Kanal24, Malang – Bukan sekadar konvoi motor biasa, ratusan pecinta Vespa dari Malang Raya turun ke jalan dalam satu irama: merawat persaudaraan. Lewat “Anjangsana Ketiga”, Forum Komunikasi Vespa Malang Raya (FKVM) membuktikan bahwa komunitas bukan hanya soal hobi, tapi juga solidaritas yang terus hidup.
Ketua FKVM, Awank Andika, menjelaskan bahwa kegiatan anjangsana sejatinya berangkat dari tradisi halal bihalal yang sudah lama dilakukan komunitas Vespa di Malang Raya. Namun, seiring waktu, konsep tersebut dikembangkan agar lebih relevan dan memiliki identitas yang kuat.
Menurutnya, perubahan nama menjadi “anjangsana” bukan sekadar rebranding, melainkan upaya menghadirkan nuansa baru tanpa meninggalkan esensi silaturahmi. Momentum ini tetap menjadi ajang berkumpul pasca-Idulfitri, namun dikemas lebih dinamis dan menarik bagi anggota komunitas.
Baca juga:
Review Buku No Longer Human: Dunia yang Asing

“Awalnya hanya halal bihalal biasa, tapi kemudian kami ingin ada sesuatu yang berbeda. Akhirnya muncul konsep anjangsana agar lebih berwarna,” ujar Awank dalam wawancara eksklusif, Selasa (14/04/2026).
Kini, memasuki pelaksanaan ketiga, anjangsana telah berkembang menjadi agenda tahunan yang dinanti para pecinta Vespa. Tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga simbol kekompakan komunitas lintas daerah di Malang Raya.
Riding, Seremoni, Hingga Dyno Test
Rangkaian kegiatan anjangsana dimulai sejak pagi hari dengan agenda bertajuk “Sekut Paradiso”, yakni konvoi bersama yang menjadi ciri khas komunitas Vespa. Titik keberangkatan dimulai dari Bundaran Balai Kota Malang, kemudian peserta melakukan riding menuju kawasan Jalibar sebagai lokasi utama acara.
Setibanya di lokasi, berbagai kegiatan langsung digelar. Salah satu yang menarik perhatian adalah dyno test, yakni pengujian performa mesin Vespa yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar otomotif.
Tidak hanya itu, acara pembukaan juga dilakukan secara simbolis melalui pemotongan tumpeng. Momen ini menjadi penanda resmi dimulainya seluruh rangkaian kegiatan, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan yang diusung FKVM.
Yang membuat Anjangsana Ketiga semakin istimewa adalah kehadiran dua wakil kepala daerah, yakni Wakil Wali Kota Malang dan Wakil Wali Kota Batu. Kehadiran mereka dinilai menjadi bentuk apresiasi terhadap eksistensi komunitas Vespa sebagai bagian dari masyarakat yang aktif dan positif.
Malam Refleksi, Doa, dan Hiburan
Memasuki malam hari, suasana berubah menjadi lebih khidmat. FKVM menghadirkan sesi kilas balik perjalanan komunitas melalui pemutaran video sejarah berdirinya organisasi tersebut. Momen ini menjadi refleksi perjalanan panjang yang telah dilalui bersama.
Selain itu, acara juga diisi dengan doa bersama untuk salah satu anggota komunitas yang baru saja meninggal dunia. Bahkan, ditampilkan pula video kenangan almarhum sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas antaranggota.
“Kami ingin tetap mengingat teman-teman yang sudah tidak ada. Ini bagian dari keluarga besar kami,” ungkap Awank.
Setelah rangkaian acara reflektif tersebut, suasana kembali cair dengan berbagai hiburan yang berlangsung hingga malam. Musik dan kebersamaan menjadi penutup yang hangat bagi seluruh peserta.
Menjaga Api Persaudaraan Vespa
Bagi FKVM, anjangsana bukan hanya agenda rutin, tetapi juga fondasi penting dalam menjaga hubungan antaranggota. Awank menegaskan bahwa harapan terbesar dari kegiatan ini adalah terus terjalinnya persaudaraan di antara komunitas Vespa di Malang Raya.
Ke depan, FKVM berencana mengembangkan skala acara agar semakin besar dan melibatkan lebih banyak peserta. Namun, ia menekankan bahwa esensi utama tidak boleh hilang: rasa kebersamaan.
“Yang penting bukan hanya besar acaranya, tapi persaudaraan itu tetap terjaga,” tegasnya.
Dengan semangat tersebut, Anjangsana Vespa Malang Raya bukan sekadar pertemuan komunitas, melainkan representasi nilai solidaritas yang terus bergerak—seperti roda Vespa yang tak pernah berhenti berputar. (nid/adi)














