minta Pasokan BBM Dipastikan hingga SPBU
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak meminta pemerintah pusat memastikan pasokan dan kelancaran distribusi BBM, khususnya Biosolar dan Pertalite, hingga ke tingkat SPBU.
Khofifah menyoroti dampak gangguan distribusi Biosolar terhadap sektor transportasi, logistik, kegiatan usaha, hingga aktivitas nelayan. Ketersediaan bahan bakar menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kegiatan ekonomi tetap berjalan.
Ia juga mendorong pengawasan distribusi diperketat, termasuk terhadap dugaan penyimpangan penyaluran BBM bersubsidi. Pemantauan secara digital perlu diimbangi pemeriksaan langsung di lapangan agar kondisi pasokan dapat diketahui secara akurat.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pertamina diharapkan terus berkoordinasi dengan ESDM selama proses pemulihan berlangsung. Kepastian stok di setiap SPBU menjadi perhatian utama agar masyarakat tidak harus menghadapi antrean panjang berulang kali.
Target penyelesaian dalam satu hingga dua hari menjadi langkah awal untuk memulihkan kelancaran distribusi BBM di Jawa Timur. Keberhasilan penanganan bergantung pada realisasi penambahan pasokan, ketepatan pengiriman, dan pengawasan distribusi hingga ke konsumen. (ndr)













