Kanal24, Malang – Jarak yang membentang dari Aceh hingga Makassar seolah terhapus ketika para delegasi ALSA berkumpul di Kota Malang. Gedung Auditorium Universitas Brawijaya menjadi tempat dibukanya Pramusyawarah Nasional dan ALSA Leadership Training (PLT) XXXIII, Kamis (24/9/2026), dengan ALSA Local Chapter Universitas Brawijaya sebagai tuan rumah.
Mengusung tema “Akala Siji Panuntun”, kegiatan tersebut mempertemukan mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi dalam satu forum nasional. Open Ceremony menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan yang memadukan agenda organisasi dengan pengembangan kapasitas kepemimpinan para delegasi.
Baca Juga:
Model E/D/C-RITA Edi Dorong Adopsi Inovasi Petani
Dua Agenda dalam Satu Rangkaian
Ketua Pelaksana PLT XXXIII, Indika Rahmatullah, menjelaskan kegiatan tersebut terbagi dalam dua agenda utama, yakni Pramusyawarah Nasional dan ALSA Leadership Training. Pramusyawarah Nasional menjadi forum untuk mempersiapkan berbagai agenda menuju Musyawarah Nasional, sedangkan ALSA Leadership Training diarahkan untuk melatih kemampuan kepemimpinan para delegasi.

Tema “Akala Siji Panuntun” dimaknai sebagai “Banyak Satu Penuntun”. Menurut Indika, banyaknya jalan menuju kesuksesan perlu disertai satu niat baik dan satu visi yang menjadi pedoman bersama dalam menjalankan organisasi.
“Kami berharap seluruh delegasi dapat menikmati Kota Malang dan kegiatan ini mampu meningkatkan kepemimpinan serta semangat para delegasi,” ujar Indika.
Selain agenda utama, rangkaian kegiatan juga diisi talk show dan aktivitas informal berupa permainan di Batu Screzo. Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat interaksi antardelegasi sekaligus tetap membawa semangat pengembangan kepemimpinan.
Delegasi dari Berbagai Daerah
PLT XXXIII melibatkan delegasi dari berbagai perguruan tinggi yang tersebar dari Aceh hingga Makassar. Indika menyebut terdapat 16 perguruan tinggi yang terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Menurutnya, persiapan kegiatan menghadapi sejumlah tantangan, terutama faktor eksternal. Namun, dukungan dari panitia maupun pihak eksternal membantu rangkaian persiapan hingga pelaksanaan berjalan.
Indika menegaskan manfaat kegiatan menjadi salah satu perhatian utama panitia. Berbagai agenda yang disiapkan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan organisasi, tetapi memberikan pengalaman dan manfaat bagi para peserta.
“Yang kami utamakan adalah manfaat,” katanya.
ALSA UB Perkuat Peran Tuan Rumah
Director ALSA LC UB 2025–2026, Fathir Mahesa, menyebut kesempatan menjadi tuan rumah PLT XXXIII merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. ALSA UB berupaya memberikan fasilitas dan pengalaman terbaik bagi delegasi yang datang dari berbagai daerah.

Menurut Fathir, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong arah kebijakan ALSA Indonesia yang lebih baik dan berdampak bagi masyarakat. Selain itu, rangkaian PLT menjadi ruang untuk membentuk anggota ALSA agar memiliki integritas serta rasa tanggung jawab sebagai calon pemimpin.
Antusiasme peserta terlihat sejak Open Ceremony yang turut menghadirkan pertunjukan Reog Ponorogo. Suasana tersebut mendapat sambutan dari para delegasi dan menjadi bagian dari pembukaan rangkaian kegiatan.
“Jadilah pemimpin yang berintegritas dan bertanggung jawab,” ujar Fathir.
Open Ceremony menjadi awal dari rangkaian PLT XXXIII yang mempertemukan mahasiswa hukum dari berbagai daerah. Melalui Pramusyawarah Nasional dan ALSA Leadership Training, para delegasi tidak hanya berdiskusi mengenai keberlanjutan organisasi, tetapi juga memperkuat kapasitas kepemimpinan mereka. (gal)













