Kanal24, Malang – Aktivitas perkuliahan tidak menghalangi mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) untuk berbagi dengan sesama. Kepedulian tersebut diwujudkan melalui aksi donor darah yang digelar di lingkungan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UB.
FILKOM UB berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar Donor Darah 2026 di Auditorium Algoritma Gedung G Lantai 2 FILKOM UB, Rabu (07/10/2026). Kegiatan ini diikuti mahasiswa FILKOM dan sejumlah peserta dari fakultas lain di UB serta peserta dari luar UB.
Baca Juga:
Sambut 87 Mahasiswa Baru, FILKOM UB Bekali Pascasarjana dengan Kesiapan Akademik dan Riset
Donor Darah untuk Bantu Kebutuhan Masyarakat
Ketua Pelaksana Donor Darah 2026, Rameyza Alya Zuhra, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan darah. Menurutnya, kebutuhan darah diperlukan oleh berbagai rumah sakit dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UB mendapat kesempatan untuk berkontribusi dengan mendonorkan darah. Darah yang terkumpul kemudian dikelola dan disalurkan melalui PMI kepada pihak yang membutuhkan.

“Kami ingin membantu teman-teman dari banyak rumah sakit dan sekitarnya agar kebutuhan darahnya tercukupi,” ujar Rameyza.
Kerja sama dengan PMI dilakukan untuk mendukung proses donor darah agar berjalan aman dan terarah. PMI juga menjadi pihak yang membantu proses pengelolaan serta penyaluran darah hasil donor.
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu persiapan utama panitia sebelum kegiatan berlangsung. Panitia berkoordinasi dengan PMI untuk memastikan kebutuhan teknis kegiatan dapat dipersiapkan dengan baik.
Mahasiswa FILKOM Jadi Peserta Terbanyak
Mahasiswa FILKOM menjadi peserta yang paling banyak mengikuti kegiatan Donor Darah 2026. Hal tersebut tidak terlepas dari pelaksanaan kegiatan yang berlangsung di lingkungan FILKOM UB.
Meski demikian, peserta tidak hanya berasal dari FILKOM. Rameyza menyebut sejumlah mahasiswa dari fakultas lain juga ikut mendaftarkan diri sebagai pendonor.
“Kalau orang donor rata-rata dari mahasiswa FILKOM sendiri karena kebetulan ini dibuka di Fakultas Ilmu Komputer. Tapi ada juga dari beberapa fakultas lain seperti FTAB,” jelasnya.
Selain mahasiswa UB, terdapat pula peserta dari luar kampus yang mendaftarkan diri. Keterlibatan peserta dari berbagai latar belakang membuat kegiatan donor darah ini terbuka bagi lebih banyak orang yang ingin berpartisipasi.
Sebelum kegiatan berlangsung, panitia menyebarkan informasi melalui lingkungan kampus. Langkah tersebut dilakukan untuk menjangkau mahasiswa yang ingin mendonorkan darah dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial.
Panitia Siapkan Kebutuhan Bersama PMI
Panitia melakukan sejumlah persiapan sebelum pelaksanaan Donor Darah 2026. Persiapan dimulai dengan menghubungi dan berkoordinasi dengan PMI terkait teknis pelaksanaan kegiatan. Selain itu, panitia menyiapkan kebutuhan pendukung bagi para pendonor. Salah satunya konsumsi setelah proses donor darah berlangsung.
Panitia juga menyiapkan ruangan tertutup untuk digunakan selama proses donor. Persiapan tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran dan kenyamanan peserta selama mengikuti kegiatan.
Rameyza berharap kegiatan Donor Darah 2026 dapat membantu masyarakat yang membutuhkan darah. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dengan melibatkan lebih banyak peserta.
“Semoga dengan acara ini dapat membantu teman-teman yang memang membutuhkan darah dan ke depannya makin banyak kegiatan-kegiatan seperti ini,” tuturnya.
Melalui kolaborasi dengan PMI, FILKOM UB berupaya menghadirkan kegiatan sosial yang dapat melibatkan mahasiswa secara langsung. Donor darah menjadi salah satu bentuk kontribusi yang dapat diberikan mahasiswa bagi masyarakat yang membutuhkan. (ndr)













