Kanal24, Malang – Indonesia ternyata pernah memiliki mobil sport buatan dalam negeri yang tampil dengan desain eksotis pada awal 1990-an. Mobil tersebut bernama Mitsubishi Pawma XL300, kendaraan sport dua pintu yang diperkenalkan kepada publik melalui ajang Jakarta Fair 1990.
Mengusung desain futuristis dengan lampu depan tersembunyi atau pop-up headlamp, Pawma XL300 menjadi salah satu catatan menarik dalam sejarah otomotif nasional. Mobil ini dikembangkan oleh PT Kreasindo Trampil Mandiri (KTM) dengan mengadaptasi desain Charade Monza, mobil sport rancangan perusahaan asal Prancis, Charade Automobile SA.
Dikutip dari Tirto, Minggu (1/11/2026), keterlibatan Indonesia dalam pengembangan mobil ini bermula ketika insinyur otomotif Prancis, Pierre Foissotte, mencari mitra produksi bodi untuk Charade Monza di kawasan Asia.
PT Kreasindo Trampil Mandiri kemudian dipercaya mengerjakan bodi mobil tersebut. Kerja sama itu berkembang hingga perusahaan Indonesia tersebut memutuskan membuat versi sendiri dengan menggunakan desain serupa, tetapi mengadopsi mesin Mitsubishi Colt L300.
Berawal dari Proyek Insinyur Prancis
Kisah Pawma XL300 tidak dapat dilepaskan dari perjalanan Pierre Foissotte, seorang insinyur otomotif asal Prancis yang memiliki ketertarikan pada dunia balap.
Pada 1986, Foissotte mulai merintis gagasan membangun mobil sport bersama sekitar 15 orang yang memiliki minat serupa. Tim kecil tersebut kemudian mengembangkan konsep mobil grand tourer, yakni kendaraan sport dua pintu yang dirancang untuk perjalanan jarak jauh dengan performa tinggi.
Untuk desainnya, tim Foissotte melibatkan desainer otomotif asal Jepang. Hasilnya berupa mobil dengan siluet aerodinamis, bodi serat karbon, serta tampilan futuristis yang mengingatkan pada sejumlah mobil sport era 1980-an.
Pada September 1989, Foissotte bersama timnya mendirikan Charade Automobile SA di Clermont-Ferrand, Prancis. Mobil yang mereka kembangkan diberi nama Charade Monza dan pertama kali diperkenalkan dalam ajang Mondial de l’Automobile et du Transport di Paris pada tahun yang sama.
Dalam versi awal Charade Monza, mesin yang digunakan adalah Peugeot 205 GTI berkapasitas 1,9 liter dengan tenaga 130 hp. Mesin ditempatkan di bagian tengah-belakang dengan dukungan sasis rangka baja tubular dan bodi serat karbon.
Menggunakan Mesin Mitsubishi Colt L300
Ketika mengembangkan Pawma XL300, PT Kreasindo Trampil Mandiri mempertahankan desain eksterior Charade Monza, tetapi menggunakan komponen mesin yang berbeda.
Mobil tersebut dibekali mesin Mitsubishi Colt L300 berkapasitas 1.597 cc dengan transmisi manual lima percepatan.
Penggunaan mesin kendaraan niaga ini menjadi salah satu keunikan Pawma XL300. Di satu sisi, tampilannya menyerupai mobil sport eksotis, tetapi di sisi lain menggunakan mesin yang dikenal tangguh untuk kebutuhan kendaraan niaga.
Dari sisi desain, Pawma XL300 memiliki konfigurasi dua pintu dengan lampu depan model pop-up. Fitur tersebut membuat lampu utama tersembunyi ketika tidak digunakan dan muncul ke atas secara mekanis saat dinyalakan.
Pawma XL300 diklaim mampu mencapai kecepatan maksimum 180 kilometer per jam. Angka tersebut menjadi salah satu daya tarik mobil sport lokal yang menggunakan basis mesin Mitsubishi Colt L300.
Pernah Dipasarkan Rp35 Juta pada 1990
Pawma XL300 pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia melalui Jakarta Fair 1990. Saat itu, mobil tersebut ditawarkan dengan harga Rp35 juta.
Setahun kemudian, kendaraan ini kembali ditampilkan dalam ajang Motorcycle & Auto Expo 91 di Hall O Arena Pekan Raya Jakarta pada 2–6 Maret 1991. Harganya tercatat meningkat menjadi Rp38 juta dengan status on the road.
Kehadiran Pawma XL300 menjadi sesuatu yang menarik karena mobil sport dengan desain eksotis saat itu masih didominasi produk-produk dari luar negeri.
Namun, pengembangan mobil ini menghadapi berbagai kendala. Charade Automobile SA sebagai perusahaan pengembang Charade Monza mengalami keterbatasan modal sehingga sejumlah rencana pengembangan, termasuk konfigurasi mesin tengah dan atap terbuka, tidak dapat diwujudkan.
Pada 1993, Charade Automobile SA akhirnya menghentikan operasionalnya. Sepanjang masa produksinya, perusahaan tersebut hanya mampu menyelesaikan sekitar sepuluh unit Charade Monza.
Sementara itu, jumlah Pawma XL300 yang diperkirakan pernah diproduksi di Indonesia juga tidak lebih dari sepuluh unit.
Menjadi Salah Satu Mobil Paling Langka dalam Sejarah Otomotif Indonesia
Jumlah produksinya yang sangat terbatas menjadikan Pawma XL300 sebagai salah satu kendaraan langka dalam sejarah otomotif Indonesia.
Keberadaan mobil ini juga tercatat dalam dokumentasi Perpustakaan Nasional yang memperlihatkan Pawma XL300 dikerumuni pengunjung saat dipamerkan. Dalam keterangan dokumentasi tersebut, mobil itu disebut sebagai mobil sport pertama buatan Indonesia.
Meski produksinya tidak berlanjut, jejak Pawma XL300 masih dapat ditemukan beberapa dekade kemudian. Pada Oktober 2019, sebuah unit mobil tersebut dilaporkan terlihat melintas di Jalan Raya Sukahati, Cibinong, Bogor, Jawa Barat.
Mobil yang diunggah akun Instagram @rarecar.id itu disebut masih dalam kondisi terawat dan layak jalan. Tampilannya telah mengalami modifikasi, termasuk penambahan spoiler besar sehingga menyerupai Ferrari F40.
Keberadaan unit tersebut menjadi bukti bahwa Pawma XL300 masih menyisakan jejak di tengah perjalanan panjang industri otomotif nasional.
Pawma XL300 memang tidak berkembang menjadi mobil produksi massal ataupun merek otomotif nasional yang bertahan hingga sekarang. Namun, kehadirannya pada 1990 menjadi bagian dari sejarah upaya pelaku industri dalam negeri menghadirkan kendaraan sport dengan identitas lokal.
Kisah Pawma XL300 sekaligus memperlihatkan bahwa perjalanan industri otomotif Indonesia telah memiliki berbagai eksperimen dan inovasi sejak beberapa dekade lalu.














