Kanal24, Malang – Harga minyak dunia kembali tersulut ketegangan geopolitik setelah pernyataan keras mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kembali mengancam Iran. Pasar energi langsung bereaksi cepat, memicu lonjakan harga minyak mentah di tengah kekhawatiran gangguan pasokan global dari kawasan Timur Tengah yang kembali memanas.
Harga minyak mentah Brent untuk kontrak Agustus tercatat naik sekitar 1,23% menjadi USD 81,56 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli melonjak lebih signifikan hingga 3,04% ke level USD 78,93 per barel.
Baca juga:
Potensi Besar, Tata Kelola Jadi Tantangan: FEB UB Dampingi Penguatan Koperasi Bani Hasyim
Lonjakan ini terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, terutama dari kawasan strategis Timur Tengah yang selama ini menjadi salah satu jalur utama distribusi minyak dunia.
Sejumlah analis menilai bahwa pasar saat ini sangat sensitif terhadap pernyataan politik, terutama yang berkaitan dengan Iran. Ketegangan yang meningkat tidak hanya mendorong harga minyak, tetapi juga memperkuat volatilitas pasar komoditas secara keseluruhan.
Meski terdapat indikasi ketersediaan pasokan dari cadangan dan jalur distribusi alternatif, pelaku pasar tetap waspada terhadap kemungkinan eskalasi konflik yang bisa kembali mengganggu stabilitas energi global.














