Kanal24, Malang – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) menghadirkan Bakti Sosial Kesehatan Mental “Mental Health Corner FPIK UB: Ruang Pulih – Pikiran, Tubuh, & Jiwa” di Gedung B Lantai 1 FPIK UB, Selasa (12/5/2026). Kegiatan ini memadukan layanan kesehatan mental, donor darah, hingga ruang konsultasi sebagai bentuk kepedulian kampus terhadap kondisi psikologis mahasiswa dan sivitas akademika.
Kegiatan yang digelar bersama PMI Kota Malang dan Yayasan Bina Mulia Malang itu mendapat antusias tinggi dari peserta. Sejak pagi, mahasiswa hingga tenaga kependidikan memadati lokasi acara untuk mengikuti sesi donor darah maupun layanan mental health corner yang disediakan panitia. Tercatat lebih dari 100 peserta mendaftar untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Baca juga:
FPIK UB Inisiasi Gerakan Kampus Sehat Mental di Tengah Tekanan Akademik

Dekan FPIK UB, Prof. Dr. Sc. Asep Awaludin Prihanto, S.Pi., M.P., mengatakan kesehatan mental kini menjadi isu penting yang tidak bisa diabaikan di lingkungan kampus. Menurutnya, tekanan akademik hingga persoalan pribadi membuat mahasiswa membutuhkan ruang aman untuk berkonsultasi dan mencari bantuan.
“Kami ingin sivitas akademika sehat, baik secara jasmani maupun rohani. Melalui kegiatan ini, kami berharap persoalan kesehatan mental bisa dimitigasi dan mahasiswa tidak takut untuk berkonsultasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, FPIK UB secara rutin mengadakan kegiatan donor darah dan mental health corner sebagai bagian dari upaya membangun budaya kampus yang lebih sehat. Selain itu, pendekatan non-invasif seperti hipnoterapi juga dihadirkan untuk membantu mahasiswa mengurangi kecemasan dan stres yang dialami.
Ketua Pelaksana, Rizky Yandi Darmawan, menyebut kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional serta momentum Hari Kartini. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi aksi sosial, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental.
“Mahasiswa tidak seharusnya memendam masalah sendiri. Kami ingin menyediakan ruang agar teman-teman bisa bercerita, berbagi, dan mencari solusi bersama ketika menghadapi permasalahan di lingkungan kampus,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala UTD PMI Kota Malang, Dr. Luluk Retno Wulan, mengatakan PMI menargetkan 200 kantong darah dalam kegiatan tersebut. Hingga siang hari, sekitar 80 kantong darah berhasil terkumpul dari para pendonor yang berasal dari berbagai fakultas di Universitas Brawijaya.
“Kami berharap generasi muda semakin peduli terhadap kemanusiaan karena donor darah merupakan bentuk nyata membantu sesama. Kebutuhan darah tidak bisa dipenuhi tanpa donor rutin dari masyarakat,” katanya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Dharma Wanita Persatuan Universitas Brawijaya, Rani Mariana Ulfah Widodo, turut mengapresiasi kegiatan Bakti Sosial Kesehatan Mental FPIK UB ini. Ia menilai kesehatan mental mahasiswa saat ini menjadi tantangan serius, terutama akibat tekanan media sosial dan lingkungan akademik yang kompetitif.
“Mahasiswa jangan takut untuk berbicara. Universitas sudah menyediakan berbagai layanan pendampingan seperti ULTKSP dan peer counselor agar mahasiswa merasa lebih aman dan didukung,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, FPIK UB berharap kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya kesehatan mental terus meningkat. Selain menjaga kesehatan fisik, mahasiswa juga didorong untuk lebih terbuka dalam menghadapi tekanan psikologis agar tercipta lingkungan kampus yang sehat, suportif, dan peduli sesama. (cay)














