Kanal24, – Malang Setiap anak memiliki hak untuk tumbuh sehat, memperoleh pendidikan, dan berkembang sesuai potensinya. Namun, proses tersebut membutuhkan perhatian sejak awal kehidupan, terutama bagi anak yang menghadapi gangguan tumbuh kembang maupun harus menjalani perawatan akibat penyakit tertentu.
Momentum Hari Anak Nasional 2026 menjadi pengingat bagi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) bersama RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang mengenai pentingnya pemantauan kesehatan anak sejak dini. Upaya tersebut menjadi langkah penting dalam membangun fondasi generasi yang sehat, berkualitas, dan mampu menghadapi masa depan.
Baca Juga:
Mahasiswa UB Edukasi Gizi Seimbang untuk Warga Argosuko
Pemantauan Sejak Dini Dukung Tumbuh Kembang Anak
Ketua KSM Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSSA-FK UB, Dr. dr. Eko Sulistijono, Sp.A, Subsp.Neo(K), mengatakan perhatian terhadap kesehatan anak tidak hanya dilakukan ketika anak mengalami sakit. Pemantauan tumbuh kembang perlu dilakukan secara berkala agar berbagai gangguan dapat diketahui dan ditangani lebih awal.

Menurutnya, masa sejak anak masih dalam kandungan hingga usia dua tahun merupakan periode penting dalam kehidupan anak. Pada fase tersebut, pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta kemampuan dasar anak mulai terbentuk dan menjadi fondasi bagi tahap perkembangan berikutnya.
“Pemantauan tumbuh kembang sebaiknya dimulai sejak anak masih dalam kandungan hingga usia dua tahun. Masa tersebut merupakan periode penting yang menjadi fondasi untuk mencetak generasi emas di masa depan,” ujar Eko.
Ia menjelaskan, RSSA masih menangani sejumlah pasien anak dengan kondisi penyakit kronis, seperti kanker dan penyakit ginjal. Dalam kondisi tersebut, pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada tindakan medis, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, psikologis, serta pendidikan anak selama menjalani perawatan.
Kesehatan Anak Jadi Investasi Generasi Masa Depan
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Prof. Dr. dr. Wisnu Barlianto, Sp.A, Subsp.AI(K), MSi.Med, menegaskan bahwa kesehatan anak merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa.

Menurutnya, anak yang tumbuh sehat memiliki peluang lebih besar untuk berkembang menjadi generasi unggul. Sebaliknya, gangguan kesehatan yang tidak ditangani sejak dini dapat berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.
“Anak yang sehat akan menghasilkan generasi yang unggul di masa depan. Kalau anak tidak sehat dan tidak berkualitas, tentunya akan berdampak pada bangsa dan negara karena generasinya tidak bisa menjadi generasi yang unggul,” ujar Wisnu.
Sebagai institusi pendidikan kedokteran, FK UB terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas kesehatan anak melalui pendidikan dokter spesialis anak, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Berbagai upaya promotif dan preventif, termasuk pencegahan stunting serta penyakit yang dapat menghambat tumbuh kembang anak, juga menjadi bagian dari perhatian FK UB.
Kolaborasi Jadi Kunci Wujudkan Anak Sehat
Upaya menjaga kesehatan anak membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Keluarga, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, rumah sakit, hingga pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Prof. Wisnu menjelaskan, RSSA sebagai rumah sakit pendidikan utama FK UB memiliki peran strategis dalam mendukung pendidikan calon dokter dan dokter spesialis anak. Selain itu, kerja sama juga dilakukan melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Sementara itu, Dr. Eko menegaskan bahwa target pelayanan kesehatan anak tidak hanya menurunkan angka kesakitan dan kematian, tetapi juga memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal dengan kualitas hidup yang lebih baik.
Melalui momentum Hari Anak Nasional 2026, FK UB dan RSSA terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemantauan kesehatan anak sejak dini. Dengan pemantauan yang berkelanjutan serta dukungan dari berbagai pihak, setiap anak diharapkan mampu tumbuh sehat, berkembang optimal, dan menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas. (gal)














