Kanal24, Malang – Di era ketika konsumen semakin terbiasa mencari informasi usaha melalui internet, keberadaan UMKM di ruang digital menjadi bagian penting dari cara sebuah usaha ditemukan dan dikenal. Bukan hanya soal promosi, informasi sederhana seperti lokasi usaha, produk, harga, kontak, hingga jam operasional dapat menentukan kemudahan calon konsumen untuk mengakses sebuah produk.
Namun, belum semua pelaku UMKM memiliki informasi usaha yang optimal di ruang digital. Sebagian masih mengandalkan promosi secara konvensional sehingga potensi produk lokal belum sepenuhnya mudah ditemukan oleh masyarakat melalui platform digital.
Baca juga : Mahasiswa MMD UB Bantu Branding UMKM Desa Langlang melalui Video Kreatif
Kondisi tersebut menjadi perhatian Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) Kelompok 20 yang membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Langlang, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, melakukan digitalisasi usaha melalui program āDigitalisasi UMKM melalui Google Maps dan Katalog Digitalā pada tanggal 10 dan 11 Juli 2026.
Program ini bertujuan meningkatkan visibilitas UMKM sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh informasi mengenai lokasi dan produk usaha melalui platform digital.

Membuat UMKM Lebih Mudah Ditemukan
Deska Novita, selaku penanggung jawab program, mengatakan kegiatan diawali dengan pendataan 9 UMKM yang tersebar di empat dusun, yakni Langlang 1, Langlang 2, Langlang 3, dan Langlang 4. Mahasiswa kemudian mengunjungi pelaku usaha secara langsung untuk melakukan wawancara dan mengumpulkan informasi mengenai profil usaha, alamat, kontak, media sosial, jam operasional, produk, harga, metode pembayaran, serta layanan pemesanan dan pengiriman.
āMelalui program ini, kami ingin membantu UMKM di Desa Langlang agar lebih mudah ditemukan masyarakat melalui Google Maps. Kami juga membuat katalog digital sebagai media untuk memperkenalkan produk dan informasi usaha secara lebih praktis,ā ujar Deska Novita.

Informasi yang telah dikumpulkan kemudian digunakan untuk membantu pelaku UMKM membuat atau melengkapi profil usaha di Google Maps. Mahasiswa juga menyusun katalog digital yang memuat identitas usaha, produk, harga, dan kontak yang dapat digunakan sebagai media promosi.
Langkah tersebut memberikan dua kebutuhan dasar bagi UMKM di ruang digital: kemudahan ditemukan dan kemudahan memperoleh informasi. Google Maps membantu memberikan informasi mengenai keberadaan usaha, sementara katalog digital menjadi sarana untuk mengenalkan produk dan informasi usaha secara lebih praktis.
Tidak Berhenti pada Digitalisasi
Selain pembuatan media digital, mahasiswa memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM mengenai pemanfaatan platform digital untuk mendukung kegiatan pemasaran. Pendampingan ini diharapkan membuat pelaku usaha mampu melanjutkan pengelolaan informasi digital secara mandiri setelah program MMD selesai.
āHarapannya, profil Google Maps dan katalog digital yang dibuat tidak hanya digunakan selama kegiatan MMD, tetapi dapat terus dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya dan menjangkau konsumen yang lebih luas,ā tambah Deska Novita.
Melalui program tersebut, MMD UB Kelompok 20 berharap digitalisasi dapat membantu meningkatkan daya saing UMKM sekaligus memperkenalkan produk lokal Desa Langlang kepada masyarakat yang lebih luas. Program ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung penguatan ekonomi lokal dan SDGs Desa Nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan Rizky Fadilla Agustin Rangkuti, S.Pi., M.Si., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), sebagai bagian dari rangkaian program MMD UB Kelompok 20 di Desa Langlang.(Din)














